Membongkar Kedok Dibalik Wajah Manis IMF

Hot News

Hotline

Membongkar Kedok Dibalik Wajah Manis IMF

Oleh: Dwi Rahayuningsih, S.Si*

Ditengah utang yang sudah meumpuk, bahkan sudah tembus di kisaran 5000 triliun rupiah, Indonesia berencana akan mendanai pertemuan IMF yang menghabiskan dana 800 milyar rupiah. Menteri Koordianator bidang Kemaritiman (menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan alokasi anggaran sebesar Rp 810,17 milyar tidak akan merugikan. (Sebagaimana dilansir Republika.co.id).

Rencananya acara Annual Meetings Internasional Monetery Fund (IMF)-Worid Bank akan digelar pada 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali. Luhut menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia akan mendapatkan dana mencapai USD 115 juta atau setara Rp 1,55 triliun (kurs Rp 13.000) dari modal Rp 817 miliar yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan hajatan besar ini.

IMF Bukan Penolong

Internasional Monetery Fund (IMF) berdiri pada tahun 1947. Negara-negara Yang dianggap founding father (35 negara) menandatangani anggaran dasar Dana Moneter Internasional. Akhirnya pada tanggal 1 Maret 1947 IMF dinyatakan berdiri dan beroperasi. Indonesia menjadi pasien dari IMF sudak sejak awal kemerdekaan tahun 1945-an pada masa pemerintahan Soekarno. Dimana saat itu, Indonesia baru saja bangkit pasca melawan penjajah Belanda.

Kemudian Indonesia mengajukan permintaan menjadi anggota IMF dan Bank Internasional untuk rekonstruksi dan pembagunan (IBRD), kemudian menjadi Bank Dunia pada 24 Juni 1950. Pada 10 September 1952, Dewan Gubernur IMF dan Dewan Gubernur IBRD dalam sidangnya di Mexico City, menyetujui resolusi-resolusi yang memuat peraturan dan syarat Indonesi menjadi anggota IMF. Dan Indonesia resmi menjadi anggota IMF pada pertengahan tahun 1953. Keanggotaan ini secara legal disahkan dengan UU No 5/1954.

semenjak menjadi pasien IMF, Indonesia tidak mengalami perbaikan sama sekali. Baik dalam bidang ekonomi maupun politik. Dianggap sebagai dokter, IMF bukannya menyembuhkan sakit yang diderita Indonesia justru memberikan resep-resep yang salah dan tidak relevan. Akibatnya bukan sembuh dan bakit, yang ada makin terpuruk dan hancur.

Diantara resep-resep yang diberikan dan semakin membuat sakit adalah: pertama, IMF meminta pemerintah Indonesia untuk mengerek suku bunga dari 16% menjadi 80% yang mengakibatkan terjadinya krisislikuiditas pada sistem perbankan nasional. Kedua, mendesak pemerintah menutup 16 bank tanpa persiapan yang memadai yang mengakibatkan lumpuhnya puluhan bank lainnya. Ketiga, meminta pemerintah mengambil alis sebagian besar utang swata yang jumlahnya US$82 miliar. Akibatnya dilakukan penyuntikan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sehingga menyebabkan utang pemerintah sebesar Rp 647 triliun.

Keempat, pencabutan subsidi BBM pada masa pemerintahan Soeharto yang mengakibatkan melambungya harga-harga. Dan inilah puncak rasa sakit yang diderita Indonesia yaitu krisis moneter 1998. Belakangan diketahui bahwa hadirnya IMF justru menambah derita negara-negara miskin termasuk Indonesia. Dengan ditandatanganinya Letter of Intent (LoI) yang disusun IMF dengan 140 prasyarat (condionalities) yang tidak masuk akal dan tidak ada hubungannya denga stabilitas moneter dan kurs rupiah sama sekali.

Tinggalkan IMF ganti dengan Khilafah
 
Ketika IMF memuji Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik, maka perlu diwaspadai. Apalagi jika melihat hutang Indonesia yang sudah diambang batas, dan dengan adanya agenda Annual Meetings yang akan diadakan di Indonesia. Wajar jika rakyat jadi waspada, mengingat sejarah Indonesia masuk dalam pusara krisis akibat kebijakan-kebijakn yang diajukan IMF. Dana 800 miliar rupiah harusnya tidak dihambur-hamburkan untuk menjamu tamu yang hanya akan memperdalam jurang utang ditengah defisit anggaran.

Perlu diingat bahwa kedatangan IMF bukan tanpa maksud. Dinobatkannya Sri Mulyani sebagai Menteri keuangan terbaik di dunia adalah salah satu modus untuk menjadikan Sri Mulyani bergandengan dengan Jokowi dalam pemerintahan mendatang. Apabila rencana tersebut berjalan lancar, maka sempurna sudah Indonesia jatuh ke tangan neolib global.

Hanya Islam yang mampu menyelesaikan semua persoalan yang dialami bangsa Indonesia dan negeri-negeri muslim saat ini. Karena sistem Islam adalah sistem yang sempurna yang datang dari Sang Maha Sempurna. Islam memandang bahwa untuk menjadi negara yang mandiri tidak diperbolehkan untuk mengambil utang dari negara lain, terlebih negara kafir dengan sistem ribawinya. Hal ini hanya akan menjadikan negara semakin tidak berdaya dimata dunia.

Indonesia mampu bertahan tanpa utang. Karena Indoneisa negara kaya raya. Hasil tambang, migas, laut, dan mineral bisa dimbil alih dari swasta dan asing untuk dikelola oleh negara. Jika pemerintah mengelola seluruh sumber daya alam yang dimiliki dengan maksimal dan tidak menyerahkannya kepada swasta dana asing. Niscaya hasil dari pengelolaan itu akan mampu digunakan untuk melunasi utang negara dan memenuhi seluruh kebutuhan rakyat. Dan hal ini hanya bisa dilakukan dalam sistem pemerintahan non kapitalis.

Dan satu-satunya sistem yang mampu menerapkan hal itu hanyalah sistem Islam dalam bingkai negara Khilafah. Sistem yang pernah ada di dunia dan Berjaya 13 abad lamanya. Sudah terbukti bahwa Khilafah Islamiyah mampu mensejahterakan rakyatnya tanpa utang dan tanpa kedloliman. Tidak ada kesenjangan ekonomi, karena dalam Islam distribusi kekayaan merata antara yang kaya dengan yang miskin. Yang kaya wajib mengeluarkan zakat atas hartanya, yang miskin menerima zakat dan di urus oleh pemerintah.

Pemerintah (Khalifah) sebagai junnah yang akan meriayah rakyatnya dalam segala bidang. Hubungan antara pemerintah dan rakyat bukan sebagai penjual dan pembeli seperti dalam negara demokrasi. Karena Khalifah akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya, sehingga dia tidak akan menyia-nyiakan amanah yang diberikan padanya sebagai pelayan umat.

*Penulis adalah Anggota Taktik Community Wilayah Jawa Tengah & DIY
*Editor : Bang AR

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.