Tak Kenal Maka Ta’aruf

Hot News

Hotline

Tak Kenal Maka Ta’aruf


Oleh : Dwi Rahayuningsih, S.Si*


Ada pepatah mengatakan ‘tak kenal maka tak sayang.’ Maka agar kenal harus ta’arufan, yes? Itulah yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang. Bukan langsung mengklaim dan membanding-bandingkan. Apalagi pembandingnya tidak seimbang, beuh…sakit men!

Begitupula  dengan Islam. Jika memang tidak mengenal syari’atnya, maka belajarlah untuk mengenalnya. Caranya? Ngaji. Bukan dengan mengina, menyindir, melecehkan, dan semacamnya tanpa mengetahui isinya. Bukankah belajar itu hukumnya wajib? Tidak peduli apakah anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua. “Thalabul ‘ilmi faridlotun ‘ala kulli muslim.”

Sobat muda, jangan menilai sesuatu dari covernya. Bisa jadi covernya buruk tapi isinya lebih bagus, dan sebaliknya. Demikian juga dengan syari’at Islam, yang banyak dinilai dari sisi kulitnya. Esensinya? Tidak tahu dan tidak mau tahu. Akibatnya, banyak terjadi kesalahpahaman, ketidakadilan, dan kesewenang-wenangan.

Hati-hati Framing

Sebagai remaja yang mengaku muslim, kudu cerdas dalam membaca setiap peristiwa. Misalnya kasus yang baru-baru ini terjadi seperti, pelarangan cadar, viral video perempuan berhijab sedang makan babi, postingan foto perempuan bercadar bersama anjing, dan yang tak kalah heboh puisi yang isinya melecehkan cadar dan suara adzan.

Menurut kalian ada apa sob? Kenapa Islam sering kali dilecehkan? Gak tau? Ck..ck…ck…ngakunya remaja cerdas, tapi melihat fakta kok gak cerdas? Sabar bro, becanda. Kalo kita merunut satu per satu peristiwa yang menimpa  kaum muslimin, semuanya bermuara pada satu tempat yang sama. Framing, ya itu intinya.

Secara harfiyah framing berarti pembingkaian. Sedangkan secara umum framing sering kali diartikan menyusun atau mengemas informasi tentang suatu peristiwa dengan misi pembentukan opini atau menggiring persepsi publik terhadap sebuah peristiwa. Framing ini seringkali digunakan untuk membelokkan fakta dengan halus melalui seleksi informasi dengan menonjolkan aspek tertentu, baik melalui ucapan, pemilihan kata, gambar, atau video dengan menghilangkan informasi yang seharusnya disampaikan.

Nah, sekarang sudah paham kan kira-kira mengerucut kemana isu-isu pelecehan Islam selama ini? Yup, karena umat Islam saat ini sudah mulai sadar dan banyak yang hijrah, maka dibuatlah framing negative terhadap Islam. Supaya tak banyak yang mempelajari Islam lebih dalam, supaya tak banyak yang menuntut penerapan syari’at Islam. Supaya umat Islam phobia dengan agamanya sendiri, sehingga tidak banyak yang menuntut diterapkannya Islam kaffah.

Frame yang saat ini dibentuk adalah bahwa Islam itu ramah, toleran, fleksibel, dan netral. Sehingga dibuatlah isu-isu tentang ini. Misal  muslim berkerudung ikut merayakan natal dan tahun baru, muslimah bercadar memelihara anjing, atau muslimah tidak harus berhijab, yang penting hatinya baik hijab tidak penting, dll. Sementara disisi lain dibuat juga isu kekerasan yang dilakukan ‘seolah-olah’ oleh umat Islam. Missal kasus bom di gereja Lidvina, bom panci, dan kasus-kasus serupa lainnya untuk mencap Islam radikal.

Padahal sobat muda tahu kan yang dimaksud Islam radikal atau teroris oleh mereka adalah umat Islam yang berusaha menjalankan Islam sesuai dengan Al Qur’an dan As-sunnah. Setiap muslim yang mengemban pemikiran ‘radikal’ (menurut arti yang sesungguhnya) akan diberi label teroris. Sehingga tidak ada umat Islam yang berani menuntut penerapan Islam kaffah.

So, sebagai remaja Islam cerdas harus pandai dalam melihat dan menilai suatu peristiwa. Agar Islam tidak selalu dalam pihak yang disudutkan. Jika memang belum paham betul isi dari Islam, maka belajarlah untuk mendalaminya melalui kajian-kajian Islam yang shohih dari sumber yang shohih. Jangan mudah terbawa arus opini yng sesat dan menyesatkan.

Islam yang benar berasal dari sumber yang benar. Jika yang menyampaikan Islam adalah orang yang senantiasa menyebarkan hoax, yang tidak peduli dengan nasib umat Islam disaat islam dilecehkan, apakah ini bisa dipercaya? nah, sobat muda muslim pasti sudah paham kenapa yang harus dilakukan untuk mengatasi framing negative ini? Sudah paham kan bagaimana cara mengcounter isu-isu negative yang sengaja dihembuskan untuk menghancurkan Islam?

Yup! Pelajari Islam lebih dalam. Kenali isinya dan jangan mudah termakan opini negative yang sengaja dibuat untuk menjauhkan umat dari Islam. Dan…kalo sobat muda termasuk salah satu dari sekian orang yang ikut-ikutan menghujat dan melecehkan Islam, maka stop! Hentikan saat ini juga. Yuk ngaji, agar makin kenal Islam dan makin cinta Islam!

*Penulis adalah Aktivis Revowriter dan anggota Taktik Community

*Editor : AR

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.