Amal Paling Menguntungkan di Bulan Ramadan

Hot News

Hotline

Amal Paling Menguntungkan di Bulan Ramadan



Oleh: Wati Umi Diwanti*

Fitrah manusia saat puasa fisiknya melemah. Hanya saja fakta berbicara, kekuatan manusia tidak semata dari fisiknya. Banyak orang sakit mampu berpuasa dan tak sedikit yang sehat bugar tak kuat puasa.

Bagi kaum muslimin, Ramadhan bulan istimewa. Dimana amal dilipat ganda dan pintu ampunan terbuka. Bagi yamg memanfaatkannya dengan baik ujungnya adalah taqwa. Kembali fitrah dan suci. Sangat menggiurkan bagi orang-orang beriman.

Para sahabat pernah bertanya pada Rasulullah Saw. Mukmin manakah yang paling cerdas? Beliau menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya menghadapi kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah)

Rasulullah dan para sahabat adalah sebaik-baik teladan dalam menyiapkan kematian. Tak satupun dari mereka menyiakan Ramadan hingga berlalu begitu saja. Ramadan wajib diisi dengan amalan-amalan terbaik.

Selain menjaga puasa itu sendiri, tidak berbuka kecuali uzur yang benar-benar syar'i. Mereka melakukan berbagai amal terbaik. Mulai dari memperbanyak ibadah mahdhah semisal sholat sunat, tilawah, zikrullah, silah ukhuwah dan dakwah.

Jika kita beramar ma'ruf pada seseorang, lalu orang itu akhirnya mau sholat tentu pahalanya dahsyat. Begitu pula jika kita melakukan nahi mungkar pada sekelompok orang, lalu diantara mereka meningalkan kemungkaran. Tentu pahalanya luar biasa.

Sedangkan jika dakwah yang kita kerahkan adalah untuk tegaknya kembali Khilafah, yang dengannya kelak semua manusia, --yang jumlahnya tak akan mampu kita hitung-- pasti akan melakukan seluruh kewajiban. Dengannya pula semua tercegah dari kemaksiyatan. Bukanlah ini yang luar biasa dahsyat pahalanya.

Hanya saja dakwah semacam itu memang tidak mudah. Apalagi akhir-akhir ini, saat Islam sebagai ideologi mulai dipersalahkan. Pengembannya sering dipersekusi. Coba dibungkam agar berhenti. Atau dibujuk rayu agar menggeser arah dakwahnya. Dari dakwah Islam sebagai ideologi pada dakwah Islam sebagai ibadah dan akhlak semata.

Namun itulah justru menjadi pembukti bahwa dakwah yang ditempuh telah sesuai titah Illahi. Sebagaimana Nabi dan sahabatnya telah melewati. Jalan penuh onak dan duri. Begitu pulalah yang akan akan dialami oleh siapapun yang mengikuti.

Satu hal lagi amal terbaik yang dilakukan Nabi, para sahabat dan orang-orang sholih setelahnya. Berjihad di jalan Allah. Sebagaimana perang Badar dan Tabuk dilakukan bulan Ramadan.

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." (QS. Al-Taubah: 111)

Satu hal yang perlu diketahui, jihad dalam Islam dilakukan di bawah komando pemimpin negara. Karena jihad adalah kewajiban negara, bukan atas individu atau kelompok. Tujuannya untuk menyampaikan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Menyelamatkan manusia dari penghambaan pada makhluk kepada penghambaan sejati pada Sang Khalik.

Namun jihad (ofensif) ini hanya bisa direalisasikan setelah adanya Daulah Islam yang memerintahkan. Maka sekali lagi umat terlebih dahulu harus menegakan Daulah Islam itu sendiri. Negara yang menerapkan Islam secara kaffah. Dialah Khilafah Islamiah Al Minhaj Nubuwwah.

Maka sungguh amal paling menguntungkan saat Ramadan ini adalah dakwah dalam rangka menegakkan kembali sistem pemerintahan Islam. Makin berat resikonya makin berat pula timbangan amalnya. Dan semua dilipatgandakan di bulan penuh berkah ini. Sungguh tak ada alasan untuk bermalas-malasan bagi yang mengharap keuntungan di sisi Tuhannya.




Editor: Hamka*

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.