Kamukah Pejantan Tangguh?

Hot News

Hotline

Kamukah Pejantan Tangguh?

Oleh: Ragil Rahayu

Lagi, kasus hamil diluar nikah terjadi. Miris karena pelakunya masih SD. Terjadi di Tulungagung, seorang siswi SMP dihamili siswa SD. Yang lebih miris, ayah siswa SD tersebut mendukung aksi amoral anaknya karena sebagai pembuktian kejantanan anaknya. Jika yang dimaksud kejantanan adalah bisa menghamili seorang cewek, maka kejadian ini mungkin "memuaskan" harapan sang ayah.

Pejantan KW

Ya, yang dimaksud sang ayah adalah kejantanan secara seksual. Dimana seorang cowok telah berfungsi organ reproduksinya. Dalam Islam dikenal dengan istilah balig. Indikasi balig bagi laki-laki adalah mimpi basah (ihtilam). 

Setiap cowok normal pasti mengalami ini. Memiliki organ reproduksi yang berfungsi adalah karunia Allah Swt. Bukan karena kehebatan manusia. Baik si pemilik organ, atau bapaknya. Hal itu adalah takdir (ketetapan) Allah Swt. Sesuatu yang bersifat pemberian (given) tentu tak layak dibangga-banggakan. Nggak ikut menciptakan kok bangga.

So, kejantanan seksual itu bukan prestasimu!  Itu pemberian Allah Swt. Harusnya kita bersyukur pada Allah Swt karena diberi nikmat kesehatan reproduksi. Bukan malah sombong. Huft, sombong itu selendang Allah Swt. Jangan coba mengambilnya. Awas kualat! 

Banyak juga cowok yang jantan. Tapi malah jadi predator. Cewek dihamili. Istri orang diembat. Bahkan anak-anak dikadali. Itulah kejantanan yang rusak dan merusak. Yakin, yang model gitu bisa dibanggakan? Nggak bikin bangga, malah masuk penjara. Plus neraka, jangan lupa. 

Maka jangan sibuk membanggakan diri. Sok jantan. Macam ayam jantan. Sok berkokok kesana kemari. Pamer body bagus dan suara melengking. Menggoda para betina. Eh, pas ada pejantan lain langsung lunglai. Lemes, seperti kain nggak disetrika. Itu namanya pejantan KW. 

Pejantan Ori

Pejantan tangguh itu yang tanggungjawab. Berani ngajak jalan anak gadis orang, ya mesti berani menikahi dulu. Berani menghamili cewek ya harus berani melamar dulu, bikin akad nikah dulu, baru tancap gas. Nggak asal tubruk. Kalau asal tubruk itu sih kayak ayam. Nggak punya aturan.

Kita muslim. Punya aturan hidup. Yaitu syariat Islam. Sumbernya dari Alquran dan hadis. Agar hidup bener. Kelak selamat di akhirat. Nggak kecemplung neraka. Dijilatin sama api nan super panas. Yakin kuat masuk neraka?  Nggak, dong. 

Nah, Islam mengatur agar cowok dan cewek itu saling colek, saling curhat, saling pegang dst hanya dalam pernikahan. No ikhtilat. Alias campur baur antara cowok dan cewek yang nggak jelas keperluannya. Dosa!  No khalwat. Cowok dan cewek berdua-duaan tanpa mahram. Yakin, deh, Pasti ditemani setan. Sambil dibisiki: “Udah, zina aja Mas...” Endingnya zina. Dosa zina itu berat. Disate di neraka nggak kelar-kelar. Yakin, masih berani zina? Big no! 

So, pejantan tangguh itu yang berani jatuh cinta tapi berani akad nikah dulu. Berani menikahi, karena sudah siap menafkahi. Siap ngantar ke pasar. Siap mendidik istri. Siap dicereweti. Siap memuji masakan istri, meski keasinan. Siap minta maaf, meski nggak salah. Siap punya anak. Siap bantu ganti popok. Siap begadang saat anak sakit. Siap mendidik anak. Siap mengajari anak mengaji. Siap mengajari pelajaran sekolah. Siap antar jemput sekolah. Siap lembur dan kerja keras buat nabung beli rumah. Siap jadi imam. Imam salat dan imam rumah tangga. Siap menerima lingkungan baru. Masalah baru. Siap berbagi. Siap mengalah. Dll. Wow... Daftarnya panjang. Jangan ngeper ya. 

Jika sudah siap, buktikan kamu pejantan tangguh. Lamar ke walinya, lalu nikahi. Beri mahar terbaik. Jika belum siap, puasa dulu deh... Sambil tingkatkan kesiapan diri. Dengan ngaji Islam kaffah. Rutin, intensif, sungguh-sungguh, dan ikhlas lillahi ta'ala. Bukan cuma karena ngebet nikah.



Editor: Vinci P*

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.