Memaksa Matahari Tidak Terbit

Hot News

Hotline

Memaksa Matahari Tidak Terbit


Oleh : Bhakti Aditya P. (Islamic Social Worker)

Perkembangan isu terorisme, kemudian menggorengnya dengan berbagai hoaks, menjadi "coffee mix" yang nikmat bagi para pendengki. Sudah diduga sejak awal, narasi terorisme ini kemudian digiring agar masyarakat menyetujui pengesahan RUU Terorisme yang sarat dengan aturan represif, subversif, dan diktator. Persis bagaimana penguasa mengesahkan UU Ormas dengan PERPU yang zalim. 

Belum selesai perjuangan HTI di meja hijau, hakim tak mengabulkan gugatan HTI terhadap pencabutan BHP-nya dengan dalih yang tidak adil. Tetiba Islam kembali disudutkan. Dimulai dari Mako Brimob, hingga Surabaya yang gaduh karena bom bunuh diri. Berbagai framing jahat pun terus bermunculan. Seakan ada sebuah skenario jahat untuk bersama-sama menghancurkan citra Islam dimata kaum muslimin.

Kejahatan framing pun tidak hanya sampai disana. Kemudian orang-orang jahat ini mengait-ngaitkan kejadian terorisme tersebut dengan ajaran Islam, simbol-simbol Islam, dan lebih sadisnya dikaitkan dengan ajaran Khilafah yang merupakan ajaran Rasulullah, yang dipraktikkan oleh para sahabatnya yang mulia. Khulafaur Rasyidin, yakni, sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, Sayyidina Umar bin Khattab, Sayyidina Utsman bin Affan, dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Siapa yang berani bilang bahwa Khulafaur Rasyidin adalah orang-orang sesat lagi radikal, apalagi dituduh sebagai teroris.

Fenomena penjegalan, framing negatif, dan penggiringan opini untuk menyudutkan Islam ini seakan tidak imbang. Sementara di belahan bumi yang lain media seakan bungkam untuk membongkar fakta tentang pembunuhan massal saudara muslim kita di Gaza (14/5). 25 nyawa tak bersalah melayang, 1000 orang lainnya luka-luka dalam aksi damai mereka untuk menuntut hak kemerdekaan. Tak ada satu pun yang berani mengatakan bahwa Israel adalah teroris, atau mengaitkan Yahudi dengan aksi tersebut. Belum lagi yang dilakukan Amerika terhadap saudara-saudara muslim kita di Afghanistan, Irak, dan lainnya. Tak ada satu pun dari mereka yang kemudian mengaitkan agama Kristen dengan aksi terorisme terbesar sepanjang zaman tersebut. Rezim Myanmar yang terus membantai saudara kita di Rohingya. Otoritas China yang terus melakukan kekerasan dan pembunuhan terhadap muslim Uyghur. Seluruh mata tertutup dan telinga tersumbat, sehingga mulut terkunci untuk mengecam "The Real Terrorist" tersebut.

Hal ini mengingatkan tentang masa-masa sulit yang dialami Nabi SAW saat mendakwahkan Islam. Dakwah beliau selama 13 tahun lamanya senantiasa dihadapkan dengan berbagai ujian. Tak tanggung-tanggung, ujian tersebut berupa cacian, makian, framing jahat, bahkan hingga penyiksaan secara fisik dan embargo yang kemudian disebut sebagai tahun kesedihan.

Tak cukup sampai di sana. Para pembenci Islam kemudian tak habis akal untuk menghentikan dakwah beliau SAW. Rasul pun dipanggil menghadap Abu Jahal. Ditawarkan kepada beliau jabatan, kekuasaan, harta, hingga wanita. Namun kemudian dengan penuh keyakinan, tawaran tersebut dijawab dengan tegas oleh Rasul "Andai matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, niscaya aku tidak akan meninggalkan ini (dakwah), hingga Allah memenangkan dakwah ini, atau aku mati dalam memperjuangkannya". Jawaban yang membungkam dan membuat hancur harapan abu jahal.

Rasul demikian yakin padahal pada saat itu kondisi dakwah kaum muslimin belum juga menemukan titik terang. Sebab, matahari memang tak bisa ditahan untuk terbit. Sepasti itu, bahkan lebih pasti lagi, bahwa Islam beserta ajarannya yang mulia dan adil akan tegak di bumi Allah untuk kedua kalinya. Sepasti turunnya pertolongan Allah melalui wasilah 2 bani di Madinah, Aus dan Khazraj. Kemudian tegaklah syiar-syiar agama Islam ini, memancar ke seluruh penjuru dunia. Menerangi bumi dengan cahayaNya. Secercah matahari yang memang kemudian terbit setelah pekatnya malam.

Keyakinan kami adalah keyakinan baginda Rasulullah. Sebagaimana perkataan Sayyidina Umar bin Khattab "Kalian (kaum muslimin) adalah orang-orang yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka siapa saja yang mencari kemuliaan dari selain Islam, hanya kehinaan yang akan mereka dapatkan". Kalaulah fitnah ini merupakan bagian dari proses pertolongan Allah. Maka saksikanlah wahai Allah, kami ridho atas ketentuanMu.


Wallaahul muwaafiq

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.