Move On, Siapa Takut?

Hot News

Hotline

Move On, Siapa Takut?


Oleh: M. Hamka Syaifudin.

Ikutilah kesalahan mu dengan perbuatan baik, maka niscaya Allah SWT akan menghapus kesalahan-kesalahan mu”.

Pada umumnya manusia begitu condong dan percaya pada kekuatan hati. Sehingga apabila sudah terlanjur membenci atau mencintai seseorang sulit untuk melepaskannya. Hal ini wajar karena seorang insan mulia telah dititipkan rasa cinta dan kebencian dalam hati yang paling dalam. Sebuah karunia yang sangat luar biasa peran dan tanggung jawabnya dihadapan Allah SWT.

Allah SWT berfirman ”Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan daripada berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”  (QS At-Taubah: 24)

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa  Allah SWT sangat mengecam orang-orang yang mencintai kerabatnya, harta bendanya, perusahaannya, dan tempat tinggalnya lebih daripada mencintai Allah SWT dan RasulNya, lebih daripada melakukan jihad di jalanNya. Yakni, agar mereka menunggu apa saja yang dikenakan kepada mereka kelak bila Allah telah memutuskan sesuatu hukuman bagi mereka.

Dalam kehidupan ini banyak juga manusia yang terjerumus kedalam syahwat cinta dunia. Setiap gerakan dan aktivitasnya hanyalah untuk kepentingan dunia semata. Hal ini membuat ia semakin jauh dari Allah SWT.

Disatu sisi ada juga yang diberi hidayah oleh Allah SWT. Sehingga ia sadar kemana ia akan bergerak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka  inilah yang melakukan move on.

Ketika kebenaran itu datang mereka langsung menjemputnya. Sebab kesadaran telah lahir dan mengalir dalam jiwanya.  Mereka meyakini setiap nasehat kebaikan yang datang merupakan peringatan Allah SWT kepadanya. Inilah yang dinamakan move on menuju kepada hidayah Allah SWT.  Sebab manusia banyak yang tidak mudah untuk melepas segala kenikmatan yang membelenggu dirinya. Setiap hari ia berusaha bagaimana untuk berfoya-foya dengan kenikmatan itu, bagaimana agar ia bisa keliling dunia demi untuk memenuhi hasratnya.

Padahal kenikmatan itu akan di minta pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Sebagai orang yang beriman kepada Allah SWT, jangan larut-larut dalam memikirkan dunia ini. Jangan menenggelamkan pikiran dan kekuatannya hanya untuk meraih kenikmatan dunia, lalu mengabaikan perintah-perintah Allah SWT. Tetapi Jadikan kenikmatan dunia sebagai ladang untuk beramal sholih. Jadikan dunia sebagai ladang untuk berlomba-lomba dalam ketaatan pada sang Ilahi.

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda  "kamu belum dapat disebut orang yang beriman sebelum kamu mencintai Allah dan RasulNya melebihi segala sesuatu yang lain.

Hadits itu sudah cukup jelas secara tegas mengatakan bahwa cinta kepada Allah dan RasulNya harus di atas segala-galanya. Namun apakah kita sadar dan terbetik dalam hati kita untuk mau berubah? Inilah yang di namakan ujian keimanan.

Sejauh mana kita mempertahan kenikmatan itu dan mengabaikan perintah dari Allah SWT. Yakin dan percayalah pintu hidayah akan selalu terbuka untuk umat manusia. Hanya saja bagaimana kita mau menjemputnya dan mau untuk move on dari segala hal yang membelenggu.

Ketahuilah bahwa ada jaminan yang lebih mulia jika kita mencintai Allah SWT dan RasulNya diatas segala-galanya. Dalam hadist qudsi, Rasulullah SAW bersabda berdasarkan firman Allah SWT “Hai anak Adam, aku ciptakan kalian untuk beribadah KepadaKu, maka jangan main-main. Aku telah menjamin rezekimu, maka jangan bersusah payah mencarinya. Hai anak Adam, carilah Aku, kamu akan menemukanKu. Jika kamu menemukanKu, maka kamu menemukan segalanya. Jika kamu kehilanganKu, maka kamu kehilangan segalanya. Dan Aku mencintaimu melebihi segalanya.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah Rahimahullah berkata “Inilah kesempurnaan kekuatan cinta dan benci!”. Ia tidak akan sempurna melainkan dengan dua kekuatan, yaitu kekuatan pengetahuan dan keberanian hati. Kecintaan dan kebencian seseorang akan lemah seiring dengan perbuatannya tentang tingkatan-tingkatan yang dicintai dan yang dibenci.

Oleh karena itu jangan pernah ragu dan takut untuk move on.  Semakin kita mau mendekatkan cinta pada Sang Rabb, maka kenikmatan-kenikmatan akan selalu dicurahkan. 

Move on yuk….


Mahasiswa STIT Hidayatullah Batam

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.