Perjuangan Ketua TAKTIK Perwakilan Maluku-Papua Mendirikan TBM

Hot News

Hotline

Perjuangan Ketua TAKTIK Perwakilan Maluku-Papua Mendirikan TBM

(Hafid Abdullah, pendiri Taman Baca Baitul Akkad di Agats, Asmat, Papua/Dok. Hafid)




dapurpena.com  - Hafid Abdullah, Ketua Komunitas Taklim Jurnalistik (TAKTIK Community) Perwakilan Maluku-Papua prihatin melihat banyaknya anak-anak di Asmat, Papua tidak bisa membaca. Keprihatinan ini kemudian ditindaklanjutinya dengan mendirikan Taman Baca Masyarakat (TBM) Baitul Akkad.

Taman bacaan ini merupakan satu-satunya jaringan Komunitas 1001buku di Asmat, Papua, yang berdiri pada 28 Oktober 2016. TBM Baitul Akkad didirikan di bangunan berukuran 2,5 x 4 meter. Awalnya, keberadaan taman baca ini tak langsung diterima oleh masyarakat. Lama kelamaan, mulai ada penerimaan. Hafid Abdullah, seorang guru pendiri Taman Baca Baitul Akkad di Agats, Asmat, Papua.

                                                         ADVERTISEMENT

"Awal dibentuknya karena kegelisahan melihat banyak anak Asmat yang enggak bisa baca, bahkan ada yang lulus SD aja masih tertatih-tatih dalam membaca. Di samping itu, agar dapat menyediakan bahan bacaan untuk jamaah Masjid Saiful Bukhori," kata Hafid, sebagaimana dilansir kompas.com.

BACA JUGA : http://www.dapurpena.com/2018/05/forsilatnas-2-hadir-di-kota-apel.html

Setelah taman baca berdiri selama tiga bulan, Hafid yang seorang guru di SMP Negeri Mbait, Agats, Asmat, Papua, mengenal Komunitas 1001buku melalui media sosial. Taman baca yang dikelola Hafid mendapatkan donasi sebanyak 10 paket buku. Kini, TBM Baitul Akkad memiliki lebih dari 500 buku hasil donasi. Untuk meningkatkan minat baca anak-anak di Asmar, Hafid bekerja sama dengan PAUD Japupik, SD Negeri Mbait, dan SMP Negeri Mbait melalui kegiatan gerakan gemar membaca.

                                                          ADVERTISEMENT


Kegiatan ini dilaksanakan setiap Sabtu secara bergantian karena minimnya relawan. Setiap Sabtu, Hafid dibantu istrinya membawa buku ke sekolah-sekolah tersebut dan menggelar kegiatan pojok baca.

BACA JUGA : http://www.dapurpena.com/2018/04/taktik-community-wilayah-jatim-gelar.html


Awalnya, relawan yang membantu TBM ini berjumlah lima orang. Kini, hanya tersisa Hafid dan istrinya. "Kebiasaan anak Asmat yang susah diajak untuk belajar di TBM, kalau tidak ada makanannya. Jadi, dalam mengajak mereka untuk mau ke TBM dengan mengiming-imingi dengan makanan. Jadi kalau ada dana, baru mengundang mereka," kata Hafid.

Reporter : Admin
Editor : Saathir Mustaqim



This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.