Pesan Duka Kaum Muslimin

Hot News

Hotline

Pesan Duka Kaum Muslimin


Oleh: Ranita Febrilla

Tragis. Begitulah kira-kira gambaran umat Islam saat ini. Betapa tidak, kondisi kaum Muslim di Indonesia dan seluruh dunia benar-benar memprihatinkan. Belum lama ini Surabaya, yang dinobatkan sebagai salah satu Urban City, dinodai bom oleh teroris.

Yang menyedihkan, opini yang berkembang di masyarakat diarahkan bahwa pelakunya menjadi radikal karena ajaran Islam terkait jihad dan khilafah. Miris, ajaran Islam dituding sebagai biang kesalahan.

Padahal dalam ajaran Islam, nyawa manusia sangatlah berharga. Warga negara Khilafah, baik muslim maupun kafir dzimmiy wajib dijaga harta, darah dan kehormatannya. Bahkan dalam medan peperangan, tentara Islam dilarang membunuh orang-orang yang tak bersenjata. Jika dalam kondisi perang saja adabnya begitu, apalagi dalam kondisi damai layaknya di Indonesia.

Di tengah kesedihan atas apa yang terjadi di Surabaya, umat Islam kembali berduka. Pada Senin 14 Mei, Amerika Serikat (AS) secara resmi membuka kedutaannya untuk Israel di Yerusalem. Meski ditentang oleh Muslim dunia, Amerika menutup mata dan telinga.

Pemindahan kedubes Amerika sontak mendapat penolakan dari warga Palestina. Tentara Israel menembaki demonstran di perbatasan Gaza. Sedikitnya 52 warga Palestina syahid dalam insiden tersebut (tribunnews.com).

Amerika, Kejahatan Perang dan Terorisme
Dalam sejarahnya, Amerika seringkali menorehkan kekerasan dan kejahatan pada dunia Islam. Di Irak, Amerika berhasil meluluhlantakkan negeri kaya minyak tersebut dengan alasan adanya senjata pemusnah massal yang belakangan tak terbukti. Di Afghanistan, Amerika berdalih memerangi Taliban. Namun faktanya rakyat sipil yang menjadi korban.
Di Suriah, Amerika seolah membiarkan genosida yang terjadi. Terkait penjajahan Israel atas Palestina, Amerika berulang-ulang memberikan veto untuk mengamankan posisi Israel.

Bukan hanya itu, Amerika juga sukses memaksa dunia ikut serta dalam program war on terrorism versinya. Seolah yang tak setuju dengan Barat pastilah teroris.
Padahal adalah kesalahan jika menganggap yang tak setuju demokrasi pasti teroris. Karena faktanya asas demokrasi dan Islam saling bertolak belakang. Begitupun terorisme. Terorisme dalam pandangan Islam adalah kejahatan sehingga haram hukumnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, terorisme bermakna: penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik). Mengacu pada definisi tersebut, apa yang dilakukan oleh Amerika dan Israel adalah bentuk terorisme negara pada negara lain.

Disinilah hipokritnya Amerika dan negara-negara lain. Jika teror dilakukan oleh oknum muslim, maka dengan sigap label teroris melekat padanya. Namun jika pelaku kekerasan adalah negara, apalagi Amerika, dunia terdiam.

Teror dan kekerasan yang menimpa muslim Palestina, Uyghur, Rohingya, dianggap angin lalu. Apa yang terjadi pada dunia. Kenapa ada standar ganda?

Demokrasi dan Potensi Standar Ganda
Negara-negara di dunia umumnya memakai demokrasi sebagai asasnya, baik secara eksplisit maupun implisit. Ciri utamanya, demokrasi meletakkan kedaulatan ada di tangan rakyat. Dengan kata lain, rakyatlah yang berhak membuat hukum.

Inilah kelemahan pokok demokrasi. Manusia yang sarat kepentingan bertingkah layaknya Tuhan yang berhak membuat hukum. Bisa dibayangkan, produk hukum akan senantiasa mengikuti kepentingannya.

Karenanya standar benar-salah dalam demokrasi adalah relatif. Jika sejalan dengan kepentingan, maka akan dianggap benar. Sebaliknya, yang tak menopang kepentingan akan disingkirkan.

Pemindahan kedubes Amerika untuk Israel pun mengikuti kepentingan ini. Telah menjadi rahasia umum kapitalis Yahudi menjadi penopang negara adidaya tersebut. Maka wajar jika Amerika senantiasa mendukung apa yang dilakukan Israel.
Agar penjajahan dan teror kepada umat Islam berakhir, demokrasi dan standar gandanya harus segera dihentikan. Karena demokrasi lahir dari sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan (politik), maka untuk untuk menghentikanya, sekulerisme haruslah disingkirkan. Caranya, agama dan politik harus disatukan kembali. Dan satu-satunya yang bisa menyatukannya adalah politik Islam.

Dalam ajaran Islam, Rasulullah saw. diutus kepada seluruh manusia agar Islam menjadi rahmatan lil 'alamin. Konsep rahmatan lil 'alamin akan bisa tercapai jika syariat Islam diimplementasikan dalam kehidupan. Baik syariat yang berkaitan dengan pengaturan kekuasaan, ekonomi, persanksian, dan aturan publik lainnya.

Dengan demikian, sangat penting mendakwahkan Islam politik di tengah-tengah masyarakat. Agar masyarakat paham seperti apa pengaturan Islam terhadap negara, terhadap muslim dan non muslim. Karena dakwah dilakukan untuk membentuk keaadaran, maka dakwah haruslah berupa dakwah pemikiran. Dakwah tanpa kekerasan seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. di Mekkah sebelum negara Islam pertama di Madinah tegak.

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.