Puasa Pertama Si Bungsu

Hot News

Hotline

Puasa Pertama Si Bungsu


Oleh: Choirin Ummu Mush'ab (Ibu Asal Kota Batu)

Tepat 17 Januari awal tahun ini si bungsu berusia 5 tahun. Ya, kini ketika ditanya orang, "Kelas berapa Mush'ab?" Dia selalu menjawab singkat, "A2"

Jauh sebelum Ramadan tiba, kami sudah berbagi banyak hal tentang bulan mulia ini padanya. Kemuliaannya, pahala yang dijanjikan Allah, hingga aktivitas apa saja yang dilakukan saat Ramadan tiba. Puasa dan tarawih menjadi ibadah khas bulan suci yang terus diperkenalkan.

Ada banyak cara pula yang dicoba agar ia siap berpuasa di tahun kelima usianya. Berkisah, memotivasi, hingga membelikan buku kisah puasa anak di seluruh belahan dunia dilakukan. Alhamdulillah cukup berhasil membuat si bungsu bisa menjalankan puasa pertamanya di hari ke-1 Ramadan.

Dia benar-benar belajar mengendalikan dirinya dari makan, minum, dan jajan. Meski memang upaya pengalihan agar ia tidak fokus pada laparnya harus dilakukan. Pun buku Diari Ramadan dari sekolah cukup efektif menjadi senjata agar dia bertahan puasa. Dia harus memilih puasa jam 10, duhur, asar, atau magrib. Puasa hari pertama sukses jam 10 berbuka lanjut puasa lagi hingga maghrib. Semoga selanjutnya akan lebih baik dan sempurna sebulan penuh.

Ada kenikmatan tersendiri ketika mengajarkan si bungsu berpuasa. Apalagi ketika dia mulai merengek sambil memegangi perutnya yang lapar atau tiba-tiba pergi ke dapur dan bersiap membuka makanan. Dibutuhkan kesabaran dan trik-trik khusus agar program puasa anak bisa berjalan.

Hal pertama yang harus ditanamkan adalah puasa perintah Allah. Ada pahala berlimpah dan surga yang mengalir sungai susu dan madu di dalamnya.

"Aku bisa bermain di Surga?" tanyanya satu saat

"Insya Allah, apapun yang Mush'ab inginkan bisa dilakukan di surga." jawabku meyakinkan.

Sering-sering menguatkan aqidahnya agar ia berpuasa tidak semata-mata karena hadiah duniawi yang disiapkan ayah bunda. Ya, meski hadiah ini penting untuk motivasi awal agar dia bertahan puasa tapi motivasi akhirat jauh lebih ia butuhkan kedepannya.

Pengalihan sangat dibutuhkan ketika anak mulai merasa lapar. Ajak mengerjakan Diari Ramadan pemberian sekolah. Menggambar dan membacakan buku juga merupakan kegiatan yang asyik untuk mereka. Membuat kreasi dari barang bekas pun bisa dilakukan untuk mengusir kejenuhan saat menunggu waktu berbuka. Mengizinkan mereka bermain dengan teman sebaya juga menjadi hal yang sangat menyenangkan. Sesekali mengajak anak mengunjungi perpustakaan kota juga bisa dicoba.

Orangtuapun tak boleh membiarkan anak-anak bermain tak terkontrol ketika mereka berpuasa. Sering-sering mengucapkan, "Nak, kamu berpuasa lho ya! Jika ada temannya tidak puasa, tidak boleh ditiru," setiap mereka hendak bermain dengan temannya.

Jangan lupa pula mengajak mereka tidur siang! Agar mereka tidak letih dan siap diajak salat tarawih ketika malam tiba. Tidur siang ini pun sangat efektif agar anak kuat bangun untuk makan sahur keesokan paginya.

Ramadan bersama anak akan terasa lebih istimewa jika mereka senantiasa disibukkan dengan aktivitas ibadah. Membaca Alquran dan menghafalkannya sesuai dengan kemampuan mereka. Menghadiri majlis ilmu yang bertebaran di bulan mulia ini juga bisa mengajak ananda. Senantiasa mengajak mereka beribadah di masjid juga menjadi aktivitas berpahala dan sangat menyenangkan bagi mereka.

Selain usaha, sebagai orangtua pun kita harus senantiasa berdoa pada Allah agar Dia memudahkan kita mendidik mereka. Semoga anak-anak kaum muslimin di setiap penjuru bumi bisa diantarkan menjadi insan bertakwa sebagaimana yang Allah inginkan sebagai tujuan disyariatkannya puasa Ramadan.

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.