Ramadhan dan Ujian Kesabaran Muslim Indonesia.

Hot News

Hotline

Ramadhan dan Ujian Kesabaran Muslim Indonesia.

(sumber gambar:www.google.com)
Oleh: Tsaurina Aslam/ Ummu Kholid Amd.Pust
(Anggota komunitas Revowriter dan tim media Muslimah Purwakarta)

Marhaban ya Ramadhan...

Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang selalu disambut dengan penuh suka cita oleh kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia.
Di dalamnya pahala dari amalan seorang muslim dilipatgandakan, sebagaimana Rasulullah SAW kabarkan:
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan shaum. Amalan shaum tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang bershaum akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang bershaum lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Muslim no. 1151).

Tak hanya menahan lapar dan dahaga, pada bulan ini seorang muslim dituntut bersabar menahan amarah, “Shaum adalah membentengi diri, maka bila salah seorang kamu di hari ia bershaum janganlah berkata kotor dan jangan teriak-teriak, dan jika seseorang memakinya atau mengajaknya bertengkar hendaklah ia mengatakan, 'Sesungguhnya aku sedang bershaum.'" (HR. Bukhari 1904 & Muslim 1151).

Ujian Kesabaran atas Fitnah dan Stigma Negatif.

Pada Ramadhan kali ini nampaknya kaum Muslim di Indonesia harus ekstra menahan amarah dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat.

Usai terjadinya kerusuhan dan penyanderaan di Mako Brimob Kelapa Dua oleh terdakwa teroris kemudian disusul dengan kasus pemboman di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) yang diduga dilakukan oleh satu keluarga Muslim pada beberapa hari yang lalu, membuat fokus media dan pemerintah makin meruncing terhadap kaum Muslim. Memunculkan stigma negatif masyarakat serta tindakan represif aparat terhadap sebagian masyarakat muslim yang mengenakan atribut keislaman. Selain lelaki yang bercelana cingkrang juga berupa cadar yang dipakai sebagian wanita muslim di Indonesia sebagai orang-orang yang patut dicurigai sebagai pelaku teror.
Sehingga sejak kejadian teror itu beberapa wanita bercadar menjadi sasaran razia dan penggerebekan aparat di berbagai daerah di Indonesia.

Rentetan aksi teror yang terjadi belakangan ini rupanya menjadi celah manfaat bagi sebagian pihak untuk menebarkan virus kebencian (phobia) terhadap Islam melalui opini secara masif di berbagai media hingga menyentuh ke berbagai kalangan dan usia.

Tentu saja ini adalah fitnah keji terhadap kaum Muslim dan ajaran Islam.
Padahal Islam tidak mengajarkan pembunuhan atas jiwa yang tidak berhak untuk dibunuh.
“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (TQS. Al Maidah: 32).

Cadar dan Opini Sesat.

Sebagian muslimah di beberapa daerah di Indonesia merasa tidak lagi aman dan nyaman memakai cadar baik di lingkungan sekitar rumah maupun ketika berpergian, disebabkan oleh pandangan masyarakat yang terpengaruhi opini media kemudian mencurigai mereka sebagai orang yang berpotensi melakukan teror bom.

Ini agaknya akan menodai kesucian bulan Ramadhan yang harusnya dijalani dengan kebersihan hati dan dengan amalan-amalan yang baik dan sesuai dengan perintah dan larangan Allah swt.
Di antara masyarakat satu dengan yang lainnya saling mencurigai, bahkan hingga ke ranah kehidupan keluarga.

Islam adalah Solusinya.

Berbagai aksi teror di negeri ini tidak akan tumbuh subur jika aturan yang mengikat masyarakat dan penguasa adalah aturan yang terpancar dari aqidah yang benar dan berasal dari sesuatu yang Maha Benar, Allah swt.

Hanya Islam sajalah yang mampu memberi solusi atas berbagai aksi teror di berbagai belahan bumi manapun.
Selain itu Islam dengan aturannya menjamin dan melindungi harta dan jiwa setiap manusia, baik muslim maupun non-muslim (kafir dzimni).
Serta menjaga kemuliaan Islam dari berbagai fitnah yang dilancarkan oleh orang-orang kafir dan munafik.

Maka menerapkan Islam sebagai aturan hidup di tengah masyarakat oleh negara adalah suatu kewajiban.
Allah SWT. berfirman:
"Dan apa saja yang dibawa oleh Rasul, maka ambillah. Sedangkan apa yang dilarangnya, maka hindarilah. Bertakwalah kalian kepada Allah, karena Allah Maha Keras siksa-Nya." (Quran Surat Al Hasyr: 7)

Dan di ayat lainnya Allah swt. memerintahkan, "Dan hendaknya engkau menghukumi di antara mereka dengan apa yang Allah turunkan. Dan janganlah sekali-kali engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Hati-hatilah engkau terhadap mereka, karena mereka ingin menyesatkanmu dari sebagian yang telah diturunkan oleh Allah kepadamu." (TQS. Al Maidah: 49).

"Siapa saja yang tidak berhukum kepada apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka adalah orang-orang kafir." (TQS Al Maidah: 44)


"..maka mereka adalah orang-orang dzalim." (TQSAl Maidah: 45)


"..maka mereka adalah orang-orang fasik." (TQS Al Maidah: 47)

Di bulan penuh ampunan dan dikabulkannya segala do'a ini mari kita memohon agar kemuliaan Islam dapat kembali di tengah kehidupan kita. Yang dengannya kaum Muslim menjadi mulia dan bangkit dari kemunduran berpikir serta mampu menjadi pemimpin peradaban manusia.

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.