Ramadhan Mulailah “Bersahabat” Dengan Al-Quran

Hot News

Hotline

Ramadhan Mulailah “Bersahabat” Dengan Al-Quran

Sosro Hendriwati, S.T.*

Melihat kaum muslim dan muslimah membaca Alquran di area publik, sambil menunggu antrean di bank, terminal, menunggu anak sekolah, dagangan dan lain-lain, merupakan pemandangan yang menenangkan dan menyenangkan. Hal yang lumrah terlihat di Bulan Ramadhan, meski jarang ditemui di luar Bulan Ramadhan.

Ramadhan memang bulan yang luar biasa. Ia merupakan bulan teristimewa di antara sebelas bulan lainnya. Kenapa menjadi bulan istimewa?  Karena Alquran diturunkan untuk pertama kalinya pada bulan ini. Alquran merupakan petunjuk keselamatan hidup untuk seluruh manusia.

Keistimewaan selanjutnya, pada bulan ini Allah SWT memberikan ganjaran pahala yang   berlipat ganda. Tidak hanya amalan wajib, amalan sunnah pun akan mendapatkan pahala seperti halnya pahala wajib. Karena itu, semua orang berlomba–lomba melakukan kebaikan agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda tersebut, yang tidak akan ia dapati di luar Ramadhan.

Ramadhan yang disebut juga bulannya Alquran membuat kaum muslim berlomba-lomba agar bisa mengkhatamkan Alquran. Minimal 1 kali selama Ramadhan. Semangat untuk selalu melakukan kebaikan itu didorong oleh niatan mengharap keridhoan Allah semata. Dengan niat itu semua yang sulit menjadi mudah bahkan yang tak mungkin menjadi mungkin.

Bagi sebagian orang, mengkhatamkan Alquran 1 hari 1 juz itu tidaklah mudah di tengah segala aktifitas dunia yang menyibukkan.  Bahkan 1 tahun pun tidak kelar–kelar 1 kali khatam. Namun di bulan ini menjadi bisa, bahkan bisa lebih dari itu. Kemana pun dan di setiap kesempatan apapun Alquran selalu dibawa, atau paling tidak melalui aplikasi di HP yang semakin memudahkan membacanya.
Sebenarnya Alquran tak cukup hanya dibaca saja. Tak cukup hanya dijadikan target berapa kali sudah kita mengkhatamkannya. Namun jauh lebih penting dari itu,  Alquran harusnya juga dipahami maknanya. Kemudian kita mampu mengamalkannya dalam seluruh aspek kehidupan.

Meski hal itu tidak mudah bahkan sulit dilakukan. Terlebih kita hidup di zaman ini. Zaman di mana ketika orang Islam mulai malu bahkan takut dengan identitas keislaman yang ia kenakan. Takut dilabeli terorisme, khawatir jika ia mendakwakan Islam akan disebut pembawa ide radikalisme, tak berani mengkritik dan resah kalau dicap pembawa ujaran kebencian dan segunung ketakutan lainnya, yang dihembuskan para pembenci agama ini.

Teruslah membaca, memahami, mendakwahkan dan berusahalah mengamalkan Alquran. Karena Alquran yang kita pegang, kita baca, dan kita pahami ayat per ayatnya ini, adalah kebenaran di atas segala kebenaran. Juga merupakan berita yang terpercaya, yang tidak ada sedikitpun keraguan di dalamnya,  karena Alquran bersumber langsung dari Allah Swt, Tuhan pencipta alam semesta.

Bersahabatlah dengannya (Alquran), maka ia akan menjadi sebaik-baiknya sahabat. Sahabat yang akan menjadi penyelamat dan penuntun hidup kita untuk mendapatkan kebahagian, tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak. Insya Allah.



Editor: VP*

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.