Razia Miras Tak Membekas

Hot News

Hotline

Razia Miras Tak Membekas




Oleh: Lela Nurlela, S.Pd.I*


Menjelang Ramadan, tempat-tempat hiburan seperti klub malam, diskotik, karaoke, tempat pijat dan spa, tidak ketinggalan tempat-tempat yang menjual minuman keras (miras), serentak dilakukan razia di setiap daerah. Tak ketinggalan di daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk memberikan rasa nyaman bagi masyarakat KBB di bulan Ramadhan, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pemadam kebakaran menggelar razia miras. Menurut kepala  Dinas satpol PP dan pemadam kebakaran KBB, Rini Sartika menuturkan bahwa razia ini sudah rutin dilakukan setiap memasuki bulan Ramadan. Dari hasil razia menjelang Ramadan tahun ini yang dilakukan di KBB berhasil mengamankan 800 botol miras di wilayah Lembang. Ratusan miras tersebut diamankan dari warung-warung dan gudang milik warga (Jabarekspres.com).

Razia tempat yang menjual miras hampir dilakukan setiap tahunnya, tapi ternyata lepas dari bulan Ramadan, miras itu kembali muncul. ini menunjukan bahwa dari tahun ke tahun razia ini tidak membuat para pebisnis minuman haram tersebut berhenti dari usahanya. Bahkan saat ini makin maraknya miras di setiap tempat. Padahal sudah jelas miras itu diharamkan oleh Allah SWT sebagaimana firmanNya: "Wahai orang-orang yang beriman sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala-berhala dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan itu) agar kamu beruntung". (TQS.al-Maidah:90) Ayat diatas jelas menunjukan bahwa miras itu salah satu hal yang dilarang Allah SWT.

Miras saat ini sudah menjadi lahan bisnis yang sangat menguntungkan bagi sebagian masyarakat. Para pengusaha itu tidak lagi menghiraukan ketika banyak korban berjatuhan akibat minuman keras. Seharusnya penutupan miras itu harus dilakukan baik di bulan Ramadan ataupun bulan-bulan lainnya, bila perlu menutup tempat yg berjualan miras. Inilah akibat dari sistem kapitalisme. Sistem ini tidak lagi melihat manfaat atau mudarat dari sesuatu, yang menjadi tolak ukur adalah menguntungkan atau tidaknya sesuatu itu. Bisnis miras jelas menguntungkan para pengusaha.

Begitulah kondisi ketika manusia jauh dari aturan Allah SWT. terkait solusi tuntas untuk mencegah beredarnya miras bukan wilayah bagi sebagian orang, tapi sudah menjadi wilayah pemerintah yang berkuasa. Saat ini ketika Islam tidak dijadikan sebagai aturan dalam setiap aspek kehidupn, maka yang terjadi seolah-olah hukum Islam bisa dirubah sesuai situasi dan kondisi bagi orang yang punya kepentingan, ada saatnya diharamkan ada saatnya dibolehkan.

Di bulan Ramadan ini mudah-mudahan umat semakin bertakwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Salah satu bentuk dari takwa juga dengan berupaya mewujudkan Islam agar diterapkan di setiap aspek kehidupan.
Wallahu a'lam bi shawab.




Penulis adalah Alumni UIN Bandung
Editor: Vinci P*

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.