Semangat Sukses Ramadhan

Hot News

Hotline

Semangat Sukses Ramadhan


Oleh Halida (@halida_aja)

Sobat surga,  detik-detik Ramadhan tiba. In shaa Allah kita termasuk orang-orang yang ditakdirkan untuk bertemu dengan Ramadhan mulia tahun ini. Tak terasa ya? Waktu berjalan demikian cepatnya.  Pasti penuh suka cita menyambutnya ya.

Eits,  tunggu dulu.. Suka cita menyambut Ramadhan karema apa nih?  Apakah suka karena habis itu lebaran jadi bisa berkumpul keluarga besar dan dapat angpao ?  Atau suka cita karena bisa balik ke rutinitas Ramadhan yakni ngabuburit jelang berbuka. Jalan pagi setelah sahur serta jamaah subuh demi kenalan baru?  Atau just happy aja? Atau suka cita karena bertemu dengan bulan penuh berkah,  ampunan dan rahmat?  Sehingga kita bisa maksimal dalam beribadah? 
Semoga pilihan terakhir inilah yang menjadi alasan mengapa kita begitu happy jelang Ramadhan datang.

Marhaban yaa Ramadhan

Sobat surga, kehadiran Ramadhan memang harus selalu kita syukuri. Mengapa?  Karena tidak semua orang bisa bertemu dengan Ramadhan dan kita masih diberi umur serta kesempatan untuk menggauli Ramadhan. Para sahabat Nabi saw sangat menanti-nantikan kehadiran bulan Ramadhan bahkan sejak 6 bulan sebelumnya.  Doa yang sudah masyhur kita dengar yakni , "Ya Allah berkahi kami di bulan Rojab.

Ma’la Bin Fadhal berkata: “Dulu Sahabat Rasulullah berdoa kepada Allah sejak enam bulan sebelum masuk Ramadhan agar Allah sampaikan umur mereka ke bulan yang penuh berkah itu. Kemudian selama enam bulan sejak Ramadhan berlalu, mereka berdoa agar Allah terima semua amal ibadah mereka di bulan itu. Di antara doa mereka ialah : Yaa Allah, sampaikan aku ke Ramadhan dalam keadaan selamat. Yaa Allah, selamatkan aku saat Ramadhan dan selamatkan amal ibadahku di dalamnya sehingga menjadi amal yang diterima.” (HR. at Thabrani: 2/1226).

Aura kerinduan itu begitu lekat terasa. Perasaan rindu Ramadhan begitu menawan Rasul dan para sahabat. Bagaikan seorang kekasih yang sangat merindu pujaan hatinya.  Mereka sangat merindukan  keistimewaan Ramadhan yang tidak ada duanya sebagaimana yang telah dijanjikan Allah melalui lisan RasulNya yang mulia ketika menyampaikan khutbah menyambut kedatangan Ramadhan:

"Wahai  manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama..." (HR.  Ibnu Khuzaimah)

Rasul dan para sahabat jelas tak ingin ketinggalan dan tak mau menyia-nyiakan setiap detik Ramadhan kecuali menghabiskannya dalam cengkerama ibadah membersamai Tuhannya.
Ini menunjukkan bahwa Rasulullah dan para sahabat adalah orang-orang yang sangat mengenal Tuhannya yakni Allah swt.  Satu-satunya Tuhan yang berhak diibadahi dan ditaati dalam setiap langkah dan geraknya. Semuanya dalam area perintah dan laranganNya.  Sehingga,  Rasul dan para sahabat tidak termasuk orang yang bertemu Ramadhan tapi celaka sebagaimana diungkapkan Imam Nawawi, “Celakalah kaum Ramadhaniyyin. Mereka tidak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadhan.”

Sobat surga...Sungguh, Ramadhan memang sesuatu banget...sampai-sampai
Ibnu Mas’ud Al-Ghifari menceritakan,
"Sekiranya hamba mengetahui apa itu Ramadhan tentu umatku akan berharap agar sepanjang tahun itu Ramadhan.”
Wow...Ramadhan bener-bener sesuatu.


Ada hal yang Rasul dan para sahabat lakukan ketika melihat hilal di ufuk. Munculnya hilal pertanda masuknya bulan baru di bulan Ramadhan. Serta merta mereka melantunkan  sebuah doa.

Dari Ibnu Umar dia berkata : Bila Rasul melihat hilal dia berkata : "Allah Maha Besar. Ya Allah, jadikanlah hilal ini bagi kami membawa keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman dan taufik kepada yang dicintai Robb kami dan diridhai-Nya. Robb kami dan Robbmu (hilal) adalah Allah.” (HR. Addaromi).

Diriwayatkan bahwa Umar bin Khatthab menyambutnya dengan menyalakan lampu-lampu penerang di masjid-masjid untuk ibadah dan membaca Al-Qur’an. Yah...di bulan Ramadhan memang bulannya Alquran.  Para sahabat Rasulullah mengisinya dengan banyak tilawah.  Ada yang sehari khatam,  3 hari khatam, atau seminggu khatam.  Luar biasa ya sobat surga... 😊


Barometer Sukses Ramadhan
Kesuksesan meraih sesuatu memang harus ada ukurannya.  Ukuran kesuksesan Ramadhan harus tampak pada 4 hal,  yaitu:

1. Sukses meraih ampunan Allah.
Sobat surga, ternyata  tak semua orang yang bertemu bulan Ramadhan mendapat ampunan dari Allah secara otomatis.
Rasul bersabda, "Sungguh rugi seseorang yang ketika  (nama) -ku disebut di sisinya, dia tak akan bershalawat atasku.  Sungguh rugi seseorang yang  bertemu dengan Ramadhan lalu Ramadhan berlalu darinya sebelum dosa-dosanya  diampuni..." (HR At Tirmidzi,  Ahmad,  Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim).
Wii,  serem juga ya. Berarti kita kudu serius menjalani Ramadhan. Pendekatan kita kepada Allah haruslah maksimal.  Ini sebagai bentuk "rayuan maut" kita kepadaNya.  Supaya, Allah ridho dan berkenan menghapus dosa-dosa yang melekat pada kita. Karena, hanya Allah yang mampu menghapus dosa kita tak ada yang lain..

2. Sukses meraih kebaikan Lailatul Qodar.
Sobat surga, kalian pasti sudah sering mendengar bahwa bulan Ramadhan mengandung malam yang lebih baik dari seribu bulan yakni lailatul qodar. Tentu meraihnya adalah sebuah tanda kesuksesan yang riil. Nabi saw bersabda,  " Sungguh bulan (Ramadhan) telah datang kepada kalian.  Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.  Siapa sajayang tak mendapatkan (kebaikan)-nya maka dia tidak mendapat kebaikan seluruhnya. Tidak ada yang diharamkan dari kebaikannya kecuali orang yang bernasib buruk" (HR ibnu Majah).

3. Sukses meriah pahala berlipat ganda dari amal shalih yang dikerjakan secara maksimal di sepanjang bulan Ramadhan. Amal shalih semacam tadarus Quran,  shalat tarawih,  sedekah,  qiyamul lail,  amar ma'ruf nahi munkar, dan lain-lain sejurus dengan ibadah taqarrub. Akan tetapi,  Allah sukai adalah segala hal yang Ia fardhukan sebagaimana yang difirmankan dalam hadis qudsi. 
"Tidaklah hamba-Ku bertaqarrub kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang utama dari apa yang Aku fardhukan atas dirinya... " (HR Albukhori,  Ibnu Hibban dan Albaihaqy)

4. Sukses meraih gelar takwa sebagai hikmah pensyariatan atas diwajibkannya puasa. 
"Hai orang -orang yag beriman,  diwajibkan atas kalian berpuasa,  sebagaimana puasa itu diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa " (TQS Albaqoroh 183')

Sobat surga, itulah 4 hal yang menjadi standar kesuksesan seseorang dalam bertaqarrub. So,  yuk kita semangat untuk mengejar "sukses Ramadhan". Mengisi Ramadhan dengan menjauhkan diri dari kesia-siaan atau dalam hal-hal yang diharamkan.  Serta,  menjalankan segala perintah baik yang bersifat wajib ataupun sunnah. Semuanya harus dilakukan dengan dasar keimanan bukan yang lain.  Semangat sukses Ramadhan!!

*penulis adalah praktisi pendidikan dan anggota revowriter Jawa Timur.

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.