Sucikan Ramadhan Dengan Persatuan

Hot News

Hotline

Sucikan Ramadhan Dengan Persatuan


Oleh: Ana Miftahussyuhada
(Ibu Rumah Tangga Peduli Generasi)



وَاْعْتَصِمُواْبِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَ لا تَفَرَّقُواْ                     
“Dan berpeganglah semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS. Ali Imran: 103).

Marhaban Yaa Ramadhan. Bulan mulia yang dinantikan oleh setiap kaum muslimin di belahan dunia manapun. Seluruh umat Islam hendaknya menyambut dengan suka cita serta mempersiapkan diri dan hati yang bersih. Namun, menjelang datangnya bulan yang suci ini kaum muslimin di negeri Indonesia yang kita cintai harus berduka. Terjadi ledakan bom di 3 gereja dan polres di wilayah jawa timur, setidaknya memakan 9 korban yang meninggal dunia serta sekitar 20 orang luka-luka. Mirisnya lagi sebagian dari mereka mengaku adalah seorang muslim.

Padahal jelas Islam mengaharamkan teror. Apalagi membunuh jiwa yang tak bersalah, baik muslim maupun non muslim. Karena permusuhan itu penghalang diampuninya dosa. Nabi SAW bersabda: "Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang diantara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, 'Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai." (HR. Muslim).

Adanya fenomena ini, terlepas dari apapun motifnya menunjukkan kepada kita bahwa ada sebagian kalangan yang mempunyai semangat "Jihad" dan menempatkan makna jihad didalam arti yang tidak tepat. Jihad dalam makna perang hanya bisa dilakukan ketika adanya institusi daulah khilafah dan dalam kondisi mempertahankan diri dari musuh. Tidak bisa kemudian itu di lakukan dalam kondisi damai seperti saat ini. Yang seharusnya di pahami kaum muslimin saat ini adalah fakta bahwa saat ini negara kita sedang terjajah secara ekonomi dan pemikiran-pemikiran kufur. Bukan secara fisik. Oleh karena itu maka hendaknya kita mencontoh suritauladan terbaik di dunia ini yaitu nabi Muhammad SAW. Beliau berdakwah tidak pernah melakukan kekerasan apalagi membunuh orang lain sebelum tegaknya Islam di Madinah. Yang dilakukan adalah memahamkan tentang Islam. Adapun perang terjadi adalah setelah Rasulullah hijrah di Madinah dan menerapkan Islam secara kaffah di sana.

Untuk itu, di bulan ramadhan ini marilah kita rapatkan barisan jangan sampai terprovokasi isu-isu yang tidak jelas. Dan ini menjadi cambuk buat kita untuk semakin semangat dalam mendakwahkan Islam yang kaffah. Fenomena ini terjadi tidak terlepas dari lemahnya pemahaman kaum muslimin terhadap Islam itu sendiri dan tidak adanya institusi yang menerapkan Islam secara kaffah. Hanya Khilafah Islamlah yang mampu menjaga persatuan umat dan kesucian bulan Ramadhan.

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.