Syariat Islam Wajibkan Penghormatan Rumah Ibadah dan Haramkan Pembunuhan Tanpa Hak

Hot News

Hotline

Syariat Islam Wajibkan Penghormatan Rumah Ibadah dan Haramkan Pembunuhan Tanpa Hak



(Meika Nurul Wahidah, Pendidikan Sejarah  2016)


Teror pengeboman tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur, harus segera diungkap tuntas akar masalahnya. Menurut Buya, perbuatan bom bunuh diri yang mengatasnamakan Tuhan adalah perbuatan yang kejam. Sebab Tuhan tidak mengajarkan hal itu. Mereka melakukan aksi karena sudah terpengaruh dengan syahwat kekuasaan. Guru Besar UNY ini juga mengatakan bahwa jika melakukan kekerasan atas nama agama sudah perbuatan melebihi setan.  Terlebih mengingat 2 tahun ini adalah tahun politik sehingga polisi dituntut untuk bekerja keras dan efektif serta berperan aktif dalam masyarakat di lingkungannya masing-masing. (vivo.co.id)

Pada sumber yang sama, mengatakan bahwa seorang pengamat teroris, Harist Abu Ulya menilai bahwa pengeboman tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu 13 Mei 2018 merupakan aksi teror terorganisir dan terencana dengan rapi. Beliau mengatakan bahwa peristiwa ini sudah organisir dengan baik. Siapa sasarannya, targetnya dimana, sehingga bukan spontanitas. Selain itu peracikan bom pun tidak sebentar, material yang digunakan itu apa saja, kemudian dibawa memakai kendaraan apa, siapa yang meledakkan, target serangannya dimana, dan semua itu butuh perencanaan. Dalam media lainnya, Detiknews juga mengabarkan bahwa PBNU mengkritik kinerja intelejen dalam mencegah aksi terorisme. Hal ini ditandai dengan berulangnya kejadian teror.

Berbagai reaksi dari kalangan petinggi beermunculan, diantara sepeti yang dilansir dari viva.co.id, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak tokoh dan umat beragama, termasuk mendoakan keselamatan bangsa, juga mendoakan para teroris agar kembali pada jati diri kemanusiaannya. Begitupun Presiden RI mengecam keras adanya pengeboman tiga gereja di tiga kota tersebut. Beliau mengatakan bahwa tindakan teroris kali ini sungguh biadab, karena terduga pelaku juga menggunakan dua anak di bawah usia 10 tahun dalam aksi bom bunuh diri tersebut. Beliau juga menambahkan bahwa terorisme adalah kejahatan kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun karena semua agama menolak terorisme apapun alasannya.

Saat sebagian orang menuduh kelompok aktivis dakwah adalah bagian dari teroris, hal itu adalah sebuah pernyataan yang membuat miris. Pasalnya aktivitas dakwah adalah aktivitas menebar kebaikan dan mensyiarkan Islam. Dan tentunya Islam tak pernah mengajarkan kepada hambanya untuk berdakwah dengan cara kekerasan, apalagi sampai melakukan pengeboman yang menghilangkan nyawa seseorang. Ditambah lagi sebagian orang beranggapan bahwa mereka yang berkerudung panjang, bercelana cingkrang, itulah ciri teroris. Label teroris seolah hanya diperuntukkan bagi umat muslim. Tapi coba kita lihat Israel yang telah sekian lama membantai umat Islam di Palestina, pernahkah mereka dicap sebagai teroris? Atau komunis Cina yang dengan tega memenjarakan muslim ugyur dan memaksa mereka membakar kitab suci Al-Qur’an, pernahkan label teroris tertuju pada mereka? Nyatanya tidak.

Salah satu indikasi lainnya yang membuat seseorang dicap sebagai teroris adalah karena ketaatannya, dia yang dianggap terlalu fanatik dengan Islam, terlalu berlebihan dalam memperjuangkan Islam, maka mereka adalah teroris. Begitupun mereka yang memperjuangkan syariat Islam atau penegakan khilafah, dipojokan dan dianggap teroris. Ini adalah sebuah indikasi, sesuatu yang belum jelas kebenarannya namun sudah tersebar pemberitaannya. Jika benar Muslim adalah teroris, yang melakukan pengeboman di berbagai wilayah, maka sudah pasti tak ada lagi orang kristen, hindu atau budha yang akan hidup hari ini. Bayangkan saja jika satu orang muslim melakukan bom bunuh diri, maka berapa banyak orang yang akan kehilangan nyawanya, sedangkan di dunia ini mayoritas terbesar adalah memeluk Islam. Seseorang yang memakai jas dan duduk dikursi parlemen bisa saja melakukan korupsi, tapi apakah semua orang yang berjas dan duduk dikursi parlemen adalah seorang kouptor? Tentu tidak bukan?. Karena Islam itu damai, dakwahnya hanya ingin kebaikan bagi umat.

Pengeboman bukanlah solusi yang diajarkan Islam untuk menumpas kemungkaran. Membunuh kaum kafir dengan cara melakukan pengeboman, hal tersebut malah justru akan membuat mereka meninggal dalam keadaan kafir, lain halnya dengan Islam yang menginginkan adanya upaya penyadaran kepada umat agar kembali kepada jalan Allah. Lalu, pantaskah teroris disematkan pada diri Muslim?

 Islam mengatur bagaimana seorang muslim dan musliman beinteraksi, terhadap sesama, tentang bagaimana interaksinya laki-laki dengan perempuan, maupun interaksinya dalam bermasyarakat baik muslim maupun non muslim. Islam juga melarang adanya bunuh diri, termasuk Islam mengatur siapa yang harus dibunuh dan siapa yang dilarang dibunuh. Dalam sebuah hadist juga dikatakan “Barang siapa membunuh kafir dzimmi maka ia tidak akan masuk syurga. Padahal sesungguhnya bau syurga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun" (H.R. Nasa;i). Hadist tersebut secara tidak langsung menggambarkan tentang bagaimana seorang muslim memperlakukan seorang kafir dzimmi.

 Sebuah kisah pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, diceritakan bahwa ketika itu Yerussalem berhasil dibebaskan oleh Negeri Muslim yang saat itu di pimpin oleh Umar bin Khathab.  Saat menduduki Yerussalem, beliau mengunjungi Gereja Makam Kudus yang dipercaya sebagai gereja yang dibangun diatas makam Yesus. Saat itu beliau ditemani oleh seorang uskup tertinggi di gereja itu. Tiba- tiba waktu dzuhur datang, kemudiann sang uskup pun menawarkan umar untuk sholat di dalam Gereja Makam Kudus. Namun Khalifah Umar menolak dengan halus  dan mengatakan, “Jika aku sholat di sini, maka umat muslim yang lain akan berkata bahwa khalifah Umar Khathab pernah sholat di sini, sehingga lambat laun gereja Makam Kudus ini bisa berubah menjadi masjid. Cerita singkat tersebut menjadi gambaran tentang bagaimana Islam mengajarkan umatnya untuk menghargai rumah ibadah.

Indikasi Muslim adalah teroris, akankah dipercaya begitu saja? Islam itu rahmatan lil alamin, bukan hanya rahmatan lil muslimin. Ia memberikan rahmat bagi seluruh alam ketika syariatnya diterapkan. Islam agama yang penuh rahmat, dan ia menebarkan rahmat dengan cinta yang diwujudkan dalam aktivitas dakwahnya.  Dakwah itu ada karena rasa peduli dalam diri pada saudara-saudaranya. Apa jadinya dunia ini tanpa Islam? Apa jadinya kita tanpa dakwah?


Editor: Hamka*






This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.