Teror Bom Makin Horor

Hot News

Hotline

Teror Bom Makin Horor


Oleh : Zumrotul Khoiriyah
(Komunitas Muslimah Pantura)

          Peristiwa teror bom kembali terjadi di negeri ini. Masyarakat kembali dicekam rasa was-was dan syak wasangka. Mei 2018 menyimpan cerita pilu bagi masyarakat. Kasus lama terulang kembali yakni kekerasan bersenjata dan kasus bom bunuh diri. Tercatat sebelum pelaksanaan puasa Ramadhan mulia, 5 kasus teror telah terjadi.  Diawali peristiwa kerusuhan di Mako Brimob Depok Jawa Barat, disusul bom Surabaya di 3 tempat ibadah, lanjut bom rusunawa Wonocolo Sidoarjo, hari berikutnya bom meledak di Polrestabes Surabaya dan terakhir di Mapolda Riau. (news.idntimes.com)

          Klaim menyatakan bahwa pelaku kerusuhan dan teror bom adalah muslim.  Ada yang berbeda dari insiden-insiden teror sebelumnya.  Story teror kali ini tambah ngeri karena melibatkan sosok ibu dan anak. Seperti insiden yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo didapati pelaku adalah satu keluarga (ayah, ibu dan anak-anaknya). Dari berita yang beredar, aksi kekerasan dan teror bom dilakukan berdalih sebagai amal jihad di jalan Allah SWT. Benarkah Islam mengajarkan hal demikian? mari cari buktinya.

          Seorang muslim adalah hamba Allah, kehidupannya wajib terikat dengan aturanNYA. Ada seperangkat aturan yang bersifat mengikat dan konsekuensi yang akan didapat saat mengamalkannya. Allah telah menjelaskan apa-apa yang wajib dikerjakan dan apa saja yang harus ditinggalkan. Tidaklah Allah menurunkan risalah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW untuk berbuat kerusakan. Namun sebaliknya, Islam dan muslim adalah penebar kebaikan untuk menjadi rahmat seluruh umat. Sebagaimana Allah SWT berfirman yang artinya: "Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia". (QS. Al Anbiya: 107)

          Fakta sejarah membuktikan bahwa ajaran Rasulullah Muhammad telah membawa perdamaian dan hubungan yang harmonis sesama manusia. Dakwah artinya menyampaikan kebenaran kepada manusia untuk berbuat baik dan bijak dalam kehidupan, menaati ketetapan atau aturan dari sang Maha Kuasa. Allah bahkan mencela dan murka terhadap pembunuhan jiwa-jiwa yang haram darahnya. Sebagaimana Allah berfirman: "Barang siapa membunuh orang mumin secara sengaja, maka balasannya adalah neraka jahannam dan ia langgeng didalamnya. (QS. An-Nisa' : 93)

          Bagaimana dengan membunuh non muslim? Hadist berikut menjelaskan Islam mencegah pembunuhan terhadap orang kafir dzimmi (orang-orang kafir yang hidup di negeri Islam dan mendapat perlindungan karena Tidak Memusuhi Islam): Barang siapa yang membunuh seorang dari ahli dzimmah, maka ia tidak akan mencium aroma Surga. Sesungguhnya aroma surga dapat tercium dari (jarak) perjalan 40 tahun. (HR. An Nasai. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
          
Islam adalah agama yang beradab. Jihad (perang) dalam Islam memiliki aturan yang sangat rinci. Pertumpahan darah adalah langkah terakhir yang akan dilakukan setelah sebelumnya sudah didakwahkan dan dilakukan langkah diplomatik untuk mewujudkan ketaatan kepada Allah. Dakwah Islam hanya menyeru untuk berbuat baik dan menghilangkan kedzaliman yang ada. Agama dan kepercayaan (keimanan) apapun dilindungi dalam Islam, sehingga tidak ada paksaan seseorang masuk kedalamnya. Allah berfirman Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. (QS. Al Baqarah: 256).

         Perhatikan arahan dan nasihat Rasulullah SAW kepada para amirul jihad (pemimpin pasukan) ketika hendak berangkat ke medan perang. Para khalifah setelah beliau juga melakukannya hal ini.  Nasihat Rasul SAW kepada amirul jihad  perang Mu'tah sebelum melepas keberangkatannya: "Berperanglah dengan menyebut nama Allah dan di jalan Allah. Perangilah mereka yang kufur kepada Allah. Berperanglah, jangan kalian berlebihan (dalam membunuh). Jangan kalian lari dari medan perang, jangan kalian memutilasi, jangan membunuh anak-anak, perempuan, orang tua yang sepuh, dan rahib di tempat ibadahnya." (HR. Muslim 1731, Abu Dawud 2613, at-Tirmidzi 1408, dan al-Baihaqi 17935). Hadits ini menunjukkan Islam melarang  membunuh sembarang manusia dan merusak fasilitas umum termasuk tempat ibadah.

          Sekali lagi membuat teror bukanlah amalan ajaran Islam. Islam sangat tegas memberikan sanksi kepada pelaku teror, baik dari muslim atau kafir dzimmi dengan hukuman yang berat. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam al Qur'an: "Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar". (QS Al Maidah : 33)

          Teror adalah suatu perbuatan yang tidak beradab. Dia bukanlah ajaran Islam dan ada sanksi yang berat bagi pelakunya. Oleh karena itu teroris adalah orang yang melakukan aksi teror. Tak peduli siapapun dia, apapun agama dan statusnya di tengah masyarakat.

 Wallahu a'lam bi showab


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.