Ulama Pewaris Nabi

Hot News

Hotline

Ulama Pewaris Nabi





Oleh Amallia Fitriani

Kementrian Agama (Kemenag) telah merilis 200 daftar ulama yang direkomendasikan untuk mengisi tausyiah diberbagai wilayah di tanah air. Daftar ini akan terus diupdate setiap saat sesuai dengan masukan yang diterima dari masyarakat, tokoh, maupun organisasi kemasyarakatan. Kriteria yang ditetapkan oleh Kemenag bagi para ulama yang masuk dalam daftar rekomendasi tersebut setidaknya ada tiga hal, yaitu kompetensi keilmuan dan pengetahuan agama yang mumpuni, mempunyai reputasi yang baik serta memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi. (detik.com/18/5/2018)

Menteri agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan nama yang masuk memang harus memenuhi tiga kriteria itu. Namun, para mubalig yang belum masuk dalam daftar ini bukan berarti tidak memenuhi tiga kriteria tersebut

Hal ini memicu pro-kontra di tengah-tengah masyarakat dan para ulama. Pasalnya daftar tersebut dianggap akan menimbulkan fitnah di masyarakat dan memecah belah para ulama. Bahkan dikabarkan sosok ustaz Fahmi Salim meminta namanya dicopot dari daftar 200 nama ulama yang diumumkan oleh Kementerian Agama. "Menghindari fitnah dan perpecahan antar ulama, ustaz Fahmi Salim minta dicopot namanya dari daftar 200 ustaz rekomendasi Kemenag" posting akun instagram @fahmisalimz. (BANGKAPOST.com/20/05/2018)

Pemberitaan tersebut menimbulkan banyak pertanyaan ditengah-tengah masyarakat. Pasalnya para ulama di Indonesia amatlah banyak. Namun, mengapa hanya 200 ulama yang dirilis pemerintah, apalagi banyak para ulama yang sudah masyhur dan banyak jemaahnya tapi tidak masuk rilis dari Kemenag. Sampai tercuat kabar bahwa akan adanya kontrol pemerintah atas dakwah Islam dan pada akhirnya muncul kesimpulan ditengah-tengah masyarakat bahwa ulama yang tidak dirilis oleh pemerintah adalah para ulama kritis yang selalu kontradiktif dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Ulama adalah pewaris nabi

Ulama adalah pewaris nabi begitu jelas Rasulullah SAW menyebutkannya dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmizi. Sebagaimana diketahui bahwa tugas Nabi itu adalah membina dan membimbing umat dari jalan kesesatan menuju jalan kebenaran dengan berlandaskan pada wahyu. Menuntun umat menuju kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat. Mengeluarkan umat dari kegelapan dan kehancuran. Menyelamatkan umat dari kebodohan dan kenyataan. Yang terpenting yaitu menyampaikan amanat risalah dari Allah Swt. 

Allah Swt berfirman dalam Alquran "Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah Swt diantara hamba-hambaNya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Swt Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS.Al Fathir: 28).

Ibnul Qayyim menyatakan bahwa ayat tersebut merupakan pembatasan bahwa orang yang takut kepada Allah Swt adalah ulama. Ketakutannya muncul berdasarakan pada pengetahuan yang mendalam terhadap syariat Islam, sehingga ia sangat berhati-hati dalam setiap perilakunya agar tetap sejalan dengan syariat Islam. Selanjutnya Ibnul Qayyim membatasi bahwa ulama adalah orang yang pakar dalam hukum Islam, yang berhak berfatwa ditengah-tengah manusia, yang menyibukkan diri dengan mempelajari hukum-hukum Islam kemudian menyimpulkannya dan merumuskan kaidah halal dan haram.

Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa ulama ialah orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang ayat-ayat Allah, baik pengetahuan tentang kebenaran Allah, takwa, dan khasysyah (takut) kepadaNya (M. Quraish Shihab).

Pengetahuan ilmu agama yang mendalam dan ketakwaan ulama terhadap hukum-hukum Islam menjadi sebuah standar seseorang disebut sebagai ulama. Ulama mempunyai kedudukan terhormat dikarenakan keilmuan dan ketakwaannya. Sebagaimana Allah berfirman, Allah meninggikan darajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberikan ilmu (ulama) beberapa derajat. (QS. Al-Mujadalah: 11).

Ulama dalam Islam

Selepas zaman Rasulullah saw tidaklah sulit mengidentifikasi ulama  karena peran yang cukup jelas sebagai panutan dalam masyarakat. Tidak ada pemisahan antara ulama dan umaro. Posisinya didalam masyarakat adalah tempat rujukan ketika terjadi persoalan-persoalan di masyarakat. Hal ini berlangsung selama masa khulafaur rasyidin. Setelah kekhilafahan dan mulai diterimanya kapitalisme, serta mulai masuknya tsaqofah-tasqofah asing ditengah-tengah umat, yang mana paham sekulerisme mulai diemban, peran ulama sedikit demi sedikit digeser menjauhi peran politik kenegaraan. Umat mulai memisahkan peran agama dalam kehidupan sehingga ulama dibatasi pada persoalan ritual keagamaan saja. Agama perlahan dipisahkan dari kekuasaan politik. Perkembangan hasanah keilmuan Islam mengalami kemunduran yang menyedihkan dan ulama justru diawasi oleh penguasa, bukan mengawasi penguasa agar tidak menzalimi masyarakat. Hari ini kondisi serupa pun terjadi di negeri ini dan menjadi semakin memperihatinkan dengan keluarnya rilis ulama yang direkomendasikan oleh Kemenag. Ulama seolah diwajibkan searah dengan penguasa.

Dalam Islam seorang ulama semestinya menyampaikan risalah yang dibawa oleh Rasulullah seluruhnya tanpa ada yang ditutupi. Sehingga mustahil menyempitkan hanya pada hal-hal yang selaras dengan kepentingan penguasa saja. Misalkan, materi ceramah yang menyejukkan kalbu saja atau menghindar pada materi-materi yang dianggap radikal, padahal materi tersebut tidak bertentangan dengan Alquran dan assunah, yang justru akan membangkitkan pemikiran umat. 

Sementara ulama wajib menyampaikan seluruh kandungan isi Alquran sebagai wahyu Allah Swt tanpa terkecuali. Sikap demikianlah yang semestinya ditampilkan oleh para ulama. Sebagaimana hadis nabi bahwa ulama adalah pewaris Nabi, maka ulama sudah semestinya menyampaikan mana yang hak dan mana yang batil, mana yang halal dan mana yang haram secara gamblang ditengah-tengah umat sesuai dengan risalah yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad saw, agar umat Islam tercerahkan dan mampu bangkit dari keterpurukan yang ada saat ini.



Editor: Vinci P*

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.