Bukan Dokumen Sejarah

Hot News

Hotline

Bukan Dokumen Sejarah




Oleh: Lulu Nugroho

Kemeriahan suasana Ramadan dan Idulfitri menghiasi tanah air. Berbagai peristiwa pun terjadi di seputar hari yang penting bagi umat Islam tersebut. Tak kalah menarik adalah kunjungan Yahya Staquf ke Israel yang terjadi di penghujung Ramadan.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini, membenarkan adanya undangan untuk PBNU dari salah satu kampus Israel yang kemudian viral di media sosial.

Helmy mengatakan, perwakilan NU yang diundang adalah Katib Aam Syuriah PBNU Yahya Cholil Staquf. Namun Helmy menegaskan jika kehadiran Yahya yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu untuk memberi dukungan terhadap Palestina, CNNIndonesia (9/6).

Bukan hanya kunjungannya yang menuai reaksi dari sejumlah kaum muslim di dalam dan luar negeri. Tapi juga dialog dalam video Forum Global AJC durasi 14.35 menit yang disebarkan dari akun youtube AJC Global. Kemudian diterjemahkan oleh Gus Zaim Cholil Mumtaz, Pengurus GP Anshor Departemen Hubungan Luar Negeri, dalam transkrip NUonline (12/6). Terdapat hal menarik untuk kita kritisi. Yaitu ketika Yahya menyatakan bahwa Alquran adalah dokumen sejarah.

Hal ini disampaikan oleh Yahya Staquf ketika David Rosen mengemukakan bahwa perlu adanya interpretasi ulang  terhadap Alquran. Sebagai upaya untuk menghilangkan penghalang bagi terciptanya hubungan baik antara Yahudi dan Islam.

Kemudian Yahya sepakat dengan hal tersebut. Bahwasanya Alquran adalah dokumen sejarah yang berisi bimbingan moral dalam menghadapi situasi tertentu. Ketika situasi dan realitas berubah maka anda tahu, perwujudan semangat moralitas harus dirubah juga, jawab Yahya.

Dokumen Sejarah 

Bagaimana arti dokumen sejarah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)? (link):https://kbbi.web.id/dokumen
dokumen/do·ku·men/ /dokumén/ n 1 surat yang tertulis atau tercetak yang dapat dipakai sebagai bukti keterangan. 
Pranala (link): https://kbbi.web.id/sejarah.html
se·ja·rah n 1 asal-usul (keturunan) silsilah; 2 kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. 
Berarti dokumen sejarah adalah sebuah surat yang tertulis tentang peristiwa yang terjadi pada masa lampau.

Memang betul, kaum muslim sepakat Alquran diturunkan beberapa abad lalu secara berangsur-angsur kepada Muhammad Rasulullah adalah sebuah pedoman hidup kaum muslim. Sebagai muslim yang tidak ragu sedikitpun bahkan 1% sekalipun tak boleh, bahwa pedoman hidup tersebut adalah firman Allah. Maka kita percaya bahwasanya hanya Allah, penciptanya manusia yang paling tepat memberi arahan dan petunjuk untuk semua permasalahan manusia dimanapun ia berada. Begitu pula terhadap konflik kaum muslim dengan Israel.

Jika dikatakan Alquran sebuah dokumen sejarah, maka keutamaan dan ketinggiannya sebagai pedoman hidup hanya akan berhenti di satu masa. Yaitu pada masa ia diturunkan. Padahal tidak demikian halnya dengan Alquran. Allah SWT berfirman:

هٰذَا بَلٰغٌ لِّـلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوْا بِهٖ وَلِيَـعْلَمُوْۤا اَنَّمَا هُوَ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ وَّلِيَذَّكَّرَ اُولُوا الْا َلْبَابِ
"Dan (Al-Qur'an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 52)

Hingga sekalipun diturunkan pada masa lampau Alquran selalu terjaga kemurniannya. Ia tetap sebagai firman Allah, tidak terkontaminasi dengan tangan dan pemikiran manusia jahil. Sebagai sebuah hukum, Alquran tidak pernah kadaluwarsa. Allah SWT berfirman:

اِنَّا نَحْنُ  نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰـفِظُوْنَ
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya."
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 9)

Keimanan kita terhadap Allah sebagai Al-Mudabbir atau Pengatur, akan menuntun kita percaya terhadap kandungan Alquran. Kekuatan dan kemurniannya sebagai pemecah persoalan bagi hidup manusia sampai akhir jaman, tidak perlu diragukan lagi. Alquran menjadi pedoman yang tak lekang oleh waktu. Sejak diturunkan beberapa abad silam sampai manusia terakhir di muka bumi, hukumnya  tetap sama. Bahkan untuk semua manusia di seluruh penjuru bumi. Karena Islam turun untuk mengatur  manusia. Rasulullah pernah berpesan agar kita selamat dalam mengarungi kehidupan dunia dan akhirat adalah dengan mengikuti panduan Alquran.

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

“Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.” 
(HR. Malik & Hakim).

Maka sangat jelas dan terang bagi kita bahwa Alquran dan juga Hadits adalah sumber hukum bagi umat Islam sampai akhir jaman. Ketika Allah menyatakan bahwa Yahudi adalah sebenar-benarnya musuh bagi kaum muslim. Memang seperti itulah yang harus kita yakini. Apalagi fakta Yahudi Israel membantai habis warga sipil Palestina baik muslim maupun non muslim selama 7 dekade ini. Membuktikan bahwa kandungan Alquran terbukti benar. 

Sehingga cukup membuktikan bahwa hubungan antara muslim dan Darul harbi tidak lain adalah hubungan perang. Tidak perlu lagi dengan perundingan. Apalagi dengan interpretasi ulang terhadap kandungan Alquran. Salah besar.

Interpretasi ulang, hanya akan dilakukan oleh orang-orang yang menjadikan Alquran sebagai obyek berpikir. Alquran akan diutak-atik menyesuaikan waktu dan tempat. Padahal Alquran sejatinya adalah subyek pemikiran. Hukumnya tetap. Tak berubah. Sekalipun fakta yang mengiringi manusia berubah.

Peran Kaum Muslim

Oleh karena itu umat harus bersatu agar menjadi sebuah kekuatan. Melawan semua bentuk kezaliman. Mempelajari Islam kafah dan menerapkan sebagai sebuah aturan yang paling layak untuk kehidupan.  Mendorong penguasa negeri muslim agar mengerahkan tentara untuk menghadapi kekejaman Israel. Memberi tekanan opini kepada musuh-musuh Islam. Juga meluruskan opini yang beredar di tengah-tengah umat. Agar terbentuk opini umum yang benar. Hingga kebangkitan umat dan kemuliaan Islam kembali.
Wallahu ‘alam bishawab



Penulis adalah Team Redaksi DP
Editor: Dwi R*

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.