Isu Terorisme Berujung Islamofobia

Hot News

Hotline

Isu Terorisme Berujung Islamofobia




Oleh: Amallia Fitriani

Semenjak meletusnya bom di Surabaya dan di beberapa tempat lainnya beberapa waktu yang lalu, isu terorisme dan radikalisme menjadi ramai kembali diberitakan di media massa. Seolah-olah ingin menangkal atau mencegah aksi terorisme lanjutan, pemerintah melakukan upaya-upaya yang justru semakin menyudutkan umat Islam dan ajarannya sehingga secara tidak langsung menimbulkan efek Islamofobia di tengah-tengah masyarakat. 

Bagaimana tidak, operasi-operasi pencegahan yang dilakukan oleh aparat keamanan cenderung menyasar umat Islam yang memiliki ciri pakaian, perilaku atau identitas diri seperti para pelaku teror. Di berbagai tempat, kaum wanita yang berjilbab syari dan bercadar, dan kaum lelaki yang bercelana cingkrang dan berjenggot, dan pengajian-pengajian keislaman tak luput dari pemeriksaan pihak keamanan. Tindakan pencegahan seperti ini secara tidak langsung menimbulkan efek kecurigaan di tengah-tengah masyarakat terhadap umat Islam dan ajarannya.

Belum selesai masalah terorisme, kemudian muncul daftar ulama rekomendasi Kemenag, seolah ada upaya untuk memecah belah umat atau upaya menekan para ulama yang kritis agar tidak bisa berdakwah menyampaikan kebenaran. 

Kemudian muncul isu radikalisme yang menyasar civitas akademik muslim,  seperti yang diberitakan Jakarta, CNN Indonesia-Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Hamli mengatakan hampir semua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sudah terpapar paham radikalisme. "PTN itu menurut saya sudah hampir kena semua (paham radikalisme), dari Jakarta ke Jawa Timur itu sudah hampir kena semua, tapi tebal tipisnya bervariasi," kata Hamli dalam sebuah diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/5). Cnnindonesia.com.

Setelah para ustaz dan ulama dengan pesantren dan dakwahnya, kampus dengan mahasiswa dan dosennya, parpol dan ormas Islam dengan aktivisnya, sekolah dengan rohisnya, keluarga dengan kaum perempuan dan anak-anaknya, kini homeschooling pun difitnah jadi ladang semai benih terorisme.  

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengakui sulit mengawasi penyebaran paham radikalisme yang berpotensi menyebar melalui sekolah informal, khususnya sekolahrumah atau homeschooling  tunggal yang diadakan oleh orang tua dalam satu keluarga. Cnnindonesia.com

Islamofobia akut

Dari sebagian pemberitaan tersebut jelas terbukti rezim saat ini mengidap Islamofobia akut. Lantas apa itu Islamofobia? Dalam Wikipedia.org Islamofobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka dan diskriminasi pada Islam dan kaum muslim. Tidak ada pembenaran yang logis di dalamnya, yang ada hanyalah prasangka-prasangka yang terlahir akibat persepsi-persepsi buruk yang terus menerus ditanamkan kepada diri seseorang. 

Terutama pada diri kaum muslim bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan kekerasan, kebencian, tidak toleran dan membatasi pemeluknya dengan aturan-aturan yang mengekang sehingga tidak adanya kebebasan di dalamnya yang berujung persepsi bahwa Islam adalah radikal, kuno, ekstrem, agama yang membawa perpecahan, kehancuran, dan sebagainya. 

Ide Islamofobia ini sengaja dihembuskan oleh para kafir penjajah di tengah-tengah kaum muslim, mereka tidak menginginkan Islam bangkit dan menjadi ideologi yang diterapkan di muka bumi ini. Ini merupakan perang pemikiran antara Kapitalisme dan Islam. Kapitalisme yang tidak menginginkan posisinya sebagai penguasa dunia digeser oleh ideologi lain akan senantiasa berusaha membendung setiap upaya ideologi lain untuk menghancurkannya. 

Keberadaan Islam di mata Kapitalisme adalah ancaman besar bagi eksistensinya di dunia. Oleh karena itu ide Islamofobia dimunculkan dengan jalan menciptakan opini negatif terhadap Islam dan kaum muslim agar Islam semakin ditakuti setiap orang dan dijauhi oleh pemeluknya.
Ide Islamofobia telah berhasil menutup pandangan kaum muslim bahwa permasalahan mendasar umat Islam saat ini bukan Islam tapi paham sekulerisme dan hegemoni sistem kapitalisme yang bukti-bukti kerusakannya sudah nampak jelas di depan mata. 

Menyikapi Islamofobia

Saat ini kita sedang berada dalam masa perang pemikiran, maka yang harus kita lakukan adalah melawan pemikiran pemikiran kufur tersebut dengan dakwah kepada umat melalui proses penyadaran yang lebih gencar dengan dakwah memahamkan Islam kaffah sekaligus membongkar kerusakan dan bahaya sistem kapitalisme yang diemban saat ini.

Opini kita sampaikan bahwa Islam bukanlah seperti apa yang mereka gambarkan. Sebaliknya kita sampaikan bahwa Islam adalah agama yang sempurna mengatur seluruh aspek kehidupan. Agama yang penuh dengan rahmat bagi seluruh alam. Agama sekaligus ideologi yang akan menghantarkan umat pada kebangkitan hakiki. 
Wallahualam bishowwab


Editor: Lulu W*

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.