Jejak Mantan Rocker

Hot News

Hotline

Jejak Mantan Rocker

(Sumber ilustrasi: pin.it/bfuol5bm2gtmil)
Oleh. Yati Azim


Sejenak kita terpukau. Sesosok fenomenal pun tutup usia. Sebab dia juga manusia. Sama seperti kita. Akhir hidup manusia di dunia adalah kematian. Itu kepastian.
Jika dunia sudah kita tinggalkan, maka kesempatan beramal salih pun berakhir. Entah bekal yang kita persembahkan untuk akhirat cukup atau tidak, yang pasti jika saat itu tiba maka tak ada yang bisa menolak.

Itulah yang kita saksikan dari seorang mantan rocker yang kemudian telah menjadi dai. Ayahanda Ustaz Harry Moekti telah berpulang selama-lamanya meninggalkan dunia ini.
Kepergian beliau sungguh menakjubkan. Akhir yang baik. Siapapun tentu iri bisa terus istiqomah hingga ajal menjemput. Dimana dakwah dan perjuangan yang mengiringi beliau menjadikan kita ingin bisa demikian.

Kok beliau bisa begitu? Yah, itu karena beliau bersegera untuk taat. Beliau hijrah meninggalkan popularitas menuju cahaya kebahagiaan, dengan terus berproses menempa diri tanpa khawatir kehilangan gemerlap dunia. Kemudian Allah ganti dengan kebahagian hakiki. Hingga hari ini kita masih takjub akan keseriusan gerak perjuangan yang telah beliau ukir saat di dunia.

Kesuksesan ayahanda Ustaz Harry Moekti seharusnya menjadi pemicu kita untuk bisa tetap teguh dalam kebenaran dan perjuangan. Jika beliau bisa maka kita juga harus bisa. Meski jalan hijrah itu tidaklah mudah tapi tak ada yang sia-sia. Segala kebaikan yang kita lakukan akan kita sendiri kelak yang tuai. Indahnya lagi karena menjadi pahala jariyah, pahala yang terus mengalir meskipun sudah tidak ada di dunia lagi.

Jadi, jejak sang mantan rocker tidaklah sembarang jejak. Beliau terus menyampaikan kebenaran Islam kaffah. Beliau bercita-cita menegakkan syariah yang saat ini masih dianggap berat dan kaku oleh kebanyakan umat manusia.

Beliau berani dan tegas menyampaikan hukum syariah. Hingga yang awalnya umat Islam  banyak yang keliru memandang Islam jadi terpicu untuk belajar dan terus memperbaiki pemahaman. Apalagi beliau begitu lugas dalam menyampaikan ide Islam. Terkadang membuat siapapun yang mendengar seruan beliau menjadi termotivasi. Sesekali celoteh dan mimik lucu membuat majelis yang beliau isi menjadi hidup terus. Masyaallah.
Jika dulu sebelum hijrah lisan beliau dipenuhi kesia-siaan, tidak pasca hijrah. Jika dulu gaya pakaian seperti jeans yang dirobek dan bolong, tidak pasca hijrah. Jika dulu beliau manggung dipenuhi fans yang tabarruj dan ikhtilat, tidak pasca hijrah.

Fans atau jamaah beliau pasca hijrah adalah manusia-manusia pilihan yang mendatangi masjid-masjid, mereka menutup aurat, tidak tabarruj, tidak ikhtilat, tidak teriak tak karuan, dan lain-lain. Justru di dalamnya dipenuhi ajakan taat kepada Allah serta meneladani Rasulullah SAW yang juga diwarnai doa-doa kebaikan . Ini yang langka, dan bisa dilakukan oleh selebritis papan atas dalam hijrah.

Jejak indah ini mari kita lanjutkan, jangan berhenti. Justru kita semakin terpacu. Sebab waktu terus bergerak, sangat sayang jika waktu kita habis tanpa ada ukiran kebaikan yang nantinya kita tinggalkan bagi peradaban.



Editor: Lulu W*

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.