Memburu Lailatul Qadar, Memburu Malam Penuh Kenikmatan

Hot News

Hotline

Memburu Lailatul Qadar, Memburu Malam Penuh Kenikmatan



Oleh: Winda Widiyawati*

Malam 21 Ramadan telah beranjak pergi. Masih ada 9 hari menuju hari kemenangan yang sangat dinanti. Pertanda waktu mendapat diskon pahala dari Allah tinggal sebentar lagi. Mari sahabat sambutlah hari-hari akhir Ramadhan dengan meningkatkan antusiasme beribadah dan saling berbenah diri.

Ramadan, bulan suci yang penuh dengan keberkahan dari Allah yang Maha Pemurah. Bulan yang penuh dengan kenikmatan dan ladang pahala bagi kaum muslim yang menjalankan perintah Rabb-nya. Bulan yang selalu dinanti tiap tahunnya karena entah di tahun depan akankah lagi bisa berjumpa.

Sayangnya, sejauh yang terlihat selama ini, Ramadan berlalu hampir sama seperti tahun yang terdahulu. Bisa kita rasakan betapa sesaknya masjid ketika menjelang shalat tarawih di minggu pertama bulan Ramadan, tapi selalu berkurang seiring berjalannya waktu. Sebaliknya, pasar, mal bahkan rumah makan dan restoran semakin penuh sesak dijejali oleh kaum muslim yang melakukan aktivitas "ngabuburit" hingga melalaikan keutamaan bulan yang berkah ini.

Bulan Ramadan hanya dimaknai sebatas puasa untuk menahan lapar dan haus saja. Padahal di bulan ini, kita juga dituntut untuk berpuasa dari segala maksiat dan hawa nafsu. Oleh karena itu wajar jika ada seorang muslim yang berpuasa sedang dia juga melakukan maksiat yang lain. Bulan Ramadan juga merupakan salah satu batu loncatan agar kita senantiasa berbuat baik dengan suasana yang telah dikondusifkan.
Maka dari itu sahabat, bulan puasa adalah salah satu bulan bagi kita untuk berlatih mendekatkan diri kepada Allah. Hijrah dengan sebenar-benarnya hijrah, bukan sesaat saja. Hingga bulan Ramadan ini pun nanti berlalu, kita tetap menjadi pribadi yang islami. Tak hanya ketika bulan Ramadan saja ya.

Di bulan ini juga ada malam Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari malam seribu bulan. Allah akan menurunkan para malaikatnya untuk menebar kebaikan. Malam yang sangat dinanti kebanyakan umat muslim, karena begitu istimewanya malam ini.

Nah, kita sekarang sudah memasuki masa-masa malam Lailatul Qadar, sahabat. Sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan, atau sepertiga terakhir bulan yang suci ini biasanya masjid-masjid yang mulai ditinggalkan kini dihidupkan kembali. Alquran yang mulai dilupakan kita sering dibaca kembali. MasyaAllah.
Banyak amalan-amalan yang bisa kita lakukan untuk mencari Rahmat Allah SWT di malam penuh berkah ini. Diantaranya perbanyak baca Alquran, perbanyak sholat malam, berzikir dan tentu saja dakwah juga termasuk di dalamnya.

Kita hidup di zaman penuh dengan kemaksiatan dan kezaliman. Maka dakwah Islam harus kita sebarkan agar kehidupan Islam yang mulia kembali di pangkuan kita. Betapa tidak, di bulan Ramadhan yang seharusnya disambut dengan sukacita oleh seluruh umat muslim di semua penjuru dunia, saudara kita di Palestina justru kini sedang menderita. Saudara kita lainnya yang ada di Myanmar, China, Perancis, Suriah, Pakistan juga mengalami hal yang serupa.

Maka dimanakah posisi kita? Ramadan di ujung waktu tapi umat muslim masih belum bangkit juga. Di malam Lailatul Qadar, mari kita doakan saudara kita seluruh umat muslim dan jangan lupa terus tebarkan kebaikan Islam melalui dakwah di jalan Allah SWT. Jangan biarkan diri kita terlena dengan disibukkan dengan amalan individu namun nasib saudara kita tengah dipertaruhkan jiwa dan raganya.

Ayo sahabat, jadilah pejuang Islam dengan senantiasa menyampaikan dakwah tentang kebenaran Islam. Karena Islam adalah agama yang sempurna, seharusnya dengan aturan Islam hidup kita manusia akan semakin lebih baik. Takkan ada kemaksiatan yang merajalela, kezaliman yang semakin menjadi, dan kriminalisasi ulama serta monsterisasi ajaran Islam yang selalu menyudutkan ajaran Allah yang mulia ini.


Penulis adalah Pemerhati Problematika Umat dan Anggota Revowriter Kalsel
Editor: Lulu W*

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.