Memupuk Cinta Hingga Ke Surga

Hot News

Hotline

Memupuk Cinta Hingga Ke Surga




Oleh: Siti Rahmah*
Cinta sejatinya adalah fitrah yang dimiliki oleh semua insan, hanya saja tidak sedikit manusia menodai fitrah suci ini. Berbagai aktifitas yang merusak kesucian cinta kerap kali dilakukan, dengan dalih saling mencintai. Padahal cinta sejati itu hanya ada dan bisa dirasa ketika sudah menikah, cinta dua insan yang berbalut keberkahan diikat oleh ikatan suci pernikahanlah yang dinamakan cinta sejati. Diluar itu hanyalah cinta semu yang ditunggangi hawa nafsu, yang senantiasa memburu insan yang terburu - buru dalam mereguk kenikmatan cinta, dan tentu hal ini adalah perusak kesucian cinta. 

Namun kenyataan yang beredar dimasyarakat memang terbalik, kisah cinta sejati yang senantiasa dihiasi dengan berbagai romantika yang menarik hati kerap kali ditampilkan oleh pasangan muda mudi dalam ikatan bathil bernama pacaran. Justru pasangan yang sudah diikat oleh ikatan sah pernikahan seolah - olah tabu ngomongin cinta. Sudah bukan masanya lagi, sudah tidak pantas dan lain sebagainya. Romantika cinta, kemesraan dan manis manja dengan pasangan seolah bukan milik pasangan yang sudah menikah.

Ibadah Terindah

Romansa kemesraan, indahnya kisah cinta harusnya menghiasa pasangan yang sudah menikah. Karena dalam setiap tingkah polah, perlakuan, perhatian yang dilakukan istri untuk suaminya atau sebaliknya, suami untuk istrinya adalah ibadah. Perhatian dari mulai hal yang ringan seperti pujian sampai padahal hal yang besar semua bernilai ibadah, kemesraan berbuah keindahan yang dilakukan sepasang suami istripun adalah ibadah. Tidak ada yang sia - sia dalam pernikahan, pegangan tangannya suami istri bahkan bisa menggugurkan dosa dari keduanya. Rasululloh saw bersabda;
"Apabila seorang suami memandang istrinya dan istrinya memandang suaminya maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan rahmat (kasih sayang). Dan jika suami memegang tangan istrinya maka dosa keduanya akan berguguran dari celah jari - jarinya." (HR. Ar Rafi)

Inilah ibadah terindah, yang Allah anugerahkan untuk insan yang mampu menjaga kesuciannya. Menjaga cintanya dengan jalan yang telah Allah gariskan, halalkan atau tinggalkan. Tidak ada jalan maksiat yang jadi pilihan. Allah tidak pernah menzolimi manusia dengan aturan - aturan yang diturunkanNya, semua ketetapan Allah adalah untuk kemaslahatan dan keberlangsungan kehidupan. Bahkan bentuk sayangnya Allah untuk urusan cinta yang senantiasa indah penuh warna Allahpun menurunkan aturanNya agar cinta tersebut tetap terjaga. Ketika cinta tersebut disalurkan sesuai aturannya selain keberkahan yang dipetik kucuran pahalapun senantiasa menyertainya. Pun saat ini di bulan ramadan tidak ada larangan untuk menyemai cinta asal sesuai tuntunan syara, demikianpun yang dicontohkan oleh Rasululloh yang pernah menikah di bulan ramadan, hal yang sama pernah dilakukan juga oleh para sahabat. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak memetik kenikmatan ibadah terindah dibulan penuh berkah.

Muara Jannah  

Adakalanya kehidupan rumah tangga tak selamanya indah,  batu ujian dan cobaan kadang silih berganti menghantam, menggoyahkan bangunan keluarga. romantisme dan kemesraanpun lenyap bersamaan dengan datangnya berbagai permasalahan. Cinta yang dulu indah bak mawar yang merekah, seakan sirna disapu badai kejenuhan terhadap pasangan. Jika hal itu dibiarkan bukan tidak mungkin bahtera rumah tanggapun akan karam ditengah lautan. Butuh upaya penyelamatan agar cinta tidak lekang dimakan masa, agar rumah tangga yang dibangun bisa kokoh berdiri, agar bahtera tetap berjalan walaupun kadang batu karang menghantam tapi bahtera tetap harus sampai pada tujuan, yaitu pelabuhan jannah.

Jalan cinta itu tak mungkin mulus walaupun sudah diikat dengan ikatan berat nan suci (mitsaqon golidzon), upaya merawatnya, menumbuhkannya masih harus terus dijaga, agar harumnya rasa, pesonanya jiwa membuat pasangan memilih tetap bersama. Upaya  menumbukan merawat dan menjaga cinta membutuhkan kesabaran dan perjuangan, namun semua itu tidak akan sia - sia jika acuannya adalah ibadah. Suami mencari nafkah, senantiasa memberi hadiah kepada istrinya demi menyenangkan kekasih hatinya maka hal itu akan menumbuhkan jalinan cintanya juga akan berbuah pahala disisi Allah. Begitupun Istri melayani suami, senantiasa berdandan untuk suaminya dan melakukan hal - hal yang bisa membuat suaminya senang juga ibadah. Jika semua itu disandarkan hanya semata - mata karena Allah maka selain terpeliharanya keutuhan cinta dan keluarganya hal itu juga bisa menghantarkannya pada jannahNya Allah.
waallahu alam



Editor: Hamka*

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.