Islamophobia Mengundang Petaka

Hot News

Hotline

Islamophobia Mengundang Petaka



Oleh: Ridha Zinnirah


Sejak Islam diturunkan hingga masa sekarang, selalu ada upaya untuk melenyapkannya sekaligus membendung kebangkitannya. Orang-orang kafir tidak pernah berhenti membuat makar agar Islam dimusnahkan Mungkin inilah indikasi mengapa Allah mengingatkan dengan tegas dalam Q. S Al Baqarah ayat 120 yang berbunyi :

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (QS. Al-Baqarah: 120)

Teringatlah kita dengan kisah Rasulullah Muhammad SAW, saat awal diutus oleh Allah SWT. sebagai Rasul. Orang-orang yang awalnya begitu mengagumi sosok dan kepribadian Muhammad, mempercayakan segala hal kepadanya akhirnya berbalik arah menjadi membencinya hanya karena Muhammad membawa Islam dan menyebarkan Islam. Serangan bertubi-tubi diterima beliau mulai dari sekedar cacian dan hinaan hingga bentuk kekerasan fisik.
Tidak berhenti sampai disitu. Ketika Islam kemudian tegak dalam sebuah struktur Negara (Daulah) yang berpusat di Yastrib (Madinah), Islam pun tidak berhenti dimusuhi dan senantiasa ada upaya untuk menghancurkannya. Penghancuran ini pun dilakukan dengan metode dua arah, dari dalam sekaligus dari luar.

Saat kabar berdirinya Negara Islam serta kehebatan yang dimilikinya tersebar, ternyata mampu membuat singgasana imperium Persia dan Romawi bergetar. Padahal pada saat itu wilayah Daulah Islam masih sempit .

Pertarungan pun akhirnya terjadi. Dua kekuatan besar sama-sama memiliki misi untuk melenyapkan Daulah. Meskipun akhirnya kemenangan berada di pihak kaum Muslim. Imperium Persia dan sebagian kerajaan Romawi berhasil ditaklukkan.

Saat Islam berhasil menguasai dua pertiga belahan dunia, kekuatannya semakin membuat orang-orang kafir memutar otak untuk menghancurkannya. Serangan fisik ttidak lagi dirasa cukup untuk menyingkirkan singgasana kaum  Muslim yang telah menjadi mercusuar peradaban dunia.

 Akhirnya pada tahun 1924 tepatnya tanggal 3 Maret perisai kaum Muslim yaitu Daulah Khilafah Islamiyah yang berkedudukan di Turki berhasil diruntuhkan digantikan dengan sistem barat. Upaya keji dengan strategi perang pemikiran yang dikepalai oleh Mustafa Kemal At taturk ternyata menjadi akhir tegaknya institusi kaum Muslimin.

Hingga detik ini perisai pemersatu ummat, penjaga ukhwah dan penebar dakwah belum kembali. Namun upaya untuk mengembalikannya terus dilakukan. Seperti pertama kali munculnya hingga keruntuhan institusinya. Saat ini pun perjuangan mengembalikannya  dibayang-bayangi oleh strategi orang-orang yang membencinya.

Ironisnya adalah yang menghambat perjuangan Islam adalah sebagian dari ummat Islam sendiri. Kepada mereka dihembuskan rasa takut pada Islam kaffah. Kepada mereka dibenamkan pemahaman bahwa ketika Institusi Islam tegak maka kehancuran di tengah-tengah masyarakat akan semakin merajalela. Ironisnya ketakutan tersebut hingga batasan yang tidak sewajarnya.  Simbol-simbol Islam pun mulai dijauhi. Orang-orang yang ikhlas berdakwah dikriminalisasi. Materi-materi dakwah mulai diawasi. Muslim dan muslimah yang berpakaian syari dicurigai. Keberadaan mereka dikaitkan dengan oknum-oknum terduga teroris.

Padahal sudah sangat jelas dikabarkan dalam Al Quran bahwa Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW membawa rahmat bagi seluruh alam. Allah SWT berfirman dalam Q.S Al Anbiyaa ayat  107 yang artinya:

 Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS Al Anbiya: 107)

Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ahmad bin Yunus, dari Yaidah. Hingga kemudian akan muncul pertanyaan: Apa bentuk rahmat yang diperoleh bagi mereka yang kafir terhadap beliau Shalallahu Alaihi wa Salam . Jawabannya adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Jafar, dari Ibn Abbas Radhiyallahu Anhu mengenai ayat Dia berkata,
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, rahmat akan ditetapkan atasnya di dunia ini dan akhirat. Barangsiapa tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, akan dilindungi dari apa yang telah menimpa bangsa-bangsa terdahulu (kemusnahan), seperti gempa bumi dan hujan batu."

Dari ayat di atas maka kita bisa mendapat gambaran bahwa para penentang Islam, para pengusung ideologi kufur dan orang-orang yang terjangkit islamophobia justru menyalahi fitrah. Karena keberadaan mereka serta upaya mereka menghambat Islam justru mengundang malapetaka. Naudzu billah mindzalik.
Wallahu alam bishawab



Penulis adalah Ibu Rumah Tangga dan Anggota Spirit Nabawiyah Komunity
Editor: Lulu W*

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.