Lindungi Keluarga Muslim Dengan Islam

Hot News

Hotline

Lindungi Keluarga Muslim Dengan Islam




Oleh: kartini 



Pernikahan adalah penyempurna ibadah bagi kaum muslimin. Merupakan gerbang awal menuju biduk rumah tangga. Di sana setiap orang menggantungkan harapan dan cita-cita yaitu mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warohmah.


Namun tak sedikit realitas pernikahan saat ini ibarat jauh panggang dari api. Tidak sesuai dengan harapan. Di awal mereka masih bisa merasakan indahnya pernikahan. Lambat laun mereka pun harus berduel dengan kompleks dan peliknya berbagai permasalahan hidup. Imbas dari sistem kapitalisme. Tiap keluarga harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup. Sementara harga BBM naik, gas naik, listrik naik, dan akhirnya harga kebutuhan pokokpun semakin melambung tinggi. 


Agar dapur tetap ngebul, akhirnya suami pun harus rela membagi beban nafkah dengan sang istri. Atau bahkan bertukar peran, karena lapangan pekerjaan lebih banyak menampung kaum hawa daripada kaum adam. Masalah rumah tangga pun datang menghampiri hanya karena keegoisan semata. Isteri merasa lebih bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang lebih  daripada suami. Suami yang harusmya menjadi tumpuan ketaatan, bisa dengan mudahnya dibangkang. Terjadilah pertikaian dalam rumah tangga karena hilangnya rasa hormat satu sama lain. Maka apa yang terjadi selanjutnya? Bisa diterka. Kebanyakan solusi pintas yang diambil adalah talaq atau cerai. 


Angka perceraian  dari tahun ke tahun mengalami kenaikan secara signifikan. Kasus perceraian di Kota Bandung, didominasi oleh para istri yang menggugat cerai suaminya. Data di Pengadilan Agama Kota Bandung, selama bulan ini dari 21 sampai 28 Juni 2018 tercatat sebanyak 800 permohonon gugat cerai. Sekitar 80 persen dari gugat cerai diajukan oleh istri. Sedangkan sisanya, adalah perceraian talak (Jabarnews.com).


Banyak pakar keluarga berasumsi bahwa permasalahan rumah tangga muncul karena faktor internal. Betul, hal tersebut wajar adanya. pernikahan menyatukan dua insan yang memiliki banyak perbedaan, baik dari perasaan maupun pemikiran. Beda kepala sudah tentu beda isinya. Maka sandaran pemikiran setiap keluarga muslim haruslah pada akidah Islam.


Islam mengatur seluruh aktivitas kaum muslim, termasuk pernikahan. Ketika ingin medapatkan keturunan yang solih solihah, harus memilih pasangan yang solih atau solihah pula.  Dilakukan dengan cara yang ma'ruf mulai dari ta'aruf sampai walimatul ursy. Semua itu mengharuskan kita berpedoman kepada apa yang Alloh SWT tetapkan. Setelah berumah tangga pun, setiap pasangan harus mampu memahami hak dan kewajiban masing-masing. Suami berkewajiban sebagai kepala keluarga sekaligus menafkahi anggota keluarganya, seorang istri tidak terlepas dari kewajibanya sebagai ibu dan pengatur kehidupan rumah tangga. 


Hal tersebut harus sesuai dan berjalan sebagaimana mestinya. Dibutuhkan ilmu yang mumpuni dari tiap pasangan. Agar biduk rumah tangga berjalan dan bersandar hanya pada Islam semata.


Namun kita harus ingat bahwa faktor terbesar yang melatarbelakangi permasalahan rumah tangga justru datang dari faktor eksternal. Kita lupa bahwa saat ini peran negara telah hilang. Negara sebagai pengurus atau pelayan masyarakat semestinya juga mengurusi keluarga. Karena keluarga merupakan bagian terkecil dari masyarakat. 


Negara berkewajiban menyediakan berbagai sarana dan prasarana untuk memfasilitasi akses masyarakat. Mengontrol dan memastikan agar semua masyarakat bisa memenuhi kebutuhan hidup dengan mudah.


Menyediakan lapangan pekerjaan seluas mungkin agar tanggung jawab suami dalam memberikan nafkah keluarga dapat berjalan dengan sempurna. Menempatkan peran wanita sebagai ibu sekaligus pencetak generasi terbaikpun membutuhkan peran negara secara langsung. Jika faktor internal dan eksternal bisa berjalan dengan baik dan saling berkesinambungan, maka ketahanan keluarga muslim akan mudah diwujudkan.


Semua itu bisa terlaksana apabila sebuah negara mau dan harus mau menerapkan apa-apa yang telah Alloh Swt turunkan yaitu menjadikan Islam sebagai aturan dalam semua aspek kehidupan dan membuang jauh aturan yang bukan datangnya dari Islam agar ketahanan keluarga, masyarakat maupun negara bisa terwujud. In syaa allaah.



Penulis adalah seorang Ibu Rumah Tangga
Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.