Siapkan Generasi Hadapi Tantangan Teknologi

Hot News

Hotline

Siapkan Generasi Hadapi Tantangan Teknologi




Oleh: Deslina Zahra Nauli, S.Pi

Beberapa waktu ini ramai pembicaraan tentang aplikasi Tik Tok yang banyak mengundang protes dari masyarakat. Tik Tok merupakan aplikasi sosial media berbasis video yang sedang populer. Aplikasi ini menawarkan “special effects” unik dan menarik yang dapat digunakan oleh penggunanya dengan mudah sehingga dapat membuat video pendek dengan hasil yang keren serta dapat dipamerkan kepada teman-teman atau pengguna lainnya. Selain itu, aplikasi sosial video pendek ini memiliki dukungan musik yang banyak sehingga penggunanya dapat melakukan penampilannya dengan tarian, gaya bebas, dan masih banyak lagi sehingga mendorong kreatifitas penggunanya menjadi content creatore (www.gadgetren.com, 16 maret 2018). 

Masyarakat merasa resah dengan aplikasi ini kemudian beramai-ramai mengajukan petisi. Menurut Kominfo terdapat ribuan laporan yang masuk dari masyarakat. Sebuah petisi yang viral menjadi salah satu pendorong diblokirnya platform tersebut. Laman change.org memuat sebuah petisi yang berisi permohonan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara agar memblokir aplikasi Tik Tok. Pembuat petisi berjudul "Blokir Aplikasi Tik Tok" tersebut, Agustiawan Imron, mengatakan bahwa platform tersebut menimbulkan masalah bagi banyak orang. "Semakin lama, aplikasi Tik Tok lebih terlihat sebagai aplikasi untuk menyalurkan kebodohan banyak kalangan. Contohnya: Video Tik Tok anak-anak yang joget (maaf) dan bahkan sampai ke video pornografi. Yang terbaru adalah tik tok menjadikan sholat/ibadah sebagai alat hiburan," tulisnya dalam penjelasan petisi tersebut (www.detik.com, 3 juli 2018). 

Kemajuan teknologi lahir dari kemajuan zaman. Namun generasi kita ternyata tak siap menghadapinya. Teknologi yang seharusnya menjadi sarana yang akan memudahkan kehidupan dan membawa kebaikan justru berbalik menjadi masalah. Dalam penggunaan aplikasi Tik Tok diatas jelas bahwa generasi ini semakin mengarah pada kebebasan yang kebablasan. Yaitu menggunakan sarana teknologi mengikuti arus kekinian tanpa mempertimbangkan norma-norma dalam agama dan sosial, hanya menonjolkan aspek hiburan yang tak mendidik. Sesungguhnya jika generasi kita telah diberikan pendidikan yang benar mereka akan dapat menentukan benar dan salah. Termasuk dalam penggunaan aplikasi apapun mereka akan bijak dalam menggunakannya yaitu sesuai kebutuhan serta membawa pada kebaikan. 

Optimalisasi Potensi Generasi

Manusia adalah makhluk mulia yang dikaruniai akal oleh Allah. Akal yang diberikan  berupa potensi pengikat yang ada pada otak manusia. Potensi ini adalah menghukumi atas realitas yaitu pemindahan pengindraan terhadap realita pada otak beserta adanya informasi-informasi terdahulu yang menafsiri realita ini (M.Husain Abdullah, 2003). Potensi akal ini akan mengarahkan pada kebenaran tergantung pada informasi terdahulu yang dimiliki seseorang. Oleh karena itu, potensi akal akan selalu bersanding dengan potensi wahyu. Seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Potensi akan digunakan untuk memahami wahyu dari Allah agar manusia memahami standar benar dan salah. Jika proses ini terus dilakukan niscaya generasi kita akan mampu menghadapi tantangan zaman termasuk bijak dalam meggunakan teknologi, apapun jenis teknologinya. Bahkan mereka akan mampu memilah pemikiran yang benar dan salah karena telah memahami standar yang jelas. Tak dipungkiri kemajuan teknologi bersamanya akan membawa nilai-nilai tertentu. Aplikasi Tik Tok merupakan produk kemajuan teknologi namun bersamanya juga membawa nilai diantaranya nilai kebebasan berekspresi hingga mengarah pada pornografi. Saatnya kita bangun generasi dengan optimalisasi akal melalui proses berfikir sehingga secara individu generasi ini akan siap mengahadapi tantang zaman dan perkembangan teknologi. 

Peran Negara Yang Krusial

Generasi yang berkualitas menjadi cermin negara di masa depan. Karenanya negara memiliki peran yang penting dalam mendidik generasi bangsa. Disamping itu sinergi peran antara individu dan masyarakat sangat dibutuhkan. Sehingga petisi dari masyarakat agar aplikasi Tik Tok di blokir langsung mendapat respon dari pemerintah. Kemenkominfo memblokir aplikasi tersebut karena penilaian bahwa Tik Tok banyak mengandung konten negatif bagi anak-anak. "Benar ... situs Tik Tok kami blokir. Banyak kontennya yang negatif, terutama bagi anak-anak," kata dia dalam pesan singkat pada wartawan (www.republika.co.id, 3 Juli 2018). 

Namun tak hanya pemblokiran yang dibutuhkan oleh generasi ini, apalagi yang diblokir baru satu macam aplikasi. Terdapat aplikasi lainnya yang juga meresahkan masyarakat berupa game berkonten pornografi hingga kekerasan yang kini dikonsumsi setiap hari oleh mereka.

        Maka diperlukan perubahan yang menyeluruh. Teknologi merupakan benda mati yang penggunaannya tergantung pada manusianya. Jika digunakan untuk kebaikan maka akan menebar rahmat dan kemajuan. Maka menjadi peran negara menggunakan kemajuan teknologi untuk menyebarkan informasi dan nila-nilai yang baik di tengah masyarakat. Nilai baik yang dimaksud sejatinya dilandaskan pada wahyu bukan hawa nafsu. Dengannya akan terwujud generasi yang maju dan beradab. Generasi yang siap menghadapi tantangan kemajuan teknologi demi mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih baik berdasarkan nilai-nilai wahyu Ilahi. 



Penudlis adalah Pemerhati Sosial dan Penggiat Home Schooling
Editor: Syaiful Amri

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.