Bisnis Miris Di Alam Kapitalis

Hot News

Hotline

Bisnis Miris Di Alam Kapitalis




Oleh: Sunarti


Disadari atau tidak, saat ini memenuhi kebutuhan hidup semakin sulit. Mencari lapangan pekerjaan sulit. Harga-harga barang dan kebutuhan pokok sangat mahal, dan uang seolah tidak lagi ada harganya. Efeknya, banyak orang yang melakukan segala cara untuk mendapatkan uang guna memenuhi kebutuhan. Tidak sedikit yang tersibukkan dengan urusan hidupnya hanya untuk mencari uang. Bahkan menghalalkan segala cara untuk bisa berbisnis demi meraih keuntungan.

Menggunakan utang yang berbunga (riba), salah satu solusi yang dianggap efektif dalam dunia usaha. Padahal secara jelas, dari hasil usaha, laba yang didapat sudah dikurangi untuk membayar bunga utangnya. Itu kalau ada laba atau keuntungan. Kalau tidak mendapatkan laba, berarti secara otomatis memotong modal sendiri untuk memenuhi bunga utang. Belum lagi ditambah dengan persaingan bisnis yang semakin ketat. Usaha yang sudah berjalan, tidak luput dari incaran orang lain untuk mengikuti jejak yang sama. Sehingga peluang pasar (konsumen yang datang), secara alami juga akan berkurang. Ini juga akan berpengaruh terhadap pendapatan. Sementara pihak pemberi pinjaman (perbankan) tidak mau tahu omset yang menurun. Mereka hanya menginginkan utang yang dibayar lengkap dengan bunganya dibayar tepat waktu.

Terkadang mereka lupa bahwa Allah telah mengatur rizki. Jikalau mereka mendapatkan keuntungan banyak, mereka semakin tersibukkan dengan usahanya. Kalau mereka tidak mendapatkan keuntungan, mereka juga tetap akan tersibukkan dengan urusan usaha atau pekerjaannya. Lalu, apakah menginginkan keuntugan dunia (baca: kaya) itu dilarang? Tentu saja tidak. Kecintaan manusia salah satunya yaitu terhadap usaha yang dimilikinya. Sehingga boleh saja, sebagai muslim memiliki harta yang banyak bahkan berlimpah.

Hanya saja, Islam sebagai agama sempurna juga mempunyai aturan sempurna. Aturan tersebut harusnya dipakai oleh umat Islam dalam segala aspek. Terlebih juga perkara usaha. Islam memiliki fiqih syirkah, fiqih jual beli, fiqih sewa, dan lain sebagainya. Maka, sebagai seorang muslim harus mengetahui hukum-hukum seputar itu. Karena kita semua wajib terikat hukum-hukum Allah dalam beramal. Tentu kita menginginkan berkah kehidupan dunia dan akhirat. Mengingat hidup kita tidak hanya di dunia.

Sehingga, mempunyai sukses usaha itu tidak keliru. Akan tetapi harus bisa menempatkan bahwa dengan usahanya itu bisa mengantarkan kebahagian di akherat. Dan bukan sebaliknya, usahanya justru menjadi pemberat di hari penghisaban. Kuncinya harus menjadikan usaha yang kita lakukan menjadi amal saleh, bukan menjadi amal yang salah. Caranya menjadikan amal kita sebagai amal yang ihsan. Dengan syarat ikhlas dan benar. Lebih-lebih urusan usaha, yaitu sebagai pengusaha muslim. Karena, kita ingin mendapatkan berkah maka kita cari rizki dengan cara yang halal.



Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.