Demam "Keke Challenge" Perusak Generasi Muslim

Hot News

Hotline

Demam "Keke Challenge" Perusak Generasi Muslim



Oleh: Lilih Solihah


Akhir akhir ini sedang viral diperbincangkan di media sosial tentang Keke challenge. Semua hampir tahu apa itu keke challenge. Mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa tampak bersemangat mengikuti keke challenge. Challenge ini menuntut kita bergoyang dengan diiringi lagu. Mengikuti mobil yang sedang berjalan perlahan dengan pintu tetap terbuka

Saya pun jadi penasaran dari manakah asal muasal keke challenge ini? Ternyata pencetusnya adalah Shiggy. Dia yang menggugah tarian atau goyangan yang diiringi lagu Drake dengan judul in my feelings. Tariannya dijuluki "Do the Shiggy". Dia mengunggah dalam akun instagramnya "Mood keke do youtube love me". Dan tak berapa mendadak viral, dan kini dikenal dengan nama keke challenge 

Di Indonesia pun tak ketinggalan banyak yang mengikuti keke challenge. Mulai dari anak-anak sampai para artis mengikuti trend keke challenge dan meniru gerakannya. Kemudian dipublikasikan di media sosial. Meskipun viral, demam keke challenge ini menimbulkan banyak kontroversi karena dianggap berbahaya. Beberapa negara bahkan melarang negaranya untuk melakukan tantangan ini, karena si pengemudi bisa saja tiba-tiba menabrak orang yang sedang menyeberang saat dia merekam temannya. 

Lantas bagaimana dalam pandangan Islam mengenai keke challenge ini? Nabi SAW bersabda: sampai ke lubang biawak kamu akan ikut walaupun jelas nampak 'bodoh' tapi kamu bisa berbangga dan ingin berlomba-lomba melakukannya, sungguh kita terlalu dekat dengan kiamat.

Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya untuk apa ia gunakan. Tentang masa mudanya untuk apa ia habiskan. Dan tentang hartanya darimana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan. Yang terakhir tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu) HR. At-Tirmidzi 

Seperti kita ketahui bahwa sebaik baiknya manusia adalah pada zaman nabi dan para sahabatnya. Mereka adalah orang-orang yang baik hatinya di kalangan umat. Ilmu mereka luas. Mereka dipilih Allah untuk menemani Nabi SAW untuk menyampaikan agamanya

Sebagai contoh kisah Umar bin Khathab RA yang sangat disiplin menjaga shalat. Begitu pun dengan kisah Ali bin Abi Thalib, pemuda pemberani yang peranannya begitu besar, Ali selalu tampil di barisan depan dalam banyak peperangan penting mulai dari perang Badar, Uhud, Khandak, Hudaibiyah dan lain-lain 
Kisah tentang Mushab bin Umair pemuda kaya berpenampilan rupawan dan biasa dengan kenikmatan dunia tapi ketika Islam datang ia jual dunianya dengan kekalnya kebahagiaan di Akhirat. Menunjukkan bahwa para sahabat sangat disiplin dan menjaga amal ibadah dengan baik.

Seharusnya sikap seperti itulah yang kita tiru sebagai generasi terbaik bukan malah ikut-ikutan trend sekarang yang  jauh dari syariat Islam. Kita sebagai generasi terbaik harus bersikap seperti para sahabat Nabi dalam memikirkan agama bukan malah jauh melenceng dari agama. Wallahu a'lam bish-shawab. 



Penulis  adalah anggota komunitas revowriter Karawang
Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.