Dunia Anak Dunia Bermain

Hot News

Hotline

Dunia Anak Dunia Bermain




Oleh: Vinci Pamungkas, S.Pd 

Taman yang paling indah hanya taman kami
Taman yang paling indah hanya taman kami
Tempat bermain berteman banyak
itulah taman kami taman kanak-kanak

Lirik lagu diatas memperlihatkan bagaimana serunya masa kanak-kanak. Waktu kanak-kanak hanya dihabiskan untuk bermain dan itulah saat yang paling indah. Masa yang membahagiakan. 

Namun, seringkali kebahagiaan mereka direnggut oleh kekhawatiran orangtua. Teriakan "jangan lari-lari, nanti jatuh" atau "jangan main air, nanti pilek" atau "jangan loncat-loncat nanti jatuh, ibu pusing lihatnya" selalu dilontarkan orangtua pada anak-anak. Yuk jujur, ayah dan bunda benar-benar khawatir atau malas untuk menjaga anak-anak? Atau malas membersihkan rumah dari 'hasil karya' anak-anak?. Karena kemalasan inilah akhirnya banyak orangtua yang lebih memilih untuk memberikan gadget. Menggambar, mewarnai, memberi makan ikan, memelihara kucing semuanya dilakukan di gadget. Supaya anak-anak bisa duduk manis tanpa 'mengganggu' orangtua. Para dokter, psikiater, ahli parenting sangat tidak menyarankan pemberian gadget pada anak. Banyak bahaya yang ditimbulkan jika anak sudah kecanduan gadget. Baik fisik maupun non fisik. 

Sebenarnya jika anak senantiasa diawasi orangtuanya saat bermain, segala kekhawatiran bisa dicegah. Bermain sangat bermanfaat bagi anak usia dini  (0-6 tahun). Bermain dapat membantu tumbuh kembang dan meningkatkan kecerdasan anak, antara lain:
Merangsang fungsi panca indera anak, misalnya : berteriak, berbisik, main telepon-teleponan dengan gelas mineral, bermain cat warna, bermain air, bermain tanah, dan sebagainya.
Melatih motorik kasar dan motorik halus. Misalnya: melompat, berlari, naik turun tangga, memotong, menggunting, corat coret, mewarnai, bermain sepeda, dan sebagainya.
Meningkatkan kemampuan berbahasa, misalnya: bernyanyi, menghapalkan ayat-ayat suci Alquran, asmaul husna, bercerita, membaca buku, dan lain-lain. 
Meningkatkan kemampuan bersosialisasi, misalnya: bermain boneka bersama teman, bermain dokter-dokteran, dan lain-lain.

Rasulullah saw adalah suri tauladan seluruh umat manusia. Beliau juga bermain bersama anak dan cucunya. Bermain tidak dianggap sebagai sesuatu yang bisa melalaikannya dari beribadah kepada Allah. sebagaimana Ath-Thabrani meriwayatkan dari Jabir ra., ia berkata,
"Saya masuk rumah Rasulullah saw., beliau sedang merangkak, dan di atas punggungnya Hasan dan Husain! 'Beliau berkata, "Sebaik-baik unta adalah unta kamu berdua, dan sebaik-baik beban adalah kamu berdua".

Dunia anak adalah dunia bermain. Bermain bagi anak adalah belajar. Belajar untuk mengontrol tubuh dan emosi. Masa kanak-kanak adalah waktu emas untuk meningkatkan seluruh kecerdasannya. Jangan dilewatkan hanya karena kemalasan orangtua. Karena anak adalah amanah, maka kewajiban orangtuanya untuk senantiasa menjaga dan melindungi anak. 
Wallahu 'alam bish showab 



Penulis adalah Ibu peduli generasi
Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.