Jantung dan Sistem Ekonomi

Hot News

Hotline

Jantung dan Sistem Ekonomi



Oleh: Sunarti 

Manusia dikatakan masih hidup, apabila jantungnya masih berdetak. Meskipun secara medis telah divonis batang otaknya telah mati, namun belum dinyatakan mati saat jantungnya masih mampu berdetak. Entah berapapun frekuensi detakannya. Derap kuda, trigeminus ataupun bigeminus. Semua masih tetap dikatakan hidup tatakala pengambil darah kotor dan pengantar darah bersih masih sanggup menjalankan tugasnya.

Jantung adalah salah satu organ vital tubuh manusia. Secara anatomi fisiologi, jantung memiliki peran sebagai alat utama sistem peredaran darah. Selain itu ada jaringan pembuluh darah yang juga memiliki peran dalam peredaran darah. Ini disebut sebagai sistem kardiovaskuler.

Kelangsungan hidup bagi setiap organisme adalah peredaran darah. Ini juga didukung oleh setiap metabolisme yang terdapat pada sel yang ada di dalam tubuh. Yaitu untuk mempertahankan sifat kimia dan juga fisiologis cairan pada tubuh. Pada saat terjadinya peredaran darah, darah yang banyak mengandung oksigen akan diantar memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh. Sebaliknya, darah yang banyak mengandung karbondioksida hasil metabolisme sel-sel di dalam tubuh, akan diangkut ke jantung.

Sistem peredaran darah dalam tubuh kita bisa kita sepadankan dengan sistem perbankan dalam sistem kapitalisme. Bank dan pasar modal merupakan kekuatan ekonomi kapitalis sekuler. Dimana kekuatan ini menguasai dunia melalui penciptaan bank dan pasar modal sebagai penyedot uang masyarakat untuk kemudian disalurkan kepada kelompok bisnisnya. Dengan konsekuensi bisnis yang ditopang adalah sistem ribawi.

Sistem ekonomi yang berbasis ribawi telah menimbulkan krisis di mana-mana. Selain itu, juga membuka peluang para spekulan untuk melakukam spekulasi yang dapat mengakibatkan ketidakstabilan nilai uang. Pada tingkat pertumbuhan ekonomi, sistem ekonomi berbasis ribawi bisa menumbuhkan kesenjangan pertumbuhan ekonomi. Negara yang kaya akan semakin kaya sedangkan yang miskin semakin miskin. Akibat berikutnya adalah inflasi.

Bagai jantung manusia, perekonomian yang berbasis ribawi akan menimbulkan gejala penyakit. Dalam sistem ekonomi ribawi telah menjerumuskan negara-negara berkembang kepada debt trap (jebakan hutang) yang dalam. Pembayaran bunga yang besar berdampak pada pengurasan dana APBN.

Otoritas keuangan (bank sentral) dan otoritas pasar modal sebagai penguasa dunia saat ini. Namun kondisi berubah setelah kebangkrutan Lehman Brothers. Pasar keuangan dunia mengalami terjun bebas hingga tingkat terendah. Mengakibatkan beberapa bank besar collaps dan runtuhnya berbagai bank investasi di AS. Hal ini menimbulkan panic selling sehingga jatuhlah indeks harga saham pada setiap pasar modal.

Ibarat jantung dengan kinerja yang sudah tidak fisiologis, bisa berasal dari penumpukan lemak atau penyakit pada organ yang lain. Sama halnya perbankan saat sekarang juga mulai goyah. Tinggalah menunggu detik-detik berhentinya denyut jantung sistem perekonomian berbasis ribawi. Karena menderita sakit di sana dan di sini.

Sistem ekonomi yang berbasis ribawi tidak akan menumbuhkan ekonomi masyarakat. Yang terjadi adalah kehancuran sendi-sendi perekonomian negara. Benarlah jikalau Sang Maha Pengatur Kehidupan membentengi makhluknya dengan Alquran. Dalam Qur'an Surat Ar-Rum ayat 39

وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).

Dalam sistem perekonomian Islam, semua kembali bertumpu pada pasar riil. Dan uang sebagai darah dari jantungnya sistem ekonomi, dinar dan dirham menjadi mata uang atau menjadi standar perputaran mata uang. Pengelolaan harta yang jelas dan tegas (kepemilikan individu, negara dan masyarakat). Dengan demikian sistem ekonomi akan berjalan dengan baik, sebagaimana jantung yang tetap sehat.



Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.