Jika Indonesia Ingin Diberkahi

Hot News

Hotline

Jika Indonesia Ingin Diberkahi





Oleh Henyk Nur Widaryanti

Konferensi pers capres dan cawapres Jokowi menyisakan  tanda tanya. Di luar prediksi. Media dan masyarakat mengharapkan inisial "M" adalah seorang akademisi. Harapan itu sirna saat inisial "M" adalah seorang ulama. Pro dan kontra pun menghiasi. Bagi yang pro, membuktikan bahwa pak capres cinta ulama. Terlepas dari isu ancaman yang pernah diberikan oleh salah seorang kandidat cawapres. Bagi yang kontra menganggap bahwa pak kyai hanya dijadikan lumbung suara untuk memenangkan pilpres tahun depan. Entah mana yang benar dari asumsi di atas. Semua akan terjawab oleh waktu. 

Ulama adalah pewaris nabi. Mereka bertugas mengingatkan para pemimpin jika salah mengambil kebijakan. Tentunya ulama akan menyandarkan benar salah kepada hukum Islam. Mereka menunjukkan jalan antara halal dan haram. Islam tidak pernah mengajarkan mencampur adukkan benar dan salah. Allah berfirman: “Janganlah kamu campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan, dan kamu sembunyikan yang benar padahal kamu mengetahuinya.“ (Qs Al -Baqarah : 42). Ulama yang lurus akan senantiasa menjadikan Alquran dan As-Sunnah sebagai sandaran. 

Bagaimana jika ulama terjun dalam politik? Ulama yang memahami konsep halal dan haram pantas menjadi seorang pemimpin. Asalkan seorang ulama memenuhi syarat menjadi pemimpin. Laki-laki, muslim, baligh, berakal, adil, merdeka dan mampu. Lebih dari itu, masyarakat berharap kepemimpinan ulama akan membawa Indonesia menjadi negeri yang diberkahi. Cukupkah dengan menjadikan ulama pemimpin Indonesia langsung diberkahi? 
 Allah berfirman: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. " (QS 7. Al A'raaf:96).

Dalil di atas menunjukkan untuk mendapatkan berkah langit dan bumi memerlukan pemimpin yang taat pada ayat-ayat Allah. Ketaatan ini diimplementasikan pada kebijakan dan aturan yang diterapkan. Sehingga masyarakat mengikuti dengan suka rela atas penerapan itu. Inilah yang disebut sebagai penduduk negeri yang beriman dan bertakwa. Sehingga ulama yang tunduk pada Allah akan membawa kepada Indonesia yang diberkahi. 

Akankah kita mendapatkan berkah dalam kondisi saat ini? 
Sebagaimana kita tahu, politik praktis yang dipakai saat ini adalah demokrasi. Unsur terpenting dalam demokrasi adalah kekuasaan di tangan rakyat serta kedaulatan di tangan rakyat. Kekuasaan di tangan rakyat berarti hak untuk memilih pemimpin adalah milik rakyat. Kedaulatan di tangan rakyat maknanya hak membuat aturan dipegang oleh pemimpin yang dipilih rakyat. Pada faktanya kedaulatan ini berhubungan dengan pembuatan hukum. Dan standar pembuatan hukum didasarkan pada suara mayoritas. Bisa jadi hasil suara mayoritas tidak sesuai Islam. 

Islam sendiri menjadikan dorongan ketakwaan dan keimanan dimiliki oleh seorang pemimpin. Agar tercipta totalitas ketaatan. Ketaatan total ini akan mengantarkan pemimpin memilih standar Islam sebagai dasar kebijakan. Islam memakai standar halal dan haram yang didasarkan pada Alquran dan As-Sunnah. Jika ingin Indonesia diberkahi, kita memerlukan ulama yang menjadi pemimpin negeri adalah yang taat dan takut hanya kepada Allah. Tentunya pemimpin seperti ini tidak akan diperoleh dalam proses demokrasi. Hanya proses yang bersih, sesuai Islamlah yang mampu menciptakan ulama sekaligus pemimpin yang diberkahi. Wallahu 'alam.



Penulis adalah aktivis peduli generasi
Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.