Keke Challenge dan Momo Challenge : Momok Perusak Generasi Muslim

Hot News

Hotline

Keke Challenge dan Momo Challenge : Momok Perusak Generasi Muslim

(Sumber ; www.pinterest.com/pin)


Oleh : Mira Sutami H 

Setelah aplikasi tik tok, kini ada yang sedang naik daun dan menjadi tren di masyarakat yaitu Keke Challenge dan Momo Challenge. Keke Challenge ini digandrungi oleh berbagai lapisan generasi  mulai dari remaja hingga orang dewasa. Tentu Keke Challenge ini tak asing di telinga kita karena sudah menyebar ke seluruh pelosok dunia. Di negeri ini pun challenge tersebut sudah populer. 

Keke Challenge dilakukan di samping mobil yang sedang berjalan dengan pintu yang dibuka. Keke Challenge ini bermula dari diluncurkannya lagu  Drake yang berjudul " ln My Feellings". Sedang Keke Challenge muncul akibat viralnya dari tarian Shiggy seorang komedian yang mengunggah tariannya di instagram miliknya dan dia menuliskan #Mood: Keke Do You Love Me. Boom! Virallah tarian dari Shiggy. Salah satu gerakan dari tarian Shiggy yaitu gerakan tangan membentuk hati (lDN Times Logo).

Sedangkan Momo Challenge adalah tantangan yang tersebar di WhatsApp. Momo Challenge ini diperuntukkan untuk anak-anak gadis usia 12 tahun. Tantangan ini tergolong berbahaya. Polisi di sejumlah negara telah menyatakan keprihatinannya. Alasannya karena tantangan ini mengajak seseorang untuk bunuh diri. Tantangan ini mirip Blue Whale Challenge yang sempat viral beberapa waktu yang lalu.

Momo adalah akun media sosial yang kehadirannya ada di jaringan seperti WhatsApp, Facebook dan Youtube. Menurut Unit lnvestigasi kejahatan komputer, di negeri bagian Meksiko, Tabasco, permainan ini dimulai dari Facebook. Para pengguna ditantang untuk berkomunikasi dengan nomor yang tidak diketahui. Kemudian momo akan menanggapi panggilan dengan gambar kekerasan sambil memberi perintah. Bila pemain menolak untuk mengikuti perintah permainan maka dirinya bisa terancam (Okezone.com).

Memang sekarang ini banyak masyarakat terutama remaja senang mengikuti hal yang sedang tren (viral). Mereka tak mau lagi berpikir mana yang bermanfaat dan mana yang sia-sia. Mana yang berbahaya dan mana yang aman. Mereka juga tidak berpikir apakah agama  membolehkan hal tersebut. Karena ketika mereka ingin eksis maka mereka melakukan apapun yang viral tersebut tanpa berpikir panjang lagi. Hal tersebut adalah imbas pemikiran kapitalisme sekuler. 

Padahal tanpa disadari tiap hari kaum muslim telah dicekoki oleh hiburan yang kontennya telah merusak akal dan nalar. Hal itu memang sengaja dibuat oleh orang - orang Barat untuk merusak dan melemahkan pemikiran kaum muslim. Baik melalui sarana hiburan  maupun permainan yang sia-sia saja. Termasuk  Keke Challenge dan Momo Challenge yang  mengarah pada hal yang berbahaya. Semisal bunuh diri yang jelas-jelas lslam telah melarangnya. 

Dari hiburan maupun permainan yang diusung kapitalis baik keke maupun momo ini sebenarnya juga bisa menjauhkan generasi muslim dari khoiru ummah yang visioner, produktif, kreatif dan inovatif dalam kebaikan yaitu hamba Allah yang berperan sebagai khalifah fil ardh.
Ingatlah sesungguhnya orang Yahudi dan Nasrani tak akan rida sebelum kaum muslim mengikuti milah mereka. Dan jelas sekali mereka ingin umat lslam lemah dan jauh dari agamanya. Sehingga ketika lemah baik fisik dan akalnya, mudah untuk dihancurkan. 

Jadi kaum muslimim mestinya sadar diri hiburan yang ada saat ini kebanyakan produk dari musuh-musuh lslam. Yang menginginkan kita sebagai kaum muslimin lemah. Sebab banyak melakukan hal-hal yang sia-sia.

Namun sayang akibat kapitalis yang mengagungkan kebebasan sehingga hal yang sebenarnya merusak generasi malah tumbuh subur. Sekarang jelaslah sesungguhnya bahwa sistem kapitalis tak mampu untuk meri'ayah generasi dan tak mampu melindungi generasi dari pengaruh buruk propaganda musuh-musuh lslam. 

Hal itu berbanding terbalik dengan lslam. Sebab peradaban lslam mampu untuk menyelamatkan generasi. Sesungguhnya ketika lslam diterapkan dalam sebuah istitusi negara. Maka pemerintah yang menerapkan lslam dan seluruh syariat-Nya bisa memberikan jaminan akan terjaganya akidah umat. Dalam lslam yang pertama dikuatkan adalah akidah dengan dimulainya sejak dini. Karena sistem pendidikan memang berbasis akidah. Oleh karena itu kita semua wajib berjuang bersama-sama mencegah lost generasi yaitu dengan lslam kaffah. Wallahu 'alam.



Penulis adalah seorang pemerhati sosial dan generasi

Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.