Lapas Fasilitas High Class

Hot News

Hotline

Lapas Fasilitas High Class





Oleh : Vinci Pamungkas


Minggu (22/7) malam, Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lembaga permasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung. Ditemukan sejumlah barang mewah yang seharusnya tidak berada di dalam sel. 

Salah satu yang terciduk adalah sel yang dihuni oleh Luthfi Hasan Ishaaq (LHI). Terpidana korupsi impor daging sapi ini melengkapi selnya dengan fasilitas yang wow. Mulai dari sepeda statis untuk olahraga, microwave, sejumlah perlengkapan memasak, steamer baju, dll. Kamar mandinya tak kalah mewah dengan jet shower dan closet duduk. Layaknya di hotel bintang lima. 

Kemewahan tak hanya terjadi di dalam sel. Di luar tampak berjejer saung-saung ala resort yang dibangun oleh penghuni lapas. Konon, saung elite ini digunakan 'narapidana (napi) tertentu' sebagai tempat untuk bertemu dengan keluarga dan kolega. Dari penemuan-penemuan hasil sidak ini, Kalapas Sukamiskin langsung ditetapkan sebagai tersangka. (detiknews.com)

Kejadian ini memang bukan kali pertama di Indonesia. Tahun 2010 rumah tahanan negara (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur terkena sidak. Mereka kedapatan memfasilitasi sel Artalyta Suryani alias Ayin dengan barang-barang mewah. Ayin adalah pengusaha yang menjadi terpidana dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Dan banyak kasus yang serupa terjadi tiap tahunnya. Hanya kurang diekspos oleh media.(serambinews.com)
Melihat kasus sel mewah ini terus berulang, maka jelaslah bahwa pemerintah tidak memiliki solusi jitu untuk 
menghentikannya. Jika kita telaah, kasus ini disebabkan oleh hal-hal berikut :

1. Kurangnya keimanan dan ketakwaan individu. Para napi tanpa rasa takut menyuap Kalapas untuk menyiapkan sel mewah. Begitu pula sebaliknya. Penerima suap tak memikirkan dosa yang akan ditanggung, mereka langsung menyambut uang sogokannya. 

2. Suap menyuap sudah membudaya di masyarakat. Dari mulai hal yang kecil, seperti memberikan rokok atau makanan kepada sipir penjara. Sampai memberikan uang dan barang-barang mewah demi kenyamanan napi di Lapas. 

3. Hukuman bagi penyuap dan yang disuap yang ditetapkan oleh pemerintah tidak membuat jera. Justru membuka lebar peluang untuk melakukan tindakan suap yang baru. Dan dibuat tidak berdasar pada aturan Allah yang maha adil dan bijaksana. 

4. Tidak ada aturan-aturan pencegahan dari pemerintah agar kasus sel mewah ini tidak kembali menjamur. 

Islam memiliki solusi untuk menumpas habis kasus sel mewah ini. Dalam Islam, tindakan suap (risywah) hukumnya haram apapun alasannya. Berdasarkan hadits dari Abdullah bin ‘Amr RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Laknat Allah atas setiap orang yang memberi suap dan yang menerima suap.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Dari Tsauban RA, bahwa Rasulullah SAW telah melaknat setiap orang yang memberi suap, yang menerima suap, dan yang menjadi perantara di antara keduanya. (HR Ahmad). 

Sanksi untuk mereka adalah hukuman ta’zir (hukuman yang ditetapkan oleh qadhi/hakim sesuai dengan tingkat pelanggarannya). Dapat berupa tasyhir atau pewartaan (dulu diarak keliling kota, sekarang bisa ditayangkan di televisi atau melalui internet). Ta'zir berupa penyitaan harta dan hukuman kurungan, bahkan sampai hukuman mati. Sebagaimana alam sebuah hadis dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah SAW bersabda : “Tidak diterapkan hukum potong tangan bagi orang yang melakukan pengkhianatan [termasuk suap], orang yang merampas harta orang lain, dan penjambret.” (HR Abu Dawud). 

Selain sanksi yang diberikan ketika terjadi pelanggaran, Islam pun menyiapkan aturan yang bersifat preventif. Agar kasus serupa tidak terulang. Tindakan pencegahan suap adalah dengan melarang para pejabat atau orang-orang penting menerima hadiah. Diriwayatkan daripada Jabir bin Abdullah RA bahwa Nabi SAW bersabda,“Hadiah-hadiah yang diberikan kepada para pemimpin adalah harta khianat” (HR Thabrani). 

Berdasarkan penjelasan di atas, jelaslah bahwa kehidupan yang adil hanya akan didapat saat manusia menerapkan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. 


Penulis adalah anggota komunitas revowriter
Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.