Menakar Ramah Bagi Remaja

Hot News

Hotline

Menakar Ramah Bagi Remaja

(Sumber; www.pinterest.com/hijaber)



Oleh : Rut Sri Wahyuningsih*

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar The Colour Run gratis di Kota Bogor, Sabtu, 11 Agustus 2018, dengan tema “Safe Spaces For Youth”. Acara ini diadakan dalam rangka memperingati  Hari  Remaja Internasional (International Youth Day) 2018 yang jatuh pada 12 Agustus (Tempo.co/11/08/2018).

Melalui ajang lari ini, BKKBN mengundang berbagai organisasi, komunitas remaja dan mendorong seluruh  elemen masyarakat  untuk ikut peduli, dan juga berkontribusi menciptakan ruang ramah bagi remaja di lingkungannya masing-masing.

BKKBN mengeluarkan program GenRe yang digagas sebagai program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa di kalangan generasi muda. Program ini merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi pernikahan dini, seks pra nikah dan NAPZA, sehingga dapat menjadi remaja tangguh dan mampu berkontribusi dalam pembangunan, serta berguna bagi nusa dan bangsa.

Tak dapat dipungkiri, remaja hari ini memang menghadapi banyak persoalan. Hingga dirasa perlu mendapatkan" ruang ramah" bagi mereka. Namun menakar kembali pada ide yang dimaksud masih ada kekaburan pemahaman terkait akar persoalan yang melilit kaum remaja.

BACA JUGA : http://www.dapurpena.com/2018/08/islam-pencetak-generasi-hebat-dambaan.html

Remaja senantiasa berkaitan dengan fluktuasi emosional. Mereka cenderung mengekspresikan segala pemikiran dan keinginan tanpa pernah berpikir lebih mendalam, maka perlu ada pendampingan. Dan ini meniscayakan adanya sebuah sistem pendidikan yang mampu mencakup perubahan bagi aqliyah( akal) dan nafsiyah( emosi) mereka. Kemudian yang tidak kalah penting menciptakan suasana keimanan yang terus menerus.

Sistem pendidikan yang hari ini berlangsung berbasis kepada sistem pengaturan urusan masyarakat yang lebih luas lagi yaitu sekulerisme. Terbukti dari minimnya pelajaran agama yang diberikan kepada anak didik. Bahkan beberapa petinggi negeri ini baik yang berkecimpung di dunia pendidikan maupun tidak menghimbau dan bahkan mengeluarkan kebijakan yang jauh dari esensi agama. Dengan mewacanakan peniadaan bab jihad atau menjadikan pelajaran agama hanya sebagai muatan lokal sebagaimana ekstrakurikuler.  Jelas ini akan menimbulkan persoalan baru. Kepekaan mereka hilang. Padahal pemeluk Islam adalah mayoritas. Islam sendiri pun sebagai agama rahmatan lil alamin. Mampu memberikan solusi bagi siapa saja, muslim ataupun bukan. Terlebih menerapkan syariat adalah konsekuensi keimananan bagi kaum mukminin.

BACA JUGA : http://www.dapurpena.com/2018/08/ulama-di-pusaran-pemilu.html

Agama Islam terdiri dari akidah dan syariat. Maka bisa disebut pula sebagai ideologi. Islam memandang, solusi bagi persoalan  remaja hari ini, adalah berkomitmen membangun kepribadian anak. menjadi kepribadian Islami. Melalui kurikulum yang berkesinambungan sejak pendidikan usia dini hingga lanjut. Tidak boleh ada hal yang  bertentangan dengan akidah Islam dipelajari pada usia rentan, antara anak-anak hingga remaja. Hingga output pendidikan Islam tidak hanya faqih fiddin tapi juga mampu menghadapai tantangan global di masa dia tumbuh menjadi remaja. Di sisi lain mampu menempatkan dirinya sebagai hamba Allah yang taat.

Kedua adalah menciptakan suasana keimanan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak, dengan mengontrol tayangan-tayangan tidak mendidik baik di media televisi, cetak maupun online. Mengontrol tata cara pergaulan dan muamalah di masyarakat agar tidak ada pelecehan,kezaliman dan sebagainya.

Ketiga adalah dengan membangun kontrol masyarakat yang komperehensif, dengan menumbuhkan amar makruf nahi mungkar baik di dalam masyarakat itu sendiri maupun kepada penguasa yang lalai. Dan ketiganya butuh kehadiran sebuah negara yang memang secara fakta mampu melaksanakan.

Islam selama 1300 tahun, dalam naungan Daulah Khilafah  telah sukses menjadi pioner peradaban bagi 2/3 bangsa di dunia. Maka, jika hari ini kita berazam untuk memperjuangkannya kembali adalah hal yang tidak berlebihan atau utopis. Sebab hal ini merupakan kewajiban bagi seluruh kaum muslim. Karena Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum tanpa kaum itu mengubah dirinya sendiri.  Sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Qs Ar Ra'd 13: 11 yang artinya:

Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Wallahu a'lam biashowab.

*Penulis adalah Pengasuh Grup Online Obrolan Wanita Islamis (BROWNIS)

Editor  : Lulu Wulandari





This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.