Pemuda Melek Politik

Hot News

Hotline

Pemuda Melek Politik



Oleh: Isty Shofiah

Kalau bicara soal politik, pasti akan teringat bahwa tahun ini hingga 2019 nanti merupakan tahun politik di negeri ini. Waktu ketika orang ramai berbondong-bondong ingin jadi pejabat, bahkan jadi orang nomor satu di negeri ini. Bahkan saat ini sudah ada penetapan dari para calon pemimpin negeri. Hmm.. Apakah politik hanya seputar itu?

Ya, jika memahami sesuai dengan sistem yang ada saat ini, yakni kapitalisme demokrasi. 
Wajar jika politik dipahami hanya seputar pemilu atau meraih kekuasaan, karena saat ini begitulah prakteknya.

Menurut Syaikh Abdul Qadim Zalum dalam bukunya "Pemikiran Politik Islam" bahwa makna politik adalah aktivitas pengaturan urusan umat, baik di dalam maupun luar negeri. Pengaturan tersebut tertuang dalam sebuah undang-undang negara, yang akan mengayomi masyarakatnya. Jadi, negara akan memberikan segala keperluan dan kebutuhan rakyatnya. Dan perlu dipahami juga bahwa harus ada yang senantiasa mengoreksi/mengingatkan dalam rangka mengatur urusan umat tersebut, karena dikhawatirkan ada kekeliruan dalam menetapkan suatu kebijakan dan lain-lainnya. 

Nah, makna politik di dalam Islam ternyata tidak hanya seputar pemilu, tetapi lebih luas mencakup kehidupan umat manusia. Dari aspek pendidikan, sosial, kesehatan, dan lain sebagainya. Maka kemudian tidak aneh jika masyarakat saat ini merasa asing dengan politik Islam. Karena politik yang dipahami umat tidak sesuai dengan makna Islam. 

Lalu apa hubungannya dengan para pemuda? Tidak dipungkiri, bahwa agent of change itu adalah para pemuda. Merekalah yang nantinya akan mengisi peradaban selanjutnya. Untuk itu wajib hukumnya para pemuda memahami politik secara benar, yakni politik Islam. Ketika penguasa melakukan kelalaian atas kebijakannya, atau zalim dan lain sebagainya, maka pemuda inilah yang harus berani maju melakukan koreksi atau mengingatkan penguasa agar tidak melenceng dari hukum syara'. 

Sebagaimana keberanian seorang pemuda yang dengan lantang bicara kepada khalifah Umar ra bahwa jika Umar melakukan kekeliruan selama menjadi khalifah maka dialah yang akan senantiasa mengingatkannya.

Nah, disinilah pentingnya pemuda melek politik. Siapa lagi yang akan memimpin negeri ini jika bukan kalian wahai pemuda. Oleh karena itu, bangkitlah dan jadilah pejuang Islam yang siap melawan kekejian serta pelanggaran hukum syara'. Allahu a'lam. 



Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.