Sinergi Dalam Mendidik Buah Hati

Hot News

Hotline

Sinergi Dalam Mendidik Buah Hati







Oleh : Isty Shofiah

Memiliki pasangan halal tentu dambaan setiap insan. Selain merupakan ibadah juga termasuk penjagaan diri dari kemaksiatan. Dan setiap yang menikah, tentu memiliki visi misi dalam membangun keluarganya. Termasuk dalam hal pendidikan anak. 

Sebagai sebuah keluarga, suami dan istri ibarat pilot dan copilot dalam perjalanan bahtera rumah tangga. Juga sebagai sahabat serta partner yang kompak, tentu ini merupakan tantangan bagi keduanya, baik dalam pengelolaan rumah tangga, khususnya pendidikan anak-anaknya. 

Anak adalah anugerah sekaligus amanah yang diberikan Allah Swt kepada setiap orangtua. Allah Swt berfirman dalam Surah Al Anfal :27-28,
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan RasulNya dan janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui(27). Dan ketahuilah, bahwa harta dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah lah pahala yang besar(28).

Oleh karenanya, mendidik anak dengan baik merupakan cara orangtua dalam menjaga amanah yang Allah Swt berikan. Tentu, metode pendidikan orangtua haruslah sesuai dengan syariat Islam. Lalu siapakah yang paling bertanggungjawab atas pendidikan anak? Karena banyak ditemui sebagian keluarga muslim yang beranggapan bahwa mendidik anak adalah tugas istri saja. Padahal, suami atau ayah juga berperan penting dalam pendidikan anak-anaknya. Rasulullah Saw bersabda :
Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggunjawabannya dan demikian juga seorang pria adalah seorang pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. (HR. Bukhari: 2278).

Pendidikan anak adalah tanggungjawab utama sang ayah. Akan tetapi, pendidikan anak harus ditangani langsung oleh keduanya (ayah-ibu). Sebab, mendidik anak bukanlah perkara yang mudah bahkan harus menjadi prioritas utama bagi setiap orangtua, sebagaimana yang dituturkan oleh imam Abu al-Hamid al-Ghazali rahimahullah. Beliau berkata, perlu diketahui bahwa metode untuk melatih atau mendidik anak-anak termasuk urusan yang paling penting dan harus mendapat prioritas yang lebih dari urusan yang lainnya. Anak merupakan amanat di tangan kedua orang tuanya dan qalbunya yang masih bersih merupakan permata yang sangat berharga dan murni yang belum dibentuk dan diukir. Dia menerima apa pun yang diukirkan padanya dan menyerap apa pun yang ditanamkan padanya. Jika dia dibiasakan dan dididik untuk melakukan kebaikan, niscaya dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat. Dan setiap orang yang mendidiknya, baik itu orang tua maupun para pendidiknya yang lain akan turut memperoleh pahala sebagaimana sang anak memperoleh pahala atas amalan kebaikan yang dilakukannya. Sebaliknya, jika dibiasakan dengan keburukan serta ditelantarkan seperti hewan ternak, niscaya dia akan menjadi orang yang celaka dan binasa serta dosa yang diperbuatnya turut ditanggung oleh orang-orang yang berkewajiban mendidiknya (Ihya Ulum Al Din 3/72).

Sebagai orangtua, tentu senantiasa berharap, berdoa dan berusaha semaksimal mungkin agar anak-anaknya kelak menjadi anak yang shalih shalihah. Untuk itu, membangun sinergi dalam mendidik buah hati itu wajib. Walaupun tidak mungkin semua hal dilakukan secara bersamaan, karena seorang ayah juga memiliki kewajiban yang lain berupa mencari nafkah. Oleh karena itu, harus ada pembagian tugas dalam mendidik anak antara keduanya (ayah-ibu). Misal, ketika mengajarkan anak menghafal qur'an, Sang ayah mendapat bagian atau tugas mengulang hafalan sang anak dengan muroja'ah ba'da subuh atau sebelum berangkat bekerja atau setelahnya, tergantung kesepakatan yang telah ditetapkan bersama. Jadi, tetap ada peran sang ayah dalam pendidikan anak-anaknya walau sibuk bekerja mencari nafkah.

Pendidikan yang baik merupakan pemberian yang sangat berharga bagi anak. Sebagaimana sabda Rasul Saw, 
Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orangtua kepada anaknya selain pendidikan yang baik. (HR. Al Hakim: 7679).

Memiliki anak yang shalih shalihah tentu dambaan setiap orangtua. Untuk itu, orangtua harus memperhatikan dan memprioritaskan pendidikan bagi anak-anaknya. Karena di sanalah investasi pahala bermula.
Semoga Allah karuniakan kita anak yang shalih shalihah taat kepada-Nya serta menjadi pembela agama-Nya. Aamiin allahumma aamiin. 



Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.