Agama Dan Politik Dipisahkan, Manusia Berubah Jadi Setan

Hot News

Hotline

Agama Dan Politik Dipisahkan, Manusia Berubah Jadi Setan




Oleh: Ekky Marita, S.Pd


“Kalau bicara agama di masjid sajalah, jangan bawa-bawa agama dalam politik”. Kalimat seperti itu sering sekali terdengar di telinga. Memang di zaman sekarang agama dilarang mencampuri urusan politik. Pembahasan agama hanya dispesialkan dalam masjid saja. Bahkan jika ada ustad yang menghubungkan Islam dengan politik, langsung main ciduk, main tangkap bahkan persekusi.

Melansir dari Liputan6.com, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta agama tidak dicampurkan dengan urusan politik praktis. Hal ini disampaikan Moeldoko menanggapi adanya Ijtima’ Ulama II yang digagas oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. Saran saya, janganlah agama dibawa ke politik. Karena kalau agama dibawa-bawa ke politik, kasihan umat. Mau kemana nanti kan,” kata Moeldoko di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Menurut Moeldoko, dilibatkannya ulama dalam politik nantinya akan membingungkan masyarakat. Ia pun memberi contoh figur yang kehilangan jamaahnya setelah makin sering beraktivitas di bidang politik”. Padahal apabila agama dan politik dipisahkan, umat malah semakin kasihan.

Umat terombang-ambing oleh badai yang kapan pun bisa menerpa. Bagaikan kapal di laut lepas tanpa nahkoda yang diterpa badai hingga akhirnya tenggelam. Bisa dilihat sampai hari ini biang masalah yang dihadapi rakyat adalah sekularisme, memisahkan agama dari segala urusan kehidupan termasuk politik. Selalu berharap solusi satu-satunya semua masalah hanyalah dengan penggantian penguasa tapi malah semakin sengsara.

Sebab sistem demokrasi saat ini bisa merubah siapapun yang masuk kedalamnya meski sekalipun dia berhati malaikat berubah menjadi setan. Haus kekuasaan, lapar jabatan, tidak akan pernah kenyang menjadi tabiat bentukan sistem ini. Mengorbankan urusan umat demi kepentingan segelintir para elit yang disetir oleh nafsu dunia yang menggebu.

Agama dan politik ibarat dua sisi mata uang

Secara historis selama 13 abad masa peradaban Islam tertulis dengan tinta emas bukan karena dipisahkannya agama dalam pengaturan kehidupan namun sebaliknya. Keduanya memang mustahil untuk dipisahkan. Karena Islam sebagai sebuah ideologi, aturannya tidak hanya menyangkut persoalan aqidah, ibadah, akhlak tetapi juga mengatur segala urusan umat baik di dalam dan luar negeri agar terpenuhi secara ma’ruf.

Rasulullah SAW sebagai suri teladan, manusia terbaik di bumi ini tidak hanya mendakwahkan Islam perihal ibadah, akhlak melainkan terjun langsung mengurus politik untuk kebutuhan umat. Mulai dari kebutuhan pokok individu mencakup: sandang, pangan dan tempat tinggal. Hingga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat meliputi pendidikan, kesehatan dan keamanan.

Begitu pula masa sesudah Rasulullah SAW yaitu Khulafaur Rasyidin selalu menyatukan agama dengan urusan kehidupan umat. Sehingga mendapatkan keberkahan dan ridho ALLAH SWT. Sungguh sangat berbeda 180 derajat antara demokrasi berasaskan sekuler dengan sistem Islam.

Jika penguasa masih menginginkan sistem demokrasi yang memisahkan agama dengan politik maka bisa dipastikan akan muncul banyak manusia menjelma menjadi setan. Untuk meruqyah masalah tersebut, hanya Islam lah satu-satunya solusi yang harus diperjuangkan.
Wallahualam Bisshowaab



This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.