Islam Dipersekusi, Separatisme Aman Berdeklarasi

Hot News

Hotline

Islam Dipersekusi, Separatisme Aman Berdeklarasi





Penulis : Indri 

"Enak ya ceramah ceramah kalau di kampung kita sendiri, nyantai, tenang," ujar Ustadz Abdul Somad  kemudian terdiam lalu tertawa.

Candaan Ustaz Abdul Somad tersebut terlontar ketika beliau  mengisi ceramah di Masjid Ikhlas, Labuh Baru Timur, Pekanbaru, Selasa (4/9/2018).

Sebagaimana diketahui masyarakat, bahwa safari dakwah Ustaz Abdul Somad di beberapa kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta dibatalkan sampai akhir tahun 2018.  Pembatalan terpaksa dilakukan  karena adanya oknum yang melakukan intimidasi, ancaman, dan teror kepada Ustaz Abdul Somad.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, menyatakan bahwa salah satu alasan pihaknya meminta kepolisian memeriksa ceramah dai kondang Ustadz Abdul Somad Lc MA adalah adanya tim Ustadz Somad yang mengenakan simbol Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Jepara itu salah satu basis NU di Jateng. Jika tim manajemen UAS mendatangkan petugas dengan menggunakan simbol-simbol HTI, apa ini bukan memancing namanya?” kata Yaqut. (tribunsumsel.com, 8/9/2018)

Simbol HTI yang dimaksud Gerakan Pemuda Anshor adalah adanya atribut berupa tulisan kalimat tauhid di bendera, topi, dan baju. 

"Eeee… dari sisi atribut yang dipakai oleh krunya. Jadi sebelum datang itu biasanya, kan, ada krunya yang menyiapkan. Itu dari sisi atributnya sudah menggunakan atribut-atribut Hizbut Tahrir. Atributnya itu ada bendera ‘La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah’, misalnya, di topinya, di bajunya. Nah itu yang sebenarnya kita tidak kehendaki. Soalnya gini. Tidak harus UAS, siapapun orangnya. Jadi jangan kemudian UAS itu merasa dipersekusi oleh Ansor, itu jangan, enggak, sama sekali,” ungkap Mujiborrahman Ketua PP GP Ansor Korwil Jateng dan DIY di Studio Viva One, Jakarta, pada program acara Kabar Petang yang berdasarkan jadwal resminya dimulai pukul 17.00 WIB, Selasa (04/09/2018).

Pembatalan safari dakwah Ustadz Abdul Somad tersebut sangat disayangkan. Bagaimana  tidak ? Hanya karena adanya simbol tauhid lantas serta merta dituding bahwa dakwah UAS ditunggangi HTI. Kesimpulan yang terlalu cepat dan mengada-ada. 

Betapa ironisnya umat Islam justru phobia dan alergi terhadap kalimat tauhid. Padahal kalimat tauhid inilah kelak yang akan menentukan kehidupan akhirat seorang manusia, surga atau neraka. 

”Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621)

Seharusnya, Gerakan Pemuda Anshor tidak perlu melakukan teror, intimidasi, dan ancaman hanya dengan dalih demi menjaga NKRI. Bagaimana umat Islam Indonesia akan menjadi umat yang cerdas sedangkan kesempatan adanya majelis ilmu ditutup rapat-rapat. 

Tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan semakin gencarnya dakwah islam. Karena dakwah islam akan berimbas pada semakin lurusnya pemahaman dan tertatanya kehidupan umat Islam. Apakah Gerakan Pemuda Anshor justru senang apabila umat Islam bergelimang kemaksiatan ? Ironis. 

Semestinya, Gerakan Pemuda Anshor itu getol memberantas kemaksiatan yang semakin bertebaran di masyarakat. Semisal maraknya tempat-tempat maksiat di berbagai wilayah.

Bisa juga seharusnya dengan dalih menjaga NKRI Gerakan tersebut menghalau Gerakan Separatisme OPM di Papua. Nyatanya hal itu tidak pernah dilakukan. Padahal keberadaan Gerakan Separatisme OPM ini sangat membahayakan NKRI. 

Bahkan Gerakan Separatisme ini sudah terang-terangan mendeklarasikan diri. Sebagaimana yang terjadi pada kegiatan orientasi mahasiswa Universitas Cenderawasih, para panitia meminta mahasiswa menggunakan simbol-simbol perjuangan Papua Merdeka dan membuat lagu tentang Papua Merdeka yang merupakan perlawanan terhadap NKRI. 

Dengan melihat fakta seperti itu mana seharusnya yang lebih utama diberantas, Dakwah Islam apa Gerakan Separatisme ? Tentu  sebagai masyarakat yang cerdas semestinya bisa menjawab.



Penulis Pemerhati Masyarakat dan Peduli Generasi
Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.