Ketika Medsos Pemicu Perceraian

Hot News

Hotline

Ketika Medsos Pemicu Perceraian





Oleh: Yuyun Suminah 

Di zaman era serba digital sekarang semua mudah untuk mengakses apapun tidak hanya dinikmati oleh suatu lembaga maupun secara pribadi, mulai dari kalangan muda, tua, anak-anak, orang tua  semuanya mudah mengaksesnya. Tidak hanya itu kini media sosial (medsos) pun masuk ke ranah keluarga yaitu kehidupan rumah tangga.

Media sosial mempunyai dua sisi kegunaan, negatif dan positif. Ketika medsos digunakan dengan positif oleh para penggunanya akan mendatangkan kebaikan. Dijadikan lahan untuk menebar kebaikan. Tapi sebaliknya ketika medsos digunakan dalam hal negatif tempat lahan untuk membuka aib pribadi orang lain. Misal kehidupan rumah tangga, suami dan isteri saling menceritakan kekurangan satu sama lain meluapkan kekecewaan dan lainnya, yang akan diperoleh adalah kemaksiatan.

Maka tidak menutup kemungkinan penggunaan medsos tersebut bisa menjadi pemicu perceraian. Seperti di Pengadilan Agama Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatat kasus perceraian yang terjadi selama beberapa tahun terakhir banyak diakibatkan oleh media sosial. Menurut Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Karawang Abdul Hakim mengatakan, sesuai dengan pembuktian dalam persidangan kasus perceraian di Pengadilan Agama Karawang, cukup banyak pasangan suam-isteri bercerai karena kecemburuan yang bermula dari pertemanan di media sosial.

Menurut dia, media sosial seperti facebook, instagram dan whatsApp menjadi salah satu pemicu perceraian merupakan tren baru. Karena sebelumnya, kasus perceraian kebanyakan disebabkan faktor ekonomi. (AntaraNews.com, 9 September 2018). 
Pada Januari hingga Juli 2018 tercatat Pengadilan Agama Karawang menerima 1.201 permohonan gugat cerai. Sedangkan pada periode yang sama, Januari hingga Juli 2018, Pengadilan Agama Karawang hanya menerima 434 pengajuan cerai talak dari suami. (Antaranew.com, 9 September 2018)

Menjadikan orang jauh terasa dekat dan menjadikan orang dekat terasa jauh. Kalimat tersebut sesuai dengan realita kehidupan sekarang. Maraknya penggunaan medsos dari berbagai kalangan ini bisa merenggangkan hubungan antara isteri dengan suami, antara anak dengan orang tua. Mereka sibuk dengan dunianya masing-masing. Kewajiban di dunia nyata lalai saling diam ketika bersama. Hanya pribadi sendirilah yang bisa mengatur waktu yang tepat untuk penggunaan medsos. 

Islam memiliki aturan untuk menjaga hubungan antara laki-laki dan perempuan, dan aturan tersebut tidak boleh dilanggar. Sejumlah rambu-rambu ditetapkan dalam sistem pergaulan Islam. Seperti larangan berkholwat, ikhtilat dan lain-lain. Juga memberikan solusi untuk menyatukan dua insan antara laki-laki dan perempuan yaitu melalui jalan pernikahan. Pernikahan adalah gerbang awal penjagaan kedua insan tersebut. Kewajiban dan hak suami isteri diatur Allah dengan syariatNya. 

Negara memiliki peran penting dalam penjagaan sebuah pernikahan. Segala pemicu perceraian ditutup. Salah satunya akan membuat peraturan di ranah sosial, termasuk interaksi dalam media sosial. Negara yang menggunakan aturan Islam akan memberi sanksi tegas ketika masyarakat melakukan pelanggaran terhadap hukum syara. Dari situ akan tercipta kesolehan tiap individu karena menyadari peran dan tanggungjawabnya terhadap Allah Swt. Keberkahan dalam berumah tanggapun akan diraih ketika aturan Allah diterapkan. Walllahua'lam.


Penulis Komunitas Aliansi Peduli Ummah Karawang
Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.