Media Sosial, Tren Baru Pemicu Perceraian

Hot News

Hotline

Media Sosial, Tren Baru Pemicu Perceraian




Oleh: Juliatin, S.Pd
(Muslimah Media Konawe)


Perkembangan teknologi yang pesat telah mengantarkan kita pada era media sosial atau yang disingkat dengan medsos. Media sosial adalah salah satu perkembangan teknologi yang memberikan kita kemudahan dalam bersosialisasi melalui dunia maya. Namun, bagaimana jika media sosial jadi biang perceraian?


Media Sosial dan Kasus Perceraian 

Pengadilan Agama Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menerima seribuan gugatan cerai sejak Januari-Juli 2018. Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Karawang Abdul Hakim mengatakan bahwa banyaknya perceraian itu yang terjadi karena media sosial.


Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa sesuai dengan pembuktian dalam persidangan kasus perceraian di Pengadilan Agama Karawang, cukup banyak pasangan suami-istri bercerai karena kecemburuan dari pertemanan pasangannya, hingga perselingkuhan yang bermula dari media sosial. Menurut dia, media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp pemicu perceraian merupakan tren baru (Liputan6.com, 10/09/2018).


Sejalan dengan peneliti dari Boston University yang menemukan korelasi antara penggunaan media sosial, masalah perkawinan, dan perceraian. Seseorang yang kerap menggunakan media sosial, sekitar 32 persen, di antaranya lebih cenderung berpikir untuk meninggalkan pasangannya. Dan Facebook merupakan salah satu penyebab meningkatnya perceraian suami-istri (Liputan6.com, 17/01/2018).


Akar masalah

Penggunaan media sosial memang adalah candu bagi siapapun yang terjebak di dalamnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh We Are Social dan Hootsuite, terungkap bahwa masyarakat Indonesia sangat gemar mengunjungi media sosial. Ada sekitar 48 persen penduduk Indonesia yang telah mencicipi media sosial. 


Adapun jumlah waktu yang dihabiskan rata-rata setiap harinya satu orang mengakses sekitar 8 jam 51 menit. Sedangkan lama waktu untuk menggunakan media sosial dari berbagai peringkat mencapai 3 jam 23 menit per hari (Okezone.com, 13/03/2018)


Ini tidak terlepas dari kemudahan yang ditawarkan sebagai tempat mengakses informasi yang bervariasi. Serta suguhan konten menarik yang mudah untuk dijangkau oleh semua kalangan. Contohnya facebook, instagram dan twitter menjadi media sosial yang paling banyak digandrungi. 


Media sosial memang menjadi alternatif jitu untuk memperluas jaring interaksi sosial. Dengan media sosial meskipun harus terpisah jarak dan perbedaan waktu semua interaksi  akan terasa sangat mudah. 


Bahkan, media sosial dewasa ini telah menjadi menjadi pilihan tepat untuk menjaring kenalan baru, berbisnis, bahkan berpolitik. Akan tetapi justru karena kemudahan interaksi inilah menyebabkan media sosial tidak terlepas dari dampak negatif yang merusak. Salah satunya disinyalir sebagai pemicu dari banyaknya tragedi perselingkuhan yang berujung pada perceraian. 



Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.