Meniti Hijrah, Menggapai Mulia

Hot News

Hotline

Meniti Hijrah, Menggapai Mulia



Dapurpena.com-Beberapa waktu lalu, Komunitas Ibu  Hebat dalam Majelis Taman Hikmah Sidoarjo, Mengadakan Talim Spesial Muharrom dengan tema Meniti Hijrah, Menggapai Mulia, dan mengundang Ustazah Ir. Zuraida Triastuti sebagai pembicaranya. 

Dalam acara yang dihadiri sekitar 25 ibu hebat ini, Ustazah Ida, sapaan akrab Ustazah Ir. Zuraida, meyampaikan materi tentang Hijrah, Saatnya Berubah. Beliau mengawalinya dengan kisah hijrah seorang bapak pegawai  bank yang mendadak pensiun dini karena sadar bahwa pekerjaannya selama ini penuh dengan keharaman. Dan  endingnya, beliau memilih berjualan bubur ayam. Meski tak bergengsi, asal halal, Allah ridho dan barokah. 



Kiranya cerita itu membuat para ibu hebat terinspirasi, sehingga beberapa ibu antusias unjuk gigi untuk menceritakan kisah singkat hijrahnya saat Ustazah meminta salah satu ibu hebat untuk sharing pengalamannya. Dan tentu saja, cerita si ibu hebat ini tak kalah inspiratifnya dengan kisah sang bapak pegawai bank tadi.

Dengan renyahnya Ustazah yang akrab disapa Ustazah Ida ini, menjelaskan apa sebenarnya hakikat Hijrah. Hijrah, secara bahasa artinya berpindah tempat. Karena memang dari sejarah munculnya kalender Hijriyah adalah dihitung dari sejak berpindahnya Nabi Muhammad Shallahualayhi wassalaam dari Mekah ke Madinah. Untuk Apa? Supaya Nabi  Shallahualayhi wassalaam, para Sahabat dan kaum muslimin yang ditindas oleh orang Quraiys karena keimanan mereka, sedapat mungkin bisa berislam totalitas dengan aman, tanpa ancaman.

Saat ini, memang banyak fenomena remaja hijrah, banker hijrah, artis hijrah, dan lainnya. Namun tak jarang juga, masyarakat memaknai hijrah hanya sekedar fisik dan penampilan semata. Tentu tidaklah demikian. Hijrah adalah soal perubahan pemikiran dan pola jiwa yang tadinya tidak islami menjadi islami, dan mau dengan sepenuh hati untuk totalitas terikat dengan aturan Allah Taala.

Ustazah Ida pun mengingatkan bahwa, kita juga harus mempertebal kesabaran, keikhlasan serta keistiqomahan dalam berhijrah. Karena di perjalanannya, bukan tidak mungkin akan banyak ujian keimanan yang akan hadir menghalangi. Seperti halnya ujian yang dialami oleh Saad bin Abi Waqosh yang diancam oleh ibundanya, andai beliau tetap beriman pada Allah dan RasulNya.

Terakhir, dalam sebuah dialog antara Ustazah Ida dan para ibu hebat ini disepakati bahwa Tahun Baru Hijriyah kali ini harus menjadi momentum perubahan diri untuk lebih dekat, taat dan takut hanya kepada Allah Taala dan islamNYa. Lengkapi hijrah kita dengan senantiasa memperkaya diri dengan ilmu Islam dan menerapkannya dengan totalitas, tidak setengah-setengah.



Reporter: widya Tantina
Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.