Terbukti Terjadi Genosida Di Rohingya

Hot News

Hotline

Terbukti Terjadi Genosida Di Rohingya




Oleh : Rut Sri Wahyuningsih

Di tengah gegap gempitanya Asean Games yang banyak mendulang decak kagum bahkan angkat topi para pemimpin dunia karena Indonesia dinilai telah berhasil  menyelenggarakan even bergengsi 4 tahunan itu,  ada berita yang semestinya menjadi perhatian lebih dari para pemimpin  terutama pemimpin di negeri-negeri muslim. Yaitu aksi pembersihan etnis Rohingya dilakukan secara terencana. Makin massiv dan memprihatinkan.

Tim Misi Pencari Fakta Independen PBB telah menerbitkan laporan tentang krisis Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Dalam laporan tersebut dipaparkan tentang penganiayaan dan kekejaman yang dilakukan Tatmadaw (pasukan keamanan Myanmar) terhadap berbagai etnis di Rakhine, termasuk Rohingya (REPUBLIKA.CO.ID/31/8/2018)

Terdapat fakta yang mengenaskan,  saudara kita sesama muslim menjadi  korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serius dari pasukan keamanan Myanmar. Salah satu faktor yang mendorong diskriminasi terhadap Rohingya adalah kebijakan kewarganegaraan. Kebanyakan Rohingya, secara de facto, tak memiliki kewarganegaraan. Hak kewarganegaraan mereka dirampas secara sewenang-wenang. Undang-Undang Kewarganegaraan Myanmar pada 1982 tak mampu menyelesaikannya, meskipun dalam UU itu dijelaskan tentang proses verifikasi yang harus dilalui sebelum mendapatkan kartu kewarganegaraan. Masalahnya terletak pada konsep "ras nasional" dan retorika eksklusif yang berasal di bawah kediktatoran perdana menteri Myanmar Ne Win pada 1960. Etnis Rohingya dianggap sebagai imigran gelap Bengali oleh masyarakat dan pemerintah Myanmar.

Tak  cukup kiranya hanya bukti terjadinya genosida di Rohingya yang dilaporkan. Namun lebih dari itu, kita mesti  menuntut keadilan kepada PBB sebagai institusi perdamaian terbesar di dunia. Mereka punya perangkat untuk menyelesaikan konflik demi konflik.  Pembacaan terhadap apa yang terjadi di Rohingya harus diwujudkan berupa solusi  yang mendasar .Namun hal itu sepertinya hanyalah isapan jempol belaka. PBB hingga hari ini belum mampu menunjukkan bahwa dirinya benar-benar punya posisi yang strategis menjaga keamanan dunia.  Berbagai kebijakannya justru menggambarkan keberpihakan yang sesungguhnya. Yaitu kepada Amerika. Pun sama dengan para pemimpin negeri muslim yang tergabung dalam keanggotaan PBB. Tak mampu menunjukkan taji, bahkan sekadar untuk ukhuwah Islam.

Rohingya tak akan selesai jika tidak mengambil solusi yang mendasar. Sistem hari ini adalah sistem yang belum teruji secara fakta keberhasilannya. Sekularisme bukan menyajikan solusi namun hanya memperburuk keadaan. Sekularisme hanya menghancurkan ukhuwah Islamiyah. Sikap muslim demikian pula para pemimpinnya. Semestinya berlepas diri dari organisasi, bukan malah  kepanjangan tangan dari pemimpin kufar yang menghendaki Islam musnah. Allah telah memperingatkan seluruh kaum muslim untuk tidak berwali atau menyandarkan solusi kepada orang kafir.

Membantu orang kafir dalam memerangi kaum muslimin adalah salah satu tabiat orang munafik. Ia merupakan bagian dari cabang kemunafikan yang selalu muncul untuk meyerang Islam. Allah ta’ala telah menjelaskannya dalam berbagai nash Alquran, diantaranya adalah:
"Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” (QS. An-Nisa’ 138-139)

Imam Ath-Thabari ketika menafsirkan ayat ini berkata, ”Siapa saja yang menjadikan mereka sebagai pemimpin, sekutu atau membantu mereka dalam melawan kaum muslimin, maka ia adalah orang yang se-ideologi dan seagama dengan mereka. Karena tak ada seorangpun yang menjadikan orang lain sebagai walinya kecuali ia rida dengan diri orang itu, agamanya, dan kondisinya. Bila ia telah rida dengan diri dan agama walinya itu, berarti ia telah memusuhi dan membenci lawannya, sehingga hukum (kedudukannya) seperti hukum walinya.” [Tafsir Ath Thabari 6/160].

Kesedihan dan kesengsaraan saudara kita di Rohingya ataupun negeri-negeri muslim lainnya akan lenyap, ketika syariat Islam diterapkan. Sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah  terhadap pihak yg menyerang kaum muslimin sehingga tidak pernah ada genosida. Maka menjadi keharusan Islam diterapkan secara kaffah  menggantikan sistem sekularisme yang ada saat ini. Wallahu bishshowab.




Pengasuh Grup Online Obrolan Wanita Islamis ( BROWNIS)

Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.