Ulama Dibungkam: Masa Depan Umat Makin Suram

Hot News

Hotline

Ulama Dibungkam: Masa Depan Umat Makin Suram


Oleh: Nadia Salsabyla

Islam bukan sekedar agama spiritual yang hanya mengurusi masalah ibadah seorang hamba dengan Rabb-nya saja. Tapi juga sebagai agama  politik  (ideologis) yang mengatur seluruh permasalahan umat. Dan sebuah keharusan bagi kaum muslimin untuk memahami dan mengambil Islam sebagai jalan hidup mereka.
Namun, kebutuhan untuk memahami Islam sebagai sebuah ideologi terhalang oleh paham sekuler yang telah mengakar kuat dalam pemikiran sebagian kaum muslim itu sendiri. Seperti yang dialami beberapa ulama yang kemudian dipersekusi ketika akan melakukan ceramah. 

Sebut saja Ustaz Felix yang dipersekusi karena ketidaksukaan beberapa ormas dakwah terhadap konten dakwah beliau. Atau yang baru saja terjadi pada Ustaz Abdul Somad yang dipersekusi karena beliau memberikan dukungannya kepada salah satu ormas yang memperjuangkan syariah dan khilafah.

Ketua Umum PGN Iwan Cahyono mengatakan, penolakan tersebut lebih disebabkan oleh sosok Abdul Somad yang terkait dengan HTI. "Ada keterlibatan eks anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam pelaksanaan kegiatan ini," katanya seperti dikutip kantor berita Antara, Jumat (27/7).

Saat ini ideologi yang kita ambil adalah kapitalisme. Asasnya adalah sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Senjata  inilah yang kemudian digunakan barat untuk melemahkan Islam dari dalam. Salah satunya dengan membelokkan pemikiran ulama agar terfokus pada akhlak/ moral, ibadah  dan menolak segala konsep yang berbau Islam politik. 

Kini telah nampak di hadapan kita umat yang merasa  puas hanya dengan perbaikan pribadi dan urusan  ibadah mahdhah semata. Tanpa menyadari bahwa tubuh kaum muslimin sudah dicabik-cabik oleh ide-ide barat. Terpisah satu dengan lainnya tak peduli kondisi saudaranya. Seperti yang dialami saudara kita di Suriah, Palestina, Myanmar dan lainnya.

Seperti yang disampaikan syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani, bahwasannya Islam politik adalah pengaturan urusan umat di dalam dan luar negeri. Politik dilaksanakan oleh negara dan umat, karena negaralah yang melakukan pengaturan ini secara praktis, sedangkan umat mengawasi negara dalam pengaturan tersebut.

Yang dimaksud dengan melakukan pengaturan poltik secara praktis adalah negara menerapkan hukum-hukum Islam di seluruh wilayah kekuasaannya. Ulama pun tak bisa luput dalam konteks politik Islam, yaitu sebagai penjaga hukum-hukum Allah yang terpercaya. Kehadiran ulama dalam syariat Islam diharapkan bisa mengoreksi penguasa jika di kemudian hari terjadi penyimpangan terhadap syariat Allah.

Rasulullah memerintahkan kaum muslimin untuk menentang penguasa yang menyimpang dari hukum Islam sesuai kemampuannya. Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’” (HR. Muslim). Rasulullah menganggap siapa saja yang tidak menentang perbuatan haram yang dilakukan penguasa sebagai sekutu dalam dosa.

Maka, langkah yang harus diambil seorang muslim adalah dengan tetap melakukan ghazwul fikr (perang pemikiran) terhadap masyarakat dengan mengedukasi umat dengan Islam politik. Wallahu 'alam.


Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.