Darurat LGBT Tuntaskan Dengan Islam

Hot News

Hotline

Darurat LGBT Tuntaskan Dengan Islam



Oleh: Amallia Fitriani

Gaya hidup LGBT di zaman now ini bagaikan wabah yang merambah di tengah-tengah masyarakat, bahkan bisa dilevelkan pada tingkat darurat, karena aktivitas LGBT sudah tidak malu-malu lagi untuk ditampakkan di hadapan publik dengan menggelar berbagai kontes LGBT di beberapa daerah.

Rencana penyelenggaraan Grand Final Mister dan Miss Gaya Dewata 2018 di Bali dibatalkan. Kepala Bidang Hubungan Masarakat Kepolisian Daerah (Polda) Bali, Kombes Pol Hengky Widjaja mengatakan, pihaknya memastikan kontes kecantikan yang berbau lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) tersebut tidak akan digelar (republika.co.id).

Lebih parah lagi aktivitas LGBT ini sudah merambah pada kalangan remaja usia sekolah. Grup komunitas gay atau penyuka sesama laki-laki di Garut, Jawa Barat (Jabar), viral di media sosial dan menghebohkan masyarakat Kabupaten Garut. Grup tersebut diduga beranggotakan pelajar SMP dan SMA. Dari penelusuran di Facebook, grup tersebut memiliki nama Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA Garut. Jumlah anggotanya terbaru mencapai 2.483 orang. Dalam info grup disebutkan bahwa grup ini sudah dibentuk sejak lima tahun lalu, tepatnya 15 April 2013 (iNews.id). Grup komunitas pecinta sesama jenis juga ditemukan di Kabupaten Karawang. Bahkan, anggota grup ini jauh lebih banyak dibanding dengan grup serupa di Garut. Berdasarkan penelusuran penggiat media sosial, ada 6.425 anggota yang tergabung dalam tiga grup pencinta sesama jenis di wilayah itu (republika.co.id).

Apa itu LGBT ?
LGBT ialah singkatan dari lesbian, gay, biseksual dan transgender. Lesbian adalah sebutan bagi perempuan yang mempunyai kecenderungan dan mencintai sesama perempuan. Gay adalah sebutan bagi laki-laki yang mempunyai kecenderungan dan mencintai sesama laki-laki. Biseksual adalah sebutah bagi perempuan dan laki-laki yang mempunyai kecenderungan dan mencintai dua pasangan, sesama perempuan dan atau laki-laki. Sedangkan transgender adalah sebutan bagi perempuan atau laki-laki yang menampilkan diri dengan sosok yang berbeda dengan gendernya. 

Mengapa LGBT ini bisa terjadi ?
LGBT semakin mewabah pada sistem  demokrasi sekuler saat ini. Sistem ini dibangun atas landasan prinsip kebebasan berperilaku, berpendapat, beragama dan memiliki. Prinsip kebebasan berperilaku yang dianut dalam sistem inilah yang menjadi pemicu munculnya faktor-faktor pendorong gejolak seksual, bahkan kepada sesama jenis, dengan mengatasnamakan HAM.

LGBT juga bisa terjadi karena faktor lingkungan, pergaulan, bacaan dan tontonan yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Di era digital ini siapapun bisa dengan mudahnya mengakses konten-konten porno yang berkaitan dengan aktivitas LGBT, bahkan bisa menjalin pertemanan dengan siapapun di dunia maya begitu bebas tanpa ada aturan baku yang jelas.

Begitupun dalam lingkungan bermasyarakat, sikap ketidakpekaan masyarakat melihat kerusakan di sekitar lingkungannya. Misalnya keberadaan para laki-laki yang berpenampilan layaknya wanita menjadikan pelaku LGBT nyaman dengan kondisinya. Bahkan hal itu pun dianggap  biasa saja. 

Faktor lain tersebarnya LGBT adalah termasuk tontonan TV yang dianggap hanya guyonan semata dalam menampilkan adegan laki-laki meniru perempuan atau perempuan meniru lak-laki. Padahal Islam melarangnya. Rasulullah SAW melarang laki-laki yang meniru perempuan, dan perempuan yang meniru laki-laki (HR. Bukhari). 

Terlebih lagi, sistem demokrasi telah merusak keimanan masyarakat sampai ke level individu. Sehingga membuat orang tidak merasa takut dan diawasi oleh Allah SWT. Pada akhirnya, mereka dengan bebas menyalurkan hasrat seksnya dengan cara-cara yang tidak semestinya.

Bahaya LGBT
Aktivitas LGBT ini sangat berbahaya, karena aktivitas ini merupakan penyimpangan seksual yang diharamkan dalam Islam. Pelakunya dilaknat oleh Allah SWT. Efek dari perbuatan ini juga akan menimbulkan kerusakan yang dahsyat di tatanan masyarakat. Seperti penularan penyakit kelamin, rusaknya nilai moral masyarakat, kehancuran keluarga, dalam jangka panjang berpengaruh terhadap regenerasi keturunan, dan lain sebagainya.

LGBT bertentangan dengan fitrah manusia
Allah SWT telah menyatakan, fitrah manusia diciptakan dengan dua jenis, laki [dzakar] dan perempuan [untsa] [Q.s. al-Hujurat: 13]. Allah SWT pun memberikan fitrah kepada manusia berupa naluri berkasih sayang (gharizah nau). Setiap manusia memiliki fitrah ini. Dan ini memerlukan pemenuhan untuk mencapai ketenangan dan kebahagiaan. Allah SWT.

Syariah Islam telah memberikan cara yang tepat dan sesuai dengan fitrahnya dalam memenuhi naluri ini, yakni melalui pernikahan yang sah antara laki-laki dan perempuan agar hidupnya sakinah, mawaddah wa rahmah [QS. ar-Rum: 21]. Dari pasangan ini kemudian lahir keturunan yang banyak, sehingga eksistensi manusia tidak punah [Q.s. an-Nisa: 1]. 

Allah memerintahkan pria untuk menikahi wanita yang dicintainya [Q.s. an-Nisa: 3]. Melarang berzina, apalagi menikah dengan sesama jenis. Karena itu, baik zina maupun sodomi, dan sejenisnya diharamkan dengan tegas. Pelakunya pun sama-sama dihukum dengan hukuman keras.

Cukuplah jelas LGBT ini tidak sesuai dengan fitrah yang telah Allah SWT tetapkan. LGBT merupakan sebuah penyimpangan perilaku seksual pada diri manusia. Ini bukanlah takdir yang telah Allah tetapkan pada manusia, karena Allah dan Rasul-Nya melaknat pelaku LGBT. Seperti yang disabdakan oleh Rosulullah Saw bahwa Allah melaknat manusia yang melakukan perbuatan homo seperti kaum Luth (HR. Ahmad 2915 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

 Islam Tuntaskan LGBT
Islam Bukan hanya sebatas agama ritual namun Islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Aturan Islam berasal dari Sang Maha Pencipta, Allah yang telah menciptakan manusia dan memberikan  seperangkat aturan yang menghantarkan manusia pada kebaikan di dunia dan akhiratnya.

Beberapa solusi tuntas dalam menyelesaikan permasalahn LGBT ini supaya generasi umat selamat dari kehancuran:
Pertama, negara bertanggungjawab dalam membina keimanan masyarakatnya. Karena keimanan adalah benteng pertama yang bisa menyelamatkan kita dari semua penyakit kemaksiatan.

Kedua, secara sistemik negara pun harus ikut campur untuk menghilangkan berbagai hal di tengah masyarakat yang dapat merangsang orang untuk mencoba-coba dan mengarahkan pada dorongan seksual. Misalnya, maraknya pornografi dan pornoaksi yang melibatkan media cetak ataupun elektronik yang sangat mudah kita temui. Tatanan masyarakat pun harus terjauhkan dari pornografi dan pornoaksi, dan negaralah yang harus berperan penuh dalam hal ini.

Ketiga, terapkan hukuman yang tegas. Pengadilan dalam pemerintahan Islam menerapkan hukuman sesuai syara terhadap mereka. Bila pengadilan menemukan bukti dan diputuskan di pengadilan, hukuman bagi para pelakunya adalah hukuman mati. Hal ini didasarkan kepada sabda Rasulullah SAW Siapa saja yang kalian temukan melakukan perbuatan kaum Luth (liwath) maka hukum matilah baik yang melakukan maupun yang diperlakukannya (HR. Al-Khomsah kecuali an-Nasai). 

Ketika ini diterapkan, tidak ada celah bagi pelaku untuk mempublikasikan diri sebagai kaum LGBT, ataupun mengopinikannya. Justru yang ada mereka akan takut dan meninggalkan dunia LGBT karena negara pun membantu meluruskan kekacauan pemikiran dan keyakinan kaum LGBT.

Sudah jelas bagaimana solusi Islam yang begitu paripurna bisa melawan arus LGBT sebagai dampak dari sistem demokrasi sekuler. Solusi memberantas LGBT tiada jalan lain kecuali  mennyampaikan agar sistem Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan.
Wallahualam bissowwab.


Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.