Ide Kufur Mesti Dikubur

Hot News

Hotline

Ide Kufur Mesti Dikubur




Oleh: Rut Sri Wahyuningsih

Pemutaran film G-30-S/PKI memunculkan pro dan kontra di masyarakat. Film ini telah rutin diputar setiap tanggal 30 September sejak diproduksi tahun 1981. Ada yang berpendapat tetap harus diputar sebagai bentuk peringatan kepada masyarakat agar waspada terhadap ancaman gerakan ormas terlarang itu. Di sisi lain ada yang menginginkan diberhentikan saja, karena dianggap membesar-besarkan sesuatu yang tidak  penting hanya untuk kepentingan elit politik tertentu.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan, politisasi film Pengkhianatan G-30-S/PKI harus dihentikan, baik oleh elite politik maupun TNI. Pilihan menonton atau tidak film itu adalah hak warga. Menteri Penerangan Letnan Jenderal (Purn.) Yunus Yosfiah pun mengakhiri keharusan pemutaran tahunan film "Pengkhianatan G-30-S/PKI" . "Ini adalah bukti bahwa sejarah peristiwa 30 September 1965 ditinjau ulang dan direvisi oleh Pemerintah," kata Usman. Kata Usman, adalah hak setiap orang apakah mau menonton film G-30-S/PKI atau merujuk film dan literatur lainnya (republika.co.id//18/09/2018).

Apa yang sebenarnya terjadi? Sebetulnya  permasalahan yang harus diwaspadai adalah apa ide yang terkandung di dalamnya. Kita harus cerdas memahami bahwa di dunia saat ini hanya ada tiga ideologi. Yaitu Sosial-Komunisme, Kapitalisme dan Islam.  ideologi  adalah ide dasar yang mengandung akidah dan peraturan dan diemban baik oleh perorangan maupun negara. Ideologi menjadi arah pandang dalam kehidupan . Saat ini sosialis-Komunisme dan Kapitalisme diemban oleh beberapa negara sedangkan Islam tidak. 

Dan ideologi Sosialis-komunis sempat besar di Indonesia melalui gerakan sebuah partai, Partai Komunis Indonesia (PKI ) dimana landasan akidahnya berasal dari ideologi Sosialis-Komunis. Ideologi ini tidak mempercayai Tuhan baik terkait asal muasal mereka di dunia maupun segala sesuatu yang ada dalam  kehidupan,  agama menurut mereka adalah candu bagi manusia yang  akan menghambat seseorang untuk produktif. Merekapun berpendapat bahwa segala sesuatu berasal dari materi (dialektika materialis). Jelas ideologi ini sangat berbahaya karena  tidak sesuai fitrah, tidak memuaskan akal dan tidak menentramkan jiwa. Dan  jika diterapkan sebagai aturan  yang mengatur kehidupan manusia hanya akan menimbulkan kezaliman dan kehancuran .

Ideologi yang tak kalah berbahayanya adalah sekularisme, yang berasal dari kesepakatan para gerejawan dan negarawan pada abad ke17 untuk mengambil jalan tengah. Atau kesepakatan yaitu mengakui adanya tuhan namun tuhan tak berhak mengatur kehidupan manusia ( sekularisme). Dan kapitalisme adalah adalah salah satu pilar di dalamnya , yaitu kebebasan berekonomi, mengakses sumber-sumber ekonomi asal ia bermodal (kapital) besar. Bisa kita bayangkan alangkah berbahayanya jika kedua ideologi di atas bergabung dan menjadi sistem pengatur seluruh urusan manusia.

Satu lagi ideologi yang hari ini hanya diemban oleh individu-individu yaitu Islam. Sejak runtuhnya Khilafah terakhir di Turki Ustmani, sejak itulah Islam tidak diemban oleh negara. Ideologi Islam berlandaskan akidah: Laa Ilahaillahu, tiada tuhan selain Allah sehingga segala sesuatu disandarkan kepada apa yang diperintah dan dilarang oleh Allah. Dan bahwasannya Allah telah mengutus Rasulullah sebagai penyampai risalahNya, hingga Islam bisa diterapkan secara kaffah agar kehidupan menjadi rahmatan lil alamin. Maka sebagai seorang muslim, wajib hukumnya  memahami bahwa dalam kehidupannya di dunia  hanya membutuhkan ideologi Islam. Hanya Islam solusi bagi seluruh permasalahan sistemik yg dihadapi saat ini.

Umat harus fokus berjuang menegakkan sistem islam. Sebagai bagian dari keimanannya dan sekaligus sebagai solusi tuntas yang tak akan bisa dihadirkan oleh dua ideologi sebelumnya. Selama 1300 tahun Islam membuktikan ketangguhannya. Dan bagi siapa saja yang hari ini beriman dan bahkan ikut berjuang di didalamnya akan diganjar Allah keberkahan dunia akhirat. Sementara Ideologi PKI maupun Kapitalisme, keduanya batil yang harus ditolak. Tidakkah cukup Allah memperingatkan kita yang termaktub dalam Quran suratAl-Mā'idah 5 : 49, yang artinya:
Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memerdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Wallahu a'lam bishshowab.



Penulis Pengasuh Grup Online BROWNIS
Editor: Editor


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.