Lemahnya Penguasa Terhadap Sistem Katahanan Pagan

Hot News

Hotline

Lemahnya Penguasa Terhadap Sistem Katahanan Pagan





Oleh: Iin Susiyanti

     Salah satu komoditas yang paling penting di Indonesia adalah ketersediaan beras, yang setiap hari harus dipenuhi. Apabila tidak diperhatikan akan menimbulkan kegelisahan. Indonesia adalah negara agraris. Yaitu negara yang sebagian besar penduduknya bergantung pada sektor pertanian.  Sektor pertanian merupakan sektor ekonomi dominan di Indonesia, meskipun terjadi penurunan jumlah petani.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, "Memang terjadi penurunan persentase pekerja di bidang pertanian," ujar JK, berbicara dalam pembukaan Jakarta Food Summit di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis, 8 Maret 2018. (Viva.co.id/berita/nasional)

 Sudah sepantasnya untuk mencukupi kebutuhan pangan sendiri, Negara sudah pasti mampu, tidak perlu lagi import beras kepada negara lain. Menilik dari semboyan Konghucu yang mengatakan "nong fu kuo chiang" yang artinya petani kaya, negara kuat.

Maka dari itu barang siapa melupakan pertanian sama saja dengan menghancurkan negaranya sendiri. Bila pejabatnya kuat, ataupun pengusahanya kuat belum tentu negaranya ikut kuat. Tapi kalau petani kaya tentu bukan hasil korupsi karena niatnya hanyalah untuk bangsanya sendiri. (Ajimaluku.blogspot.com>2014)

Ekonom senior Kwik Kian Gie ikut menanggapi polemik impor beras yang sempat terjadi antara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito dengan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso. Menurut Kwik, baik Menteri Enggar maupun Budi Waseso sama-sama memiliki kompetensi soal import beras.

Sebelumnya Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito bersama dengan Direktur Utama Badan Urusan Logistik atau Bulog Budi Waseso saling silang pendapat di media. Enggartiasto Lukita  mengatakan urusan penyimpanan beras di gudang bukanlah urusannya.

Pernyataan Enggar itu kemudian ditanggapi oleh Budi Waseso bahwa soal penyimpanan beras di gudang bukan hanya urusan Bulog saja melainkan urusan bersama lembaga pemerintah. Karena itu ia berharap, seluruh lembaga pemerintah harus bisa bersinergi. "Kita kan aparatur negara, jangan saling tuding-tudingan, jangan saling lempar-lemparan itu pemikiran yang tidak bersinergi," ujarnya (Tempo.co/21/9/2018)
Terjadinya silang pendapat tersebut bukan hanya sekedar cukup atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan beras kepada rakyat.

Sistem kapitalisme  turut andil dalam ekonomi nasional. Dimana pemilik modal adalah pemegang kekuasaan sejati.  Sehinga bisa menekan penguasa untuk membuat kebijakan yang menguntungkan bagi mereka. Jadi penguasa dan pengusaha sengaja  berkolaborasi untuk mengeruk keuntungan secara legal kepada rakyat. Dengan mengatas namakan Negara, Rakyatpun hanya bisa pasrah, walau selalu menjadi objek dalam hal  kerugian dan kemelaratan.

Sistem ekonomi di muka bumi ini ada tiga yaitu, sistem ekonomi kapitalis, sistem ekonomi sosialis, dan sistem ekonomi mix economic. Semua sistem tersebut merupakan beberapa sistem ekonomi yang berkembang berdasarkan pemikiran orang-orang barat. Hampir seluruh dunia menerapkannya. Sistem  ini, terbukti  tidak dapat memberikan kemaslahatan untuk umat manusia di muka bumi ini.

Contohnya adalah  Uni Soviet. Dengan ekonomi sosialisnya tidak membawa kesejahteraan  bagi bangsanya. Justru yang miskin menjadi semakin miskin. Orang  kaya semakin kaya. Terjadinya krisis ekonomi di Eropa dan Amerika. Termasuk Indonesia. Semua itu menjadi bukti nyata bahwa semua sistem ekonomi pemikiran orang-orang barat tersebut membawa dampak buruk serta kehancuran bagi perekonomian di dunia ini.

Berbeda dengan Islam, Islam menempatkan terwujudnya kemaslahan umat sebagai visi kepemimpinan penguasa. Memandang bahwa  ekonomi harus didasarkan pada hukum syara’. Kegiatan ekonomi merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT, sesuai di dalam firman-Nya:
  إلاليعبدون والإنس الجن وماخلقت
artinya: “Dan aku tidak ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. (Az-dzariyyat: 56)

Tujuannya adalah mencapai keridhaan-Nya dalam setiap kegiatan ekonomi yang telah dilaksanakan di berbagai sisi kehidupan. Ekonomi harus menjamin terhadap seluruh pelaku ekonomi yang terdapat di dalamnya. Mempunyai aqidah yang baik dan benar agar tidak terjadi kezhaliman atau ketidakadilan dalam kegiatan ekonomi. Jika landasan sistem ekonomi Islam terpenuhi, maka akan membawa kemaslahatan untuk seluruh umat manusia di muka bumi ini.



Editor: Syaiful Amri

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.