Medsos, LGBT, dan Kaum Milenial

Hot News

Hotline

Medsos, LGBT, dan Kaum Milenial




Oleh : Melda Ummu Ghaisan
(Aliansi Muslim Peduli Umat Karawang)

Virus LGBT (lesbi, gay, biseksual, dan transgender) sudah banyak menggurita dibanyak kota, bahkan sudah menyasar ke daerah tingkat kabupaten. Tak hanya itu pelaku dan objeknya pun mulai menyasar ke kalangan pelajar.

Sebut saja kota pangkal perjuangan (Karawang). Polisi menyusuri grup media sosial (medsos) facebook yang beranggotakan gay di Karawang. Selain patroli cyber, polisi juga menyisir berbagai tempat berkumpul mereka di Karawang. Menurut Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya "Setiap informasi di grup itu kita dalami, termasuk menyelidiki akun-akun di dalamnya dan memantau tempat-tempat mereka berkumpul di Karawang (detikcom, 11/10/2018).

Masih menurut Kapolres Slamet Waloya, penyelidikan juga perlu untuk menekan penyebaran virus HIV di Karawang. Bahkan kepolisian bekerjasama dan berkomunikasi dengan Komisi Perlindungan Anak (KPA) Karawang, guna menyelidik keterlibatan anak di bawah umur di grup tersebut. Setidaknya ada tiga grup yang digunakan para gay untuk berinteraksi.
Yana Aryana dari KPA Karawang mengungkapkan pernah melakukan pemetaan di 16 tempat berkumpul mereka di Karawang. Hasilnya hanya 466 orang yang mengaku sebagai LSL, akronim dari lelaki yang berhubungan badan dengan sesama jenis.

Fenomena itu seperti gunung es, karena hanya sebagian saja yang mengaku dan masuk data. Biasanya yang tidak mengaku dan tidak terdata akan lebih banyak lagi menurut survey lembaga KPA Yana Aryana.
Hasil pemetaan dari KPA kalangan LSL lebih rentan terkena HIV lantaran melakukan seks yang berisiko "Banyak yang tidak memakai kondom" ujar Yana. Terakhir pelaku LSL yang terkena virus HIV AIDS menimpa seorang pelajar di bawah umur. Usianya baru 16 tahun dan seorang pelajar SMA kelas satu. Menurut pengakuannya sejak SMP telah melakukan hubungan sesama jenis (detikcom).

Menjamurnya virus LGBT disebabkan oleh sistem Liberal Kapitalisme. Sistem kapitalisme berasaskan sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan, sehingga menjauhkan manusia dari sang pencipta, Allah SWT. Sistem inipun sangat mengagungkan kebebasan individunya (manusia) dalam seluruh aspek seperti kebebasaan berekpresi, kebebasan berpendapat, kebebasan beragama dan kebebasan kepemilikan. Jadi sangat wajar jika dalam sistem ini manusia bebas berbuat sesuai hawa nafsunya, bebas mengekpresikan sesuai keinginan seperti halnya kehalalannya terhadap hubungan sejenis sekalipun.

Buah yang dihasilkan sistem inipun menjadikan penyakit dan kehancuran umat manusia. Halnya dengan penyebaran PMS (Penyakit Menular Seksualitas) seperti HIV Aids dan bisa jadi selain penyakit kelamin yang ditimbulkan, manusiapun akan punah dengan tidak adanya penerus keturunan (melestarikan keturunan).

Islam tentunya mengharamkan dan melarang secara tegas perilaku penyimpanan yang dilakukan Kaum Sodom (homoseksual) milenial ini. Hal tersebut diabadikan oleh Allah dalam surat  Al-Arof ayat (80-84).
Dalam hal ini butuh solusi secara mendasar, yaitu dengan penerapan syariah Islam yang mengharuskan negara untuk senantiasa menanamkan akidah Islam dan membangun ketakwaan pada diri rakyat.  Negarapun juga berkewajiban menanamkan dan memahamkan nilai-nilai norma, moral, budaya, pemikiran, dan sistem Islam kepada rakyat.

Penanaman keimanan dan ketaqwaan juga membuat masyarakat tidak didominasi oleh sikap hedonis ataupun mengutamakan kepuasan hawa nafsu. Selain itu, negara juga tidak akan membiarkan penyebaran pornografi dan pornoaksi di tengah masyarakat bahkan mengawasi media digital yang bisa jadi akan memudahkan akses kejahatan seksual Kaum Sodom.  Pun masyarakat akan diajarkan bagaimana menyalurkan gharizah nau’ (naluri melangsungkan jenis) dengan benar.

Dengan diterapkannya hukum (syariah) Islam akan meminimalisir perilaku penyimpangan homoseksual. Dalam Hadist Rasulullah SAW bersabda "Siapa saja pelaku liwath (homoseksual) bunuhlah pelaku dan objeknya (H.R. At-Tirmidzi dan Ahmad). Bahkan negara juga memperlakukan sanksi uqubat untuk pelaku liwath dengan menjatuhkannya dari ketinggian sampai meninggal, baik pelaku ataupun objeknya. Semua untuk memberikan dan membuat efek jera terhadap yang lain.

Hanya dengan sistem Islamlah semua masalah perilaku menyimpang dan kriminalitas akan tuntas sampai akarnya,  dibangunnya ketaqwaan, diawasi perilakunya oleh masyarakat agar tetap terjaga, dan negara menetapkan sanksi hukum bila ada yang melanggar sesuai syariat Islam.
Wa'allahu’alam bishowab.

Editor : M.N. Fadillah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.