Mengatasi Dampak Negatif Gawai Bagi Remaja

Hot News

Hotline

Mengatasi Dampak Negatif Gawai Bagi Remaja





Oleh:Priani,S.Pd 

Jaman now, tidak asing lihat anak remaja pegang gawai. Menurut wikipedia istilah gawai (gadget) adalah suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Contohnya, komputer merupakan alat elektronik yang memiliki pembaruan berbentuk gawainya yaitu laptop/notebook/netbook. Sedangkan telepon rumah merupakan alat elektronik yang memiliki pembaruan berbentuk gawainya telepon seluler.


Gawai yang banyak dipakai generasi jaman now seperti smartphone, Ipad, dan laptop. Gaya hidup jaman now mempengaruhi remaja wajib punya gawai. Mereka merasa ketinggalan zaman jika tidak punya gawai. Minimal punya smartphone yang bisa buat selfie. Ditambah lagi merasa wajib punya akun sosmed. Jika tidak punya, dianggap gak gaul.

Di zaman now, juga bermunculan para remaja yang jadi seleb/artis di dunia maya. Ingin terkenal dengan mengunggah video hebohnya di youtube, instagram, dan facebook. Isi video baik atau tidak urusan belakang. Yang penting eksis di dunia maya. 


Memang gawai ada dampak positifnya. Tetapi, jika dibandingkan, banyak juga dampak negatifnya. Jika gawai dipegang remaja saleh, mereka akan ambil sisi positifnya untuk mencari informasi yang bermanfaat seperti ilmu pengetahuan. Selain itu bisa digunakan sebagai media dakwah. Bisa mengatur kapan waktunya lihat gawai dan kapan belajar.  Menggunakan gawai sesuai kebutuhan saja. 


Namun, coba kita lihat bagaimana remaja yang salah memanfaatkan gawai. Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Bekasi menemukan kasus tindak asusila melalui grup aplikasi whatsapp(WA). Group yang berisikan 24 siswa dan siswi satu sekolahan menengan pertama di Cikarang Selatan. Isi grup yang menjijikkan. Para anggota berbagi video porno dan anggota saling mengajak saling berhubungan badan, pikiran-rakyat.com (3/10). 


Di Garut ada grup Facebook gay siswa SMP/SMA. Anggotanya ada 2600 lebih. Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna akan melakukan penyelidikan mencari orang-orang dibalik group tersebut, kompas.com (6/10). Selain itu ada tren hamil di luar nikah yang semakin meningkat. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), menemukan satu sekolah yang ada di Lampung ada 12 siswinya hamil di luar nikah, tribunnews.com (2/10).


Ini hanya sekelumit fakta dari dampak buruk gawai. Masih banyak fakta yang tidak terungkap di media. Dari fakta yang ada, dampak buruknya seperti melemahnya kosentrasi, menurunnya prestasi belajar, bersifat individualis, gangguan kesehatan mata, dan lain sebagainya. Apalagi jika sudah kecanduan game online yang merusak saraf otaknya.


Di dunia kapitalis saat ini, orientasi materi yang menjadi utama. Tidak mengenal halal dan haram. Semua bisnis jadi halal asalkan mendatangkan keuntungan. Seperti game online dan film porno. Sudah jelas dampak buruknya, tapi terus diproduksi. Niat cari keuntungan sekaligus merusak generasi. 


Sudah menjadi program demokrasi-kapitalisme mempromosikan 4 ide kebebasan yaitu berperilaku,  beragama, berpendapat dan kepemilikan. Promosi ide kebebasan masif dilakukan melalui media digital. Cengkraman ini semakin kuat tatkala benteng keimanan individu, keluarga, sekolah, masyarakat dan negara semakin melemah.  


Kapitalisme melalui media digital merusak remaja tidak boleh dibiarkan. Butuh solusi tuntas. Karena masalah akan tetap menjadi masalah jika tidak segera diatasi. Islam datang membawa solusi terbaik. Berikut ini solusi yang bisa ditempuh mengatasi dampak buruk gawai bagi remaja. 


Pertama, kuatkan akidah remaja. Penting bagi setiap remaja untuk terus mengkaji Islam. Benteng keimanan yang kokoh akan melindungi diri dari perbuatan maksiat. Maksiat lihat video porno, maksiat membuat video porno, maksiat hati menjalin komunikasi cinta dengan lawan jenis yang belum halal. 


Remaja yang rajin mengkaji Islam akan paham hakekat dirinya adalah hamba Allah Swt. Memiliki tujuan hidup untuk beribadah kepada Allah dan siap mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya di akhirat kelak. Remaja yang seperti ini akan bisa menggunakan gawai dengan bijak. Fokus untuk kebaikan. Bukan untuk ajang maksiat. 


Kedua, keluarga yang tangguh. Remaja sangat butuh hadirnya ayah dan bunda. Perhatian dan kasih sayang ayah bunda akan membuka komunikasi yang positif. Anak akan terbuka apa yang ia lakukan. Termasuk juga terbuka memiliki akun sosmed apa saja dan passwordnya. Hal ini akan memudahkan ayah bunda mudah mengawasi aktivitas apa saja yang dilakukan ananda di dunia maya. Tentunya ayah bunda senantisa menanamkan aqidah, bahwa Allah senantiasa mengetahui perbuatan yang ia lakukan. 


Walaupun tanpa pengawasan ayah bunda. Sesibuk apapun, ayah bunda bertanggungjawab atas amanah dari Sang Pencipta. Sehingga harus jelas konsep mendidik anak-anak dengan Islam. Tidak akan memberikan gawai sebelum ia baligh. Syarat boleh menggunakan gawai, jika anak sudah bisa membedakan baik atau buruk. Pastikan ayah bunda memiliki aturan kapan anak lihat gawai dan kapan anak belajar. 


Ketiga, sekolah yang Islami. Pergaulan di sekolah sangat mempengaruhi remaja. Pastikan sekolah menciptakan pergaulan Islami dan tidak mengijinkan membawa smartphone ketika di sekolah. Kurikulum sekolah juga dirancang untuk menjadikan anak berkepribadian Islam. Sehingga anak paham akidah dan siap menjalankan aturan Allah dengan sepenuh hati. Hal lain yang bisa dilakukan sekolah dengan mengadakan parenting. Butuh adanya kesamaan pola mendidik antara sekolah dan orang tua. 


Keempat, Masyarakat amar ma'ruf nahi munkar. Saat ini menjamur warkop/kedai yang memfasilitasi freewifi. Dan masyarakat yang peduli akan saling menasehati. Misalnya tidak mengijinkan anak sekolah nongkrong di situ saat jam sekolah. Tegas memberi waktu malam hari. Jangan sampai diijinkan buka hingga larut malam. Masyarakat harus peduli dan segera melapor ke pihak berwenang jika ada yang melanggar. 


Kelima. Peran negara begitu besar untuk menanggulangi dampak gawai. Negara ada untuk mengurusi masyarakat dan menyelesaikan masalah. Negara  berkewajiban mengatur media digital sesuai Islam. Menghapus konten pornografi. Media sebagai penyebaran informasi yang akan menambah ketaatan kepada Allah Swt. Selain itu, pemberlakuan sanksi yang tegas pada pelaku pembuat konten porno. 


Sudah sepatutnya kerusakan remaja akibat gawai ini disadari bersama. Karena di tangan merekalah tanggung jawab kepemimpinan. Jika saat ini mereka rusak karena media digital, akan jadi apa negara ini. Wallahu 'alam bishshowab.


Penulis adalah Pendidik dan Pengisi Rubrik Parenting Elmahira
Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.