Mengembalikan Fitrah Dan Kemuliaan Wanita

Hot News

Hotline

Mengembalikan Fitrah Dan Kemuliaan Wanita




Oleh: Septiana, M. Pd

Tak ayal jika perhiasan dunia selalu disematkan pada kaum hawa. Kecantikan luar dan inner  beauty-nya selalu mampu membius kaum adam. Namun sayang, tak secantik perjalanan hidup yang dialami oleh mereka. Fakta mengungkapkan begitu mudahnya perempuan dieksploitasi demi mendongkrak nilai penjualan suatu produk. Kefitrahan mereka sebagai ibu pun direnggut dengan menjadikan mereka sebagai roda pemutar ekonomi. Belum lagi masalah kekerasan fisik dan non fisik yang mereka alami.

Tak bisa dipungkiri, begitulah adanya cara pandang  Kapitalis-Sekuler  terhadap perempuan, dalam rangka menyuburkan bisnisnya dengan menjadikan perempuan sebagai komoditi hingga tak peduli lagi dengan kehormatan perempuan atas penjagaan aurat dan akhlak di depan orang umum. Untuk mengatasi masalah kemiskinan nasional, perempuan dijadikan tumbal dan diperas. Bisa dikatakan dalam sistem ini perempuan menempati posisi kedua setelah laki-laki, hingga ada banyak pemakluman dan alasan ketika derajat perempuan tak lagi dimuliakan. Hal ini sangat bertentangan dengan prinsip seorang muslimah.

Hendaknya  keadaan seperti ini menuntut  muslimah untuk melakukan perbaikan-perbaikan dengan melakukan dakwah jama’ah di tengah-tengah masyarakat. Muslimah harus ikut mengambil peran  dalam dakwah jama’ah terhadap masyarakat. Dengan meluruskan pemahaman-pemahaman yang salah tentang peran perempuan dan bagaimana seharusnya mereka diperlakukan. Karena dengan mendiamkan kemaksiatan yang ada sama halnya dengan melakukan kemaksiatan di hadapan Allah Swt.

Dalam Islam pun tidak dimaksudkan ketika secara fisik fitrah laki-laki tercipta lebih kuat dari perempuan maka keduanya mendapat pandangan derajat yang berbeda dari Allah SWT.
Allah berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya Allah menciptakan kamu dari seorang laki–laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa–bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (TQS. Al-Hujuraat: 13).

Ayat tersebut menunjukkan bahwa kemuliaan manusia terlepas gendernya laki-laki maupun perempuan di antara keduanya tidak terdapat perbedaan kecuali ketakwaannya.

Demikian pula dalam hal kewajiban berdakwah amar ma’ruf nahi munkar antara laki-laki dan perempuan mendapatkan tugas yang sama utuk menjalankannya tidak hanya dibebankan pada laki-laki semata.

Hal ini disebutkan Allah dalam firman yang artinya, “ Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. (TQS. Ali Imran: 104).

 Makna segolongan umat dari ayat tersebut adalah umum tidak dikhususkan bagi laki-laki saja ataupun bagi perempuan saja. Maka kewajiban berdakwah menyeru kebaikan dan mencegah keburukan wajib dilaksanakan oleh tiap muslim dan muslimah secara keseluruhan. Wallahu 'alam bishshowab


Editor: Lulu W

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.