Pemberi Harapan Palsu Sang Guru Honor

Hot News

Hotline

Pemberi Harapan Palsu Sang Guru Honor



Oleh : Eny Alfiyah, S. Pd

Kisruh tuntutan kesejahteraan guru honorer terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Jombang salah satunya. Rabu pagi, 3-10-2018 ratusan tenaga honorer Jombang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). (regional.kompas.com). Mereka mendesak pemerintah untuk membatalkan ujian seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) karena tidak mengakomodir para honorer. Dalam database Jalur khusus untuk tenaga honorer hanya 77 kuota sedangkan terdapat 875 honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun di institusi sekolah negeri maupun swasta. 

Ketua Komisi D DPRD Jombang M Syarif Hidayatullah menyatakan dukungannya terhadap para honorer. Beliau akan mengawal honorer dan meminta pemerintah untuk membatalkan ujian seleksi Calon Pegawai Negeri 2018. Usulan honorer adalah agar pemerintah menyelesaikan permasalahan honorer sampai tuntas dulu baru mengadakan ujian seleksi CPNS.

Namun pemerintah tidak merespon jeritan hati guru honorer di aksi unjuk  rasa mereka. Pemerintah tetap bersikukuh dengan kebijakan penyelenggaraan seleksi CPNS. Kepala staf Kepresidenan Moeldoko meminta guru honorer yang tidak memenuhi syarat administratif agar tak memaksakan diri ikut seleksi CPNS. Ada aturan yang harus dipatuhi untuk menjadi Pegawai  Negeri Sipil, Okezone. com (20/9). Menurut  beliau, lama pengabdian saja tidak cukup tetapi juga harus memiliki kompetensi.

Mereka yang lulus dalam seleksi CPNS yang berhak menjadi guru dengan gaji yang dijamin oleh negara. Kita ketahui antara pendaftar seleksi CPNS dengan kuota yang dibutuhkan sangat jauh perbandingannya. Belum lagi dengan cara membeli kuota Pegawai Negeri yang sudah jadi rahasia umum. 

Penantian pengangkatan pegawai negeri secara otomatis disebabkan lama pengabdian selalu ditunggu namun tidak kunjung tiba. Bagai pungguk merindukan bulan. Pengabdian mereka dalam mencerdaskan anak bangsa disertai mencari penghasilan tambahan, ada juga yang sampai sebagai tenaga kasar untuk mencukupi kebutuhan. Eksploitasi tenaga honorer  tidak sebanding dengan gaji yang didapatkan. Sangat memprihatinkan sosok pahlawan tanda jasa terkatung-katung dalam ketidakjelasan nasib kesejahteraan mereka.

Hal ini terjadi disebabkan negeri kita menganut pemerintahan demokrasi kapitalisme. Kapitalisasi pendidikan selalu berorientasi pada untung rugi. Pendidikan dianggap sebagai proses industri yang menghasilkan manusia siap pakai. Peserta didik dianggap konsumen dan guru sebagai pekerja.Pengelola lembaga pendidikan itu sebagai manager. Kurikulum pendidikan itu pesanan pemilik modal. Orientasi Manajer bagaimana lembaga pendidikan dapat keuntungan. Kompetensi Guru sebagai pekerja diutamakan agar persaingan perolehan siswa berkembang. Sehingga yang tidak termasuk dalam seleksi pegawai negeri harus merasa cukup dengan upah yang minim. Nyatalah perlakuan buruk kapitalisme pada guru honorer. 

Islam berbeda dengan kapitalisme dalam memandang urgensitas pendidikan. Guru dianggap arsitek dalam pilar peradaban bangsa. Negara sangat menjamin kesejahteraan para guru agar pendidikan dapat terselenggara dengan baik.  Tercatat dalam sejarah Islam, kepedulian penguasa menyejahterakan sosok guru. Diriwayatkan dari Ibnu Syaibah dari sodaqoh ad Damsyqi,  dar al-Wadliyah bin Atha,  bahwasanya ada tiga guru di Madinah yang mengajar anak-anak dan Kholifah Umar Bin Khottob yang memberi gaji 15 dinar. ( 1 dinar=4,25 gr emas :15 dinar= 63,75 gram emas.  bila saat ini emas Rp 500 ribu, berarti gaji guru saat itu 32.875.000). 

Dalam tarikh Ad daulah khilafah Islam. Al -Bagdadi,  1996 mencatat bahwa Madrasah An Nuriah Damaskus yang didirikan pada abad ke-6 Hijriah oleh Sulton Nurrudin Muhammad Zanky memberi fasilitas lain yaitu asrama siswa,  perumahan staf pengajar,  tempat peristrirahatan,  serta ruangan besar untuk ceramah dan diskusi. Nyatalah Islam sangat menjamin kesejahteraan pengajar. Tak heran peradaban Islam pernah mencapai puncak kegemilangan yang menelurkan banyak ilmuwan Islam untuk kemaslahatan umat. Wallahu 'alam bishshowwab.

Penulis adalah Pendidik di Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Jombang
Editor: Lulu W


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.