Beginilah Islam Memperlakukan Guru

Hot News

Hotline

Beginilah Islam Memperlakukan Guru





Oleh : Azizah Nur Hidayah

Melihat carut marutnya negeri kita saat ini. Tak lepas dari peranan penguasa yang memegang peranan penting dalam sebuah negara. Penerapan sistem sekularisme kapitalisme, sedikit demi sedikit menggerogoti negeri ini menuju jurang kehancuran. Kerusakan yang terjadi bukan hanya pada satu aspek kehidupan saja. Namun hampir di seluruh aspek kehidupan. Tak terkecuali dalam aspek pendidikan.

Miris. Itulah gambaran pendidikan kita saat ini. Saat guru tak dihargai sebagaimana mestinya. Pemerintah tak acuh dengan kondisi pendidikan saat ini. Maka tak heran jika terjadi banyak kasus guru yang mogok mengajar.

Padahal dengan susah payah mereka mengajar generasi negeri ini. Sementara mereka hanya mendapatkan tunjangan yang hanya cukup untuk membiayai hidupnya sendiri. Bahkan bisa jadi hanya cukup untuk menutupi biaya makan siang mereka. Sedangkan untuk kebutuhan yang lain mereka harus mengeluarkan keringat lagi. Inilah buah hasil penerapan sistem kufur. 

Alih-alih menyejahterakan pahlawan tanpa tanda jasa, malah membuat nasih mereka makin miris. Sungguh sangat berbeda sekali ketika Islam dijadikan sebagai sistem kehidupan. Sistem yang akan mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat. Di dalam Islam, guru adalah pegawai pemerintahan yang dijamin kesejahteraan hidupnya. 

Negara sebagai penyelenggara pemerintahan mempunyai tanggung jawab yang besar untuk memfasilitasi rakyatnya, termasuk guru. Kewajiban negara bertanggung jawab penuh dengan seluruh kebutuhan yang dibutuhkan rakyatnya, yaitu sandang, pangan, dan papan. Gaji guru pun lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, gaji yang diperoleh guru adalah sebesar 15 dinar emas. Atau setara dengan 63,85 gram emas. Jika kita konversikan ke dalam mata uang Indonesia, misal kita anggap 1 gram emas adalah 500.000 rupiah, maka kita akan dapati gaji guru adalah 32 juta rupiah per bulan. Jumlah yang sangat luar biasa besarnya.

Dengan demikian, para guru akan memiliki kehidupan sejahtera. Guru akan fokus untuk mengajar generasi masa depan lebih optimal. Memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam mendidik umat. 

Berbeda dengan ketika sistem kufur yang diterapkan. Guru tidak bisa optimal dalam mendidik generasi karena banyaknya beban yang harus ditanggungnya. Pikiran mereka pun otomatis akan bercabang-cabang untuk menyelesaikan masalah hidupnya sendiri. 

Bagaimana menyelesaikan masalah orang lain jika masalah sendiri saja tidak dapat diselesaikan. Maka, inilah yang dibutuhkan oleh guru dan umat, yaitu diterapkannya Islam Kaffah sebagai sistem pengatur kehidupan. Yang akan mensejahterakan hidup rakyatnya. Wallahu 'alam bish showab.


Penulis adalah Pelajar, member Akademi Menulis Kreatif
Editor Lulu

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.